Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Menginap


__ADS_3

Jenal terus membelai rambut Maya dan sesekali membelai pipi wanita itu, Maya menggeliat dan memiringkan badannya sehingga bibir wanita itu berada di atas burung Jenal.


‘’Aduh..kalau begini terus burungku bisa bangun nih’’ Ucap Jenal dalam hatinya.


Benar saja, burung Jenal mulai tegang, karena ia hanya memakai baju panjang milik Maya tanpa memakai ****** *****, alhasil burung itu keluar dan tegak lurus keatas pas di depan mulutnya Maya.


Hembusan nafas Maya menerpa burung yang sudah tegang itu, Maya menggeliat lagi dan tanpa di duga bibir wanita itu menyentuh burung milik Jenal.


Maya tanpa sadar menggerakkan kepalanya dan bibirnya bergesekan dengan burung milik Jenal.


Jenal pun menikmatinya, ia lalu menggerakkan kepalanya Maya supaya bisa lebih nikmat


lagi.


Beberapa menit kemudian listrik menyala kembali dan Maya perlahan membuka kedua matanya karena silau terkena cahaya lampu.


Maya kaget karena pertama yang dilihatnya adalah burungnya Jenal yang sudah berdiri tegak,

__ADS_1


 ’apa ini’’ Ucap Maya sambil bangkit lalu duduk.


‘’Eh, i..tu, tadi kamu ketiduran’’ Ucap Jenal gugup.


Maya menatap burung milik Jenal, ‘’burung kamu lumayan besar’’ ucap wanita itu lalu tangannya memegang burung tersebut.


‘’May, apa yang akan kamu lakukan’’ Ucap Jenal yang melihat Maya menunduk sambil memegang burung miliknya.


Jenal sangat menikmatinya lalu meremas bokong milik Maya lalu tangannya masuk kedalam celana kolor wanita itu, jari-jari jenal mencari lobang milik Maya.


Maya memasukkan burung lelaki itu sampai mentok kerongkongan sambil menikmati dorongan dari jari tangan Jenal yang sudah masuk kedalam lobang kenikmatan miliknya.


Jenal menarik celana kolor yang di pakai Maya ke bawah, karena wanita itu tidak memakai ****** ***** alhasil bokongnya sangat jelas terlihat, lalu jenal memasukkan jarinya lagi kedalam lobang kenikmatan milik Maya,


Cukup lama mereka bermain dengan gaya seperti itu, lalu maya mendorong Jenal supaya berbaring terlentang, setelah Maya melepaskan celana kolornya ia duduk diatas burung milik Jenal dan memasukkan burung itu kedalam lobang kenikmatan miliknya,


Maya menggoyangkan bokongnya maju mundur sambil menekuk badannya sedikit ke belakang lalu memegang kaki lelaki itu.

__ADS_1


Tangan Jenal melepaskan satu persatu kancing baju milik wanita itu lalu lidahnya menyambar dua gundukan yang kenyal milik Maya sambil tangannya meremas dengan lembut.


Lidah nakal Jenal berputar-putar di pucuk gundukan itu, sesekali mulut Jenal menyedot gundukan milik Maya,


Jenal pun ikut menggerakkan pinggulnya naik turun mengimbangi goyangannya Maya sambil tangannya terus meremas lembut dua gundukan yang menggiurkan itu.


Hawa dingin dan hujan pun tak membuat mereka kedinginan, malah kedua orang itu merasa gerah dan keringatnya bercucuran membasahi tubuh.


Setelah Jenal merasa kalau burungnya ingin muntah, ia pun berkata kepada Maya.


‘’May, sudah mau keluar nih’’ Ucap Jenal sambil tersenyum senang.


Maya langsung melepaskan burung itu dari dalam lobang miliknya lalu wanita itu menungging dan mengocok burung milik Jenal sesekali dijilati dan di masukkan kedalam mulutnya.


Maya mengambil tisu dan membersihkan mulutnya yang terkena semburan dari burungnya Jenal, Lelaki itu hanya tersenyum dan kelelahan.


Setelah membersihkan mulutnya, Maya berbaring diatas tubuh Jenal, lelaki itu pun langsung memeluk wanita tersebut.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2