Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Kedatangan 4 wanita cantik


__ADS_3

  Dua hari kemudian rumah kosnya Jenal sudah jadi dan siap di huni, di dalam rumah kos itu ada tujuh kamar serta satu kamar mandi dan dapur. Jenal duduk di meja yang berada di teras rumah sambil bermain ponselnya.


  Tak lama kemudian datanglah empat wanita yang cantik dan sexy, mereka adalah Lasmi dan teman-temannya yang kemarin.


‘’Hai Nal’’ Sapa Lasmi sambil tersenyum.


‘’Eh kalian, ayo masuk’’ Jawab Jenal membalas senyuman.


‘’Gimana rumahnya, apa sudah bisa kita tinggali?’’ Tanya Salsa sambil melihat-lihat isi rumah kos tersebut.


‘’Sudah dong, silahkan kalian pilih kamar masing-masing’’ Jawab Jenal ramah kepada mereka semua.


‘’Baiklah, ayo kita pilih kamarnya’’ Kata Miya yang langsung berjalan ke kamar nomor tiga.


  Salsa memilih kamar nomor dua, Lasmi sukanya kamar nomor Lima dan Layla kamar nomor enam. Keempat wanita cantik itu langsung masuk ke kamar mereka masing-masing dan menata barang bawaannya.


  Jenal berjalan sambil mencatan nama mereka beserta nomor kamar yang di pilih keempat wanita cantik itu. Setelah itu Jenal memanggil mereka untuk berkumpul di ruang tamu.

__ADS_1


  Mereka membahas tentang uang sewa perbulan, untuk masalah makan di tanggung sendiri-sendiri dan untuk masalah listrik di tanggung oleh Jenal. Setelah mereka sepakat dengan hal itu lalu keempat wanita cantik kembali melanjutkan membereskan barang-barangnya.


  Untuk sementara kamar nomor satu di huni oleh Jenal, Yuli belum bisa pindah ke rumah kosnya Jenal karena ia masih ada waktu beberapa minggu di kosannya yang tak jauh dari tempat itu.


  Jenal duduk di ruang tamu sambil bermain dengan ponselnya tak lama kemudian Lasmi datang dan duduk di samping lelaki itu.


‘’Mini market yang dekat sini ada gak Nal?’’ Tanya Lasmi sambil menoleh.


‘’Ada, tapi kalau jalan kaki lumayan capek, tuh di ujung sana’’ Jawab Jenal lalu menunjuk ke arah mini market.


‘’Kami kan bawa motor Nal, hehehe..’’ Sahut Lasmi sambil cengengesan.


‘’Oh, deket juga yah’’ Balas Lasmi sambil mengarahkan matanya ke tempat yang di tunjuk oleh Jenal.


  Sedangkan Salsa membuat mie instan untuk dirinya sendiri di dapur lalu Miya datang menghampirinya, ‘’kelihatannya enak nih’’ Ucap Miya yang berhasil mengagetkan Salsa.


‘’Ih..bikin kaget aja kamu, kalau mau bikin sendiri dong’’ Balas Salsa sambil menoleh.

__ADS_1


‘’Gue gak bawa bekal mie instan, minta sedikit ya’’ Ucap Miya dan hendak mengambil mie yang sudah matang milik Salsa.


‘’Eits, gak boleh, sana beli di warung’’ Kata Salsa sambil menarik mangkok yang berisi mie rebus itu.


‘’Kalau ke warung kelamaan Sa, perut gue udah laper banget nih’’ Rengek Miya memohon.


‘’Ogah, sana minta di anterin Jenal’’ Balas Salsa sambil memanyunkan bibirnya lalu segera masuk kedalam kamar.


‘’Dasar pelit!’’ Gerutu Miya lalu ia menghampiri Jenal yang masih bersama dengan Lasmi di ruang tamu.


‘’Las, anterin ke warung yuk’’ Kata Miya kepada Lasmi.


‘’Oke, sekalian gue mau belanja’’ Jawab Lasmi. ‘’aku tinggal dulu ya Nal’’ sambungnya sambil menoleh kepada Jenal.


‘’Silahkan’’ Jawab Jenal sambil tersenyum.


Lasmi dan Miya pun naik sepeda motor menuju ke warung untuk berbelanja.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2