
Jenal mendengar teriakan itu, ‘’hah, mereka datang lagi, untungnya aku sudah banyak uang’’ Ucap Jenal sambil tersenyum lalu berjalan ke pintu dan membukanya.
‘’Hei! Cepat bayar hutang-hutang lo!’’ Bentak salah satu dari mereka.
‘’Ngumpet dimana lo kemarin hah!’’ Sahut yang satunya.
‘’Kalian tenang saja, aku gak akan kabur lagi’’ Balas Jenal sambil tersenyum.
‘’Emangnya kamu sudah punya uang! Mana uangnya, ayo epat bayar!’’ Teriak orang tersebut.
‘’Nih gue bayar hutang beserta bunganya’’ Balas Jenal sambil memberikan uang kepada mereka.
‘’Nah gitu dong’’ Ucap orang tersebut sambil menerima uang itu.
‘’Jadi sekarang hutang gue sudah lunas’’ Kata Jenal sambil tersenyum.
‘’Oke, hutang lo sudah lunas, ayo cabut’’ Jawab orang itu lalu mengajak temannya untuk pergi.
Jenal kembali masuk kedalam rumah dan mengunci pintu lagi, ia sangat senang karena sudah mempunyai banyak uang, ‘’sekarang aku kaya, hahaha..’’ Ucap Jenal sambil tertawa senang.
Keesokan harinya Jenal pergi ke dealer motor untuk membeli sepeda motor yang selama ini di incarnya, setelah selesai membayar ia sudah boleh membawa sepeda motor itu.
Jenal mengelilingi taman kota dengan sepeda motornya lalu berhenti untuk minum es cendol.
‘’Bang, es cendol satu’’ Kata Jenal kepada penjual es itu.
‘’Siap bos, duduk dulu di situ’’ Jawab penjual itu sambil menunjuk ke kursi.
__ADS_1
Jenal duduk sambil menunggu es cendol selesai di buat oleh penjual tersebut.
‘’Sekarang kita putus!’’ Ucap seorang wanita kepada pacarnya.
‘’Aku gak mau putus Ran, maafkan kesalahanku’’ Balas lelaki yang di putus itu.
‘’Sudahlah, mungkin ini yang terbaik buat kita’’ Kata wanita itu lalu berjalan meninggalkan
mantan pacarnya.
Jenal yang melihat pertengkaran sepasang kekasih itu hanya tersenyum, Setelah es cendolnya datang ia langsung memakan es tersebut. Tiba-tiba wanita yang tadi bertengkar duduk di sampingnya Jenal.
‘’Bang buatkan aku es cendol’’ Kata Rani dengan muka yang sedih.
‘’Dasar lelaki buaya suka selingkuh’’ Gerutu Rani lirih namun masih bisa di dengar oleh Jenal.
Rani hanya melirik kepada Jenal dengan tatapan sinis. Jenal kembali menyantap es cendol lagi, ia tak berani menatap wanita itu takut kena marahnya.
Malam harinya Jenal pergi ke club malam, duduk sendirian sambil menikmati minuman, datanglah seorang wanita sexy memakai rok mini dan baju tipis agak terbuka.
‘’Boleh duduk di sini?’’ Tanya wanita itu sambil tersenyum menggoda.
‘’Boleh, duduk aja’’ Jawab Jenal.
Wanita itu pun duduk di dekatnya Jenal tepatnya di samping lelaki itu.
‘’Kenapa sendirian?’’ Tanya wanita itu lagi.
__ADS_1
‘’Tadi sih sendirian tapi sekarang berdua sama kamu’’ Jawab Jenal sambil memberikan senyumannya.
‘’Bisa aja kamu’’ Sahut wanita itu, ‘’aku Nayla’’ sambungnya sambil ikut minum.
‘’Panggil saja aku Jenal’’ Balas lelaki itu lalu menuangkan minuman ke gelasnya Nayla.
‘’Ayo tos sebagai tanda perkenalan’’ Kata Nayla sambil tersenyum.
Mereka pun tos untuk perkenalan, Nayla tersenyum senang karena menurutnya Jenal laki-laki yang unik.
‘’Nay, tuh ada langgananmu’’ Ucap seorang wanita cantik yang baru saja datang.
‘’Baiklah, maaf aku tinggal dulu’’ Jawab Nayla lalu pamit kepada Jenal.
‘’Boleh aku temenin?’’ Tanya temannya Nayla.
‘’Silahkan’’ Jawab Jenal mempersilahkan wanita itu untuk duduk.
‘’Aku Vany temannya Nayla’’ Ucap Vany sambil tersenyum.
‘’Jenal’’ Balasan dari lelaki itu membalas senyum.
‘’Mau ngamar denganku?’’ Vany menawarkan jasa servisnya kepada Jenal.
‘’Boleh, ayo’’ Jawab Jenal.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1