Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Menemui Santi


__ADS_3

  Setelah siang hari baju Jenal sudah kering dan langsung di pakai oleh lelaki itu. Maya mengajak jenal untuk membeli ponsel lalu mereka pulang kerumah. Maya mencatat nomornya di ponsel milik Jenal begitu juga sebaliknya.


‘’Sekarang kita bisa berkomunikasi jarak jauh’’ Kata Maya.


‘’Makasih ya, kamu baik banget sama aku’’ Balas Jenal sambil tersenyum.


‘’Nanti aku hubungi kamu jika aku butuh kehangatan’’ Ucap Maya dengan lirikan mata yang menggoda.


‘’Baiklah, sekarang aku pulang dulu ya’’ Balas Jenal lalu pamit untuk pulang.


  Maya melambaikan tangan menatap lelaki itu yang sedang menaiki sepeda motornya, Jenal melesat menuju ke rumah.


  Setelah menempuh perjalanan selama hampir setengah jam akhirnya Jenal sampai juga di rumahnya, ia segera masuk lalu membuat secangkir teh hangat dan duduk di ruang tamu.


‘’Aku akan membuat rumah kosan supaya aku mendapat penghasilan’’ Ucap Jenal pada dirinya sendiri yang memunyai rencana akan membangun rumah kos.


‘’Aku akan mencari tanah yang lokasinya setrategis dan cocok untuk rumah kos’’ Jenal memutar otaknya untuk mengingat dimana ia harus mencari sebidang tanah.

__ADS_1


  Jenal menyeruput teh hangat itu lalu keluar rumah, karena ia ingat pernah melihat papan plang yang bertuliskan ‘’tanah ini di jual’’. Lelaki itu mengendarai sepeda motor menuju ke tempat tersebut.


  Jenal menghubungi nomor yang tertera di papan plang itu untuk membuat janji temu dengan pemilik tanah itu. ‘’oke, baik pak’’.


  Jenal pergi ke tempat yang di tentukan oleh pemilik tanah itu, di sebuah cafe yang tak jauh dari lokasi tanah Jenal menemui pemilik tanah tersebut.


  Setelah bernegoisasi mengenai harga, Jenal lalu membayarnya, ‘’silahkan dihitung dulu pak’’ Ucap Jenal kepada orang itu.


‘’Gak usah, saya percaya kok. Ini surat dan berkas tanah itu, sekarang tanah itu sudah menjadi milik kamu’’ Jawab Pemilik tanah sambil menyodorkan surat dan berkas tanah itu kepada Jenal.


‘’Makasih pak, kalau begitu saya pamit dulu’’ Jenal berpamitan.


  Hari itu juga Jenal membeli bahan-bahan bangunan lalu mencari beberapa tukang untuk membangun rumah kos tersebut.


  Beberapa minggu kemudian rumah kos itu sudah tujuh puluh persen telah jadi, Jenal melihat ke kalender yang terpasang di dinding rumah.


‘’Dua hari lagi sabtu manis, aku harus menemui Santi di gerbang kenikmatan nanti’’ Jenal melingkari setiap hari sabtu manis di kalender itu untuk mengingatnya.

__ADS_1


  Setelah hari sabtu manis tiba, Jenal pergi ke gerbang kenikmatan untuk bertemu dengan Santi, ia masuk ke gerbang itu dan di sambut oleh wanita cantik dan sexy yang bernama Santi.


‘’Hai sayang, aku kangen banget sama kamu’’ Santi langsung memeluk Jenal yang baru saja masuk ke gerbang.


‘’Aku juga kangen sama kamu’’ Balas Jenal lalu mencium kening wanita itu.


‘’Ayo kita ke rumah’’ Ajak Santi sambil menggandeng Jenal lalu melepaskan pakaiannya sendiri.


  Mereka berjalan menuju ke rumah dan masuk kedalam, ‘’ayo kita berenang’’ Santi mengajak lelaki itu untuk berenang.


  Tanpa pikir panjang Jenal langsung melepaskan pakaiannya lalu melompat ke kolam renang mengejar Santi yang lebih dulu berenang.


‘’Sekarang aku sudah bisa mengejarmu, hehehe..’’ Kata Jenal yang berhasil mengejar Santi.


‘’Baguslah kalau kamu bisa mengejarku’’ Balas Santi sambil mengalungkan kedua tangannya di pundak Jenal.


‘’Bibir manismu membuatku candu sayang’’ Kata Jenal yang langsung mencium bibir tipis nan sexy milik Santi.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2