Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Tetangga sebelah


__ADS_3

  Setelah mandi Jenal memakai kaos oblong dan celana pendek kolor karena dia hari ini tidak ada aktifitas, lelaki itu berjalan ke teras rumah sambil berjemur di bawah sinar matahari.


‘’Mas Jenal! Bisa bantuin aku gak?’’ Teriak seorang wanita yang berasal dari rumah kos-kosan di samping rumahnya Jenal.


‘’Ada apa Yul, pagi-pagi sudah teriak-teriak’’ Jawab Jenal sambil menoleh.


‘’Cepat kesini bantuin aku’’ Yuli menyuruh Jenal untuk datang.


‘’Ya iya’’ Sahut Jenal.


  Jenal berjalan kerumah kos tersebut untuk menemui Yuli, ‘’emangnya ada apa kamu menyuruhku kesini?’’ Tanya Jenal.


‘’Tolong betulin kran kamar mandi’’ Jawab Yuli memohon.


‘’Baiklah, ayo aku lihat dulu, barang kali aku bisa betulin’’ Kata Jenal.


  Yuli wanita cantik yang ngekos dirumah itu, ia memakai rok pendek dan baju tangtop yang sangat tipis sehingga penutup dua bukit itu nampak terlihat agak samar-samar.


  Yuli mengajak Jenal menuju ke kamar mandi dan menunjukkan kran yang rusak tersebut, Jenal lalu memeriksa kerusakan kran itu.


‘’Ini sih harus di lem biru’’ Kata Jenal jahil.


‘’Lem biru gimana maksud kamu?’’ Tanya Yuli.


‘’Ya ini harus di lem biru (di lempar beli yang baru), hehehe..’’ Ucap Jenal sambil cengengesan.

__ADS_1


‘’Ihh..kamu! kirain lem apaan?’’ Balas Yuli sambil memukul lengan lelaki itu.


‘’Auwh..sakit Yul’’ Jenal pura-pura meringis kesakitan.


‘’Biarin, we..we..’’ Sahut Yuli sambil menjulurkan lidahnya meledek Jenal.


‘’Hei, gemesin banget sih kamu’’ Ucap Jenal lalu hendak mencubit wanita itu.


Yuli berlari untuk menghindari cubitan Jenal, ‘’we...we..’’.


Jenal terus mengejar wanita itu, Yuli terus menghindar mengelilingi meja makan.


‘’Awas yah, kalau ke tangkep aku cubit’’ Kata Jenal yang belum berhasil mencubit Yuli.


‘’Awas kamu’’ Sahut Jenal sambil berusaha menangkap wanita itu.


Kaki Jenal tak sengaja tersangkut ke meja dan ‘’brukh...auwh’’ Jenal terjatuh.


‘’Sukurin..sukurin, hahaha...’’ Yuli tertawa meledek Jenal yang terjatuh.


Jenal berdiri lagi dan mengejar Yuli, ia sudah dekat dan mau menangkap wanita itu.


‘’Eits..gak kena, gak kena’’ Yuli berhasil menghindar.


  Jenal terus berusaha mengejar dan menangkap wanita itu, berulang kali ia meleset tak mengenai Yuli, mereka masih berputar-putar di ruang makan. Lama-lama akhirnya Jenal berhasil menangkap Yuli.

__ADS_1


‘’Kena kamu’’ Jenal memeluk Yuli dari belakang supaya wanita itu tidak lari lagi.


‘’Ampun, ampun Nal, jangan cubit aku’’ Ucap Yuli yang takut di cubit oleh Jenal.


‘’Gak, pokoknya kamu harus aku cubit’’ Balas Jenal dan tanpa sengaja tangannya memegang gundukan kenyal milik Yuli.


‘’Ampun Nal, jangan cubit aku’’ Kata Yuli memohon.


‘’Kenapa dia gak marah gundukannya di pegang aku?’’ Tanya Jenal dalam hatinya, tangan satunya pun ikut memegang gundukan yang satunya.


‘’Sudah Nal, aku menyerah’’ Ucap Yuli lagi.


  Jenal meremas pelan dua gundukan yang kenyal itu namun Yuli tak merespon maupun tak marah.


‘’Baiklah aku tak akan cubit kamu, tapi..’’ Jawab Jenal yang menggantung perkataannya.


‘’Tapi apa Nal?’’ Tanya Yuli.


‘’Bolehkah aku mencium ini’’ Jawab Jenal sambil sedikit menekan dua gundukan milik Yuli memberi sinyal kalau dirinya menginginkan itu.


‘’Hah, gak mau, lepaskan tanganmu!’’ Jawab Yuli berusaha melepaskan tangan lelaki itu.


Jenal langsung membalikkan badannya Yuli dan menyambar bibir manis wanita itu dengan mulutnya


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2