
‘’Kamu tidak menyesal telah bercinta denganku?’’ Tanya Jenal sambil membelai rambut wanita itu.
‘’Kenapa aku harus menyesal, aku juga sangat menikmatinya kok’’ Jawab Maya sambil tersenyum bahagia.
‘’Sudah lama aku tidak bercinta dengan laki-laki semenjak suamiku menceraikan aku’’ sambung Maya lagi.
‘’Jadi kamu sudah pernah menikah?’’ Ucap Jenal menegaskan.
‘’Ya, setahun yang lalu aku di cerai oleh suamiku’’ Jawab Maya lagi.
‘’Oh..’’ Hanya itu yang keluar dari mulutnya Jenal.
‘’Malam ini kamu tidur di sini ya, menemaniku’’ Ucap Maya kepada Jenal.
‘’Mmm..baiklah’’ Jawab Jenal dan terus membelai wanita itu.
‘’Apa kamu sudah punya istri?’’ Tanya Maya selidik karena ia takut kalau istrinya Jenal akan marah kepadanya.
‘’Aku belum menikah May.’’ Balas Jenal sambil tersenyum.
‘’Syukurlah kalau gitu’’ Sahut Maya yang ikut tersenyum.
‘’Memang kenapa kalau aku sudah menikah?’’ Tanya Jenal penasaran.
‘’Takutnya istri kamu nanti marah kepadaku Nal.’’ Jawab Maya.
__ADS_1
‘’Oh gitu’’ Ucap Jenal.
Kedua orang itu mengobrol sambil berpelukan sampai tak terasa kalau malam semakin larut.
‘’Kita pindah ke kamar aja yuk’’ Maya mengajak Jenal untuk pindah ke kamar.
‘’Baiklah, ayo’’ Jawab Jenal sambil tersenyum.
Kedua orang itu pun berjalan menuju ke kamar tanpa memakai pakaian, setelah mengunci pintu mereka berbaring sambil berpelukan dan tertidur pulas.
Pagi hari yang cerah menyambut Maya dan Jenal yang baru saja bangun dari tidurnya, Maya membuat nasi goreng kesukaannya. Jenal yang baru saja keluar dari kamar mandi dan memaki handuk saja yang melilit di pinggang berjalan menghampiri Maya.
‘’Kamu masak apa?’’ Tanya Jenal sambil memeluk wanita itu dari belakang.
‘’Kalau yang membuat wanita cantik seperti kamu pasti aku suka dong’’ Balas Jenal lalu mencium pipi wanita itu dari belakang.
‘’Kamu pakai bajuku dulu sana, ambil di lemari pakaian’’ Kata Maya sambil tersenyum.
‘’Baiklah’’ Balas Jenal lalu mencium pipi wanita itu lagi dan pergi ke kamar.
Pakaian Jenal baru saja di jemur jadi ia harus pinjam pakaiannya Maya, setelah masakan sudah siap Maya memanggil Jenal untuk sarapan bersama.
‘’Gimana rasanya mas?’’ Tanya Maya penasaran.
‘’Enak, kamu pandai memasak’’ Jawab Jenal memuji masakannya Maya.
__ADS_1
‘’Syukurlah, ayo nambah lagi’’ Balas Maya sambil tersenyum.
‘’Ini aja belum habis May.’’ Kata Jenal.
‘’Berapa nomor ponselmu?’’ Tanya Maya meminta nomor ponselnya Jenal.
‘’Aku gak punya ponsel May.’’ Jawab Jenal sambil melirik kepada wanita di hadapannya itu.
‘’Ya sudah nanti aku belikan kamu ponsel supaya kalau butuh kehangatan aku bisa hubungi kamu’’ Kata Maya sambil tersenyum menggoda.
‘’Terserah kamu aja May’’ Jenal membalas senyuman.
‘’Aku suka burungmu yang lumayan besar itu, tidak seperti mantan suamiku dulu burungnya kecil’’ Ucap Maya sambil mengunyah nasi goreng.
‘’Masa sih May, jadi kamu suka yang besar yah’’ Sahut Jenal mengumbar senyum.
‘’Ya iyalah, kalau burungnya besar itu lebih nikmat Nal’’ Balas Maya sambil tersenyum menggoda.
Kedua orang itu sama-sama tersenyum, setelah selesai makan Maya mengajak Jenal duduk di ruang tamu. Jenal merangkul wanita itu sambil tangannya membelai rambut Maya.
‘’Kapan orang tuamu pulang?’’ Tanya Jenal.
‘’Mungkin satu minggu lagi mas’’ Jawab Maya yang menyandarkan kepalanya di bahu lelaki itu.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1