Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Ingin menyunat


__ADS_3

  Layla menyalakan televisi sambil terus mengeringkan rambut dengan handuknya, Layla tanpa sengaja melihat alat kontrasepsi lelaki milik Jenal.


‘’Apa ini?’’ Layla mengambil dan melihatnya.


‘’Wah, Jenal sering pakai ini rupanya, berarti dia sering juga bercinta dengan wanita’’ Ucap lirih Layla sambil memandangi benda yang seperti balon dan agak panjang itu.


  Jenal keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk saja yang melilit di pinggangnya, ia berjalan melewati ruang tengah dimana Layla berada dan ia langsung masuk kedalam kamarnya.


‘’Nal, pinjem sisir rambut dong’’ Kata Layla di depan pintu kamarnya Jenal.


‘’Masuk aja gak di kunci, tuh sisirnya ada di meja’’ Balas Jenal dari dalam kamar.


  Perlahan Layla membuka pintu dan melihat Jenal sedang memlih pakaiannya di lemari. ‘’mana sisirnya?’’ Tanya Layla sambil masuk.


‘’Tuh di meja’’ Jawab Jenal sambil menunjuk kearah meja rias miliknya.


‘’Wah, kamu tuh seperti cewek saja ada meja rias segala’’ Kata Layla sambil mengambil sisir rambut di meja.


‘’Emang wanita saja yang boleh puya meja rias, cowok juga perlu kali’’ Sahut Jenal sambil tersenyum.


‘’Boleh aku pakai pengering rambutnya?’’ Tanya Layla.

__ADS_1


‘’Pake aja gak papa kok’’ Jawab Jenal sambil memakai kaos lengan pendek.


  Layla pun menggunakan alat pengering rambut milik Jenal sambil menatap wajahnya di cermin, ia melihat Jenal di cermin sedang melepaskan handuk yang melilit di pinggang dan memakai ****** *****, ‘’wauwh’’ ucap Layla dalam hati.


  Setelah memakai celana pendek, Jenal menghampiri Layla yang masih mengeringkan rambut.


‘’Di sini komplit cuma gak ada bedak sama lipstik aja’’ Kata Jenal sambil mengambil sisir rambut.


‘’Nanti aku minta parfumnya ya’’ Balas Layla sambil tersenyum.


‘’Pakai saja apa yang kamu perlukan’’ Jawab Jenal ramah sambil menyisir rambutnya.


‘’Nal, itu?’’ Kata Layla sambil menunjuk ke arah resleting lelaki itu yang belum tertutup.


‘’Lain kali harus teliti, barang kali di sambar cewe, hehehe..’’ Kata Layla sambil tersenyum manis.


‘’Kalau ceweknya secantik kamu sih gak papa La, hehehe’’ Jawab Jenal cengengesan.


‘’Itu sih mau kamu’’ Balas Layla.


‘’Itu juga kalau kamu mau, hehehe..’’ Sahut Jenal merayu.

__ADS_1


‘’Apaan sih’’ Layla mencubit burungnya Jenal yang masih berada di dalam sangkarnya.


‘’Auwh sakit La, jangan di cubit dong? Di belai aja biar enak’’ Kata Jenal pura-pura kesakitan.


‘’Alah palingan burung kamu itu kecil, aku sukanya yang besar’’ Balas Layla dan hendak mencubit burung jenal lagi.


‘’Eits, jangan di cubit ya cantik, ini satu-satunya barang berharga milikku tau’’ Sahut Jenal menghindar.


‘’Sini biar aku sunatin kedua kali biar tau rasa kamu’’ Kata Layla lagi dan hendak meraih burungnya Jenal lagi.


‘’No no no, satu kali aja aku sudah kapok gak mau sunat kedua kali’’ Balas Jenal sambil menghindar.


‘’Kamu tunggu di sini, aku mau ambil pisau di dapur buat nyunatin kamu lagi’’ Kata Layla pura-pura mau mengambil pisau lalu berjalan keluar dari kamar.


‘’La! Jangan dong, kamu kok tega sih mau nyunatin aku lagi’’ Kata Jenal sambil meraih tangannya Layla dan menariknya kedalam pelukan.


‘’Lepasin! Aku mau ambil pisau untuk menyunati kamu’’ Kata Layla berpura-pura berontak.


‘’Gak, aku gak akan melepaskan kamu’’ Jawab Jenal sambil terus memeluk wanita itu dari belakang.


  Layla terus berusaha supaya terlepas dan akhirnya mereka berdua jatuh ke lantai, Layla menindih tubuhnya Jenal yang berada di bawah namun tidak berhadapan karena Jenal memeluk wanita itu dari belakang.

__ADS_1


‘’Aku gak akan melepaskanmu sebelum kamu mengurungkan niat untuk menyunatiku’’ Kata Jenal yang masih memeluk Layla dari belakang walaupun mereka sekarang terbaring di lantai.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2