Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Bersama Vany


__ADS_3

Vany menggandeng Jenal menuju ke kamarnya, setelah mengunci pintu kamar. Vany mendorong Jenal ke atas ranjang lalu dirinya merangkak diatas tubuh lelaki itu.


‘’Aku akan membuatmu puas dan kenikmatan’’ Ucap Vany lalu menciumi lehernya Jenal.


Jenal memeluk wanita yang sedang asyik menciumi itu, Bibir mereka saling bertemu berbagi kenikmatan, lidah mereka pun saling bergulat menciptakan gairah tersendiri.


Setelah melepaskan baju yang di pakai Jenal, bibir Vany kembali menciumi dada lelaki itu, kanan kiri di sapu bersih oleh lidahnya Vany sambil tangan wanita itu melepaskan sabuk yang di pakai oleh Jenal.


Ciuman Vany mulai turun menelusuri perutnya Jenal dan tangannya membuka celana milik lelaki itu, Jenal meremas rambut Vany sambil menikmati burungnya yang sudah ada di dalam mulut wanita itu.


Vany pun melepaskan rok mini dan penutup lobang miliknya lalu melepaskan baju tipis yang di pakai. Vany duduk diatas burung milik Jenal lalu memasukkan burung itu kedalam lobang kenikmatan yang sudah merekah itu.


Vany sangat senang ia pun lebih kencang menggoyangkan pinggulnya maju mundur sambil mengalungkan kedua tangan ke pundak Jenal.


Beberapa menit kemudian Jenal merebahkan Vany lalu mengangkat kedua kaki wanita itu dan di sampirkan kepundaknya. Cukup lama mereka bercinta hingga akhirnya mencapi puncak kenikmatan


Kedua orang itu sangat kelelahan sehabis bercinta, mereka berbaring sambil berpelukan.

__ADS_1


‘’Makasih ya kamu sudah membuatku puas dan bergairah’’ Kata Jenal sambil membelai rambut Vany.


‘’Ya mas, aku juga senang kalau kamu puas dan menikmatinya’’ Jawab Vany sambil mengelus dada lelaki itu.


Jenal lalu mengecup kening wanita itu dengan mesra.


‘’Kamu sering-sering kesini dong mas’’ Kata Vany dengan manjanya.


‘’Iya, aku akan sering ke sini untuk bercinta denganmu’’ Jawab Jenal sambil tersenyum.


Jenal mengambil dompet di saku celananya, ‘’ini buat kamu’’ Ucapnya kepada Vany.


‘’Ya, itu buat kamu semua’’ Ucap Jenal lalu mencium pipi wanita itu.


‘’Nanti kalau kamu kesini lagi, aku akan kasih servis yang lebih memuaskan’’ Kata Vany sambil menjawil hidungnya Jenal.


‘’Auwh..’’

__ADS_1


‘’Maaf, sakit ya mas’’ Ucap Vany yang merasa bersalah.


Jenal pura-pura kesakitan lalu Vany menciumi hidung itu, ‘’sudah gak sakit kan?’’ Kata Vany.


‘’Masih’’ Jawab Jenal jahil.


‘’Nih aku kasih lagi’’ Ucap Vany lalu mencium bibirnya Jenal dengan lembut dan mesra.


Jenal pun dengan senang hati menyambut ciuman wanita itu, lidah mereka bertemu lagi dan saling kejar-kejaran mengelilingi setiap sudut bibir.


Vany sedikit membuka mulutnya dan lidah Jenal masuk untuk bergulat dengan lidahnya wanita itu di dalam rongga mulut.


Tangan Vani memegang kedua pipinya Jenal, sedangkan lelaki itu menarik tengkuk leher Vany untuk memperdalam ciuman mereka. Keduanya saling menikmati cumbuan tersebut.


Setelah jam sebelas malam, Jenal pamit untuk pulang, Vany memberikan ciuman lagi sebagai tanda perpisahan, ‘’aku pulang dulu’’ Ucap Jenal, Vany melambaikan tangan sambil tersenyum. Jenal pun pergi dengan sepeda motornya.


Sinar matahari yang masuk ke celah-celah jendela berhasil membangunkan Jenal dari tidurnya, ‘’hoam’’ Lelaki itu menguap sambil menutup mulut dengan tangannya.

__ADS_1


Setelah mandi Jenal memakai kaos oblong dan celana pendek kolor karena dia hari ini tidak ada aktifitas, lelaki itu berjalan ke teras rumah sambil berjemur di bawah sinar matahari.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2