Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Dikira tukang ojek


__ADS_3

  Yuli selalu menyediakan mie instan untuk persiapan jika dirinya laper di malam hari.


‘’Baiklah, kamu tunggu disini saja, aku akan memasak untukmu’’ Balas Jenal lalu mencium kening Yuli.


Jenal memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai lalu memakainya, setelah itu ia berjalan ke dapur untuk membuat mie rebus campur telor.


Yuli masih berada di ranjang dengan selimut yang menutupi sebatas dada, ia masih merasa sedikit perih di lobang kenikmatan miliknya karena sudah di jebol oleh Jenal.


Bau mie rebus tercium oleh Yuli membuat perut wanita itu semakin lapar, tak lama kemudian Jenal datang sambil membawa semangkok mie rebus yang di campur dengan telor.


‘’Duduklah, biar aku suapi kamu’’ Kata Jenal menyuruh Yuli untuk duduk.


Yuli pun menuruti perkataan lelaki itu, ia duduk sambil memegang selimut yang menutupi dadanya.


‘’Aa..aaem’’ Jenal menyuapi wanita itu.


‘’Masakanmu enak juga’’ Ucap Yuli sambil mengunyah.


‘’Kalau cuma mie rebus  dan telor itu sih gampang Yul’’ Jawab Jenal sambil tersenyum.


‘’Kamu ikut makan dong’’ Ucap Yuli membalas senyum.


‘’Kalau aku ikut makan nanti kamu gak kenyang’’ Balas Jenal.


‘’Gak papa Nal, kita makan semangkok berdua seperti yang ada di sinetron itu loh, hehehe’’ Sahut Yuli dengan senyuman manisnya.


‘’Buat kamu aja, aku juga belum terlalu lapar’’ Tolak Jenal karena ia belum lapar.


‘’Terus kran kamar mandinya gimana Nal?’’ Tanya Yuli yang teringat dengan kran itu.

__ADS_1


‘’Nanti kita beli yang baru’’ Jawab Jenal sambil tersenyum.


  Setelah menyuapi Yuli, Jenal pamit untuk membeli kran yang baru. Beberapa menit kemudian Jenal kembali lalu memasang kran itu di kamar mandi. Yuli datang menghampiri dengan berjalan tertatih-tatih.


‘’Masih sakit?’’ Tanya Jenal.


‘’Iya, sedikit perih Nal, gara-gara kamu sih’’ Jawab Yuli sambil meringis.


‘’Maaf, lain kali aku akan pelan-pelan’’ Sahut Jenal sambil tersenyum.


‘’Itu sih maunya kamu’’ Ucap Yuli sambil memanyunkan bibirnya.


‘’Itu pertama kali, untuk selanjutnya kamu gak akan merasa sakit malah enak, hehehe..’’ Balas Jenal lagi.


‘’Sudah betul belum? Aku mau pipis’’ Kata Yuli.


‘’Oh, sudah, pelan-pelan jalannya sini aku bantu’’ Jawab Jenal lalu memapah Yuli masuk ke kamar mandi.


‘’Baiklah, aku tunggu di depan pintu’’ Balas Jenal lalu keluar dari kamar mandi dan menunggu di depan pintu.


Malam harinya Jenal hendak mengajak Yuli jalan-jalan namun Yuli menolak karena ia masih sakit di bagian lobang miliknya.


‘’Aku gak ikut ah, masih sakit tau’’ Ucap Yuli.


‘’Terus aku sama siapa?’’ Tanya Jenal.


‘’Terserah kamu, yang penting pulangnya bawa martabak buatku, hehehe..’’ Jawab Yuli cengengesan.


‘’Ya udah aku beli martabak saja, nanti dimakan bersama’’ Sahut Jenal.

__ADS_1


‘’Betul tuh’’ Balas Yuli sambil tersenyum.


‘’Aku pergi dulu’’ Pamit Jenal lalu mengendarai sepeda motornya.


   Sepanjang jalan Jenal mencari-cari penjual martabak, ‘’disini juga tutup, dimana lagi aku harus mencarinya’’ Ucap Jenal pada dirinya sendiri.


  Jenal lalu menuju ke taman kota mencari penjual martabak, tak butuh lama akhirnya Jenal sampai di taman kota, ia celingak-celinguk sambil berdiri di dekat motornya.


‘’Itu nasi goreng dan yang itu kopi susu, gak ada penjual martabak?’’ Ucap Jenal lirih.


‘’Mencari siapa mas?’’ Suara perempuan dari belakangnya Jenal, membuat lelaki itu kaget.


‘’Eh,


i..tu..penjual martabak.’’ Ucap Jenal gelagapan karena kaget.


‘’Aku bukan


penjual martabak, aku mencari tukang ojek’’ Balas perempuan tersebut.


‘’Eh, maksudku aku sedang mencari penjual martabak’’ Ucap Jenal menjelaskan.


‘’Kirain kamu tukang ojek yang aku tunggu-tunggu’’ Balas perempuan itu.


‘’Bukan, aku bukan tukang ojek’’ Jawab Jenal lagi.


‘’Mau kah kamu mengantarku pulang?’’ Tanya perempuan yang tak di kenal tersebut.


‘’Maaf, aku sedang mencari penjual martabak’’ Tolak Jenal.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2