
‘’Nal, jangan Nal’’ Ucap Yuli berusaha mengelak ciuman itu namun mulutnya Jenal sudah menempel di bibir manis milik Yuli.
Lama-lama Yuli terbuai dengan ciuman maut lelaki itu, Yuli sedikit membuka mulutnya sambil memegang pinggang lelaki itu, lidah Jenal membasahi setiap sudut bibir manis milik Yuli.
Tangan Jenal masuk ke baju tangtop wanita itu dan meremas lembut dua gundukan yang kenyal dan menghangatkan milik Yuli.
Sesekali ciuman mereka berhenti untuk mengambil nafas lalu bibir mereka bertemu kembali berbagi kehangatan dan kenikmatan.
Jenal mengangkat baju milik Yuli keatas lalu lidahnya menyambar dua gundukan itu dan menjilatinya. Yuli meremas erat rambut Jenal sambil menikmati dua gundukan miliknya di sapu bersih oleh lidahnya Jenal.
Perlahan Jenal membawa Yuli masuk kedalam kamar sambil bibir mereka terus memadu kasih saling bercumbu mesra.
Jenal merebahkan tubuh wanita itu diatas ranjang, bibir mereka tak mau terlepas, Jenal menindih tubuhnya Yuli sambil tangannya meremas lembut dua gundukan milik wanita itu.
‘’Apa kita akan melakukan itu?’’ Tanya Yuli lirih di sela-sela ciuman mereka.
‘’Apa kamu mau?’’ Di jawab oleh Jenal dengan pertanyaan lagi.
Yuli bingung dengan keadaan seperti itu, ia hanya terdiam membisu.
‘’Kenapa diam?’’ Tanya Jenal lagi.
__ADS_1
‘’A..aku..takut hamil’’ Jawab Yuli.
‘’Kamu tenang saja, akan aku keluarkan di luar supaya kamu tidak hamil’’ Bisik Jenal menggoda.
‘’Janji’’ Balas Yuli.
‘’Ya aku janji’’ Jawab Jenal sambil tersenyum.
Bibir mereka bertemu kembali setelah bernegoisasi, sambil bercumbu mesra Jenal melepaskan baju dan penutup dua bukit milik Yuli lalu lidah nakal itu menjilati pucuk gundukan yang kenyal tersebut.
Yuli menggeliat kenikmatan sambil meremas erat rambut Jenal, Perlahan tangan satunya Jenal masuk kedalam rok mini yang di pakai oleh Yuli.
Beberapa menit kemudian keadaan mereka sudah tidak memakai apa-apa, Jenal merenggangkan kedua kakinya Yuli lalu memasukkan burung miliknya kedalam lobang kenikmatan yang sudah mekar dan berwarna merah.
‘’Iya aku akan pelan-pelan, lobang milikmu masih sempit’’ Jawab Jenal sambil tersenyum senang.
Yuli merasakan perih di lobang miliknya, ia menggigit sudut bibirnya, ''pelan-pelan..sakit’’ Ucap Yuli merintih kesakitan.
‘’Ya, ini juga sangat pelan, burungku belum masuk semua karena lobang milikmu masih sempit’’ Jawab Jenal.
Jenal terus mendorong burungnya supaya bisa masuk semua kedalam lobang milik Yuli. Lama-lama semakin kencang Jenal mendorong burungnya maju mundur, Yuli pun menikmati dorongan tersebut.
__ADS_1
Jenal merasa senang karena burungnya telah masuk semua walaupun Yuli masih sedikit kesakitan, bibir mereka bertemu menambah gairah kedua orang itu.
‘’Apa masih sakit?’’ Tanya Jenal di sela-sela ciumannya.
‘’Sedikit Nal'' Jawab Yuli sambil menikmati sentuhan dari burung milik Jenal.
Jenal menyampirkan kedua kakinya Yuli ke pundak lalu mendorong burungnya maju mundur lebih cepat di dalam lobang milik Yuli.
Yuli mencengkeram erat lengan Jenal, ia baru pertama kali merasakan kenikmatan yang luar biasa seperti ini.
Ketika Jenal merasakan burungnya mau muntah, ia segera menarik burung itu dari lobang kenikmatan milik Yuli.
Jenal memeluk Yuli sambil membelai rambut wanita itu dengan mesra.
‘’Gimana rasanya? Apa kamu suka?’’ Tanya Jenal sambil tersenyum.
Yuli merasa malu, ia hanya tersenyum lalu membenamkan kepalanya di dada lelaki itu sambil tangannya bermain di dada tersebut.
‘’Aku laper’’ Ucap Yuli yang masih dalam pelukannya Jenal.
‘’Apa di dapur ada persediaan makanan?’’ Tanya Jenal sambil membelai wanita itu.
__ADS_1
‘’Hanya ada mie instan dan telor’’ Jawab Yuli manja.
*BERSAMBUNG*