Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Curiga


__ADS_3

‘’Boleh juga ide kamu’’ Sahut Miya sambil tersenyum.


‘’Tenang nanti aku yang bayarin semua’’ Ucap Jenal sambil tersenyum.


‘’Benarenan Nal, makasih ya’’ Sahut Layla ikut senang.


‘’Iya dong masa aku bohong’’ Balas lelaki itu, ia sudah berhasil mengalihkan pembicaraan yang selalu membuatnya terpojok.


  Sedangkan Salsa baru bangun dari tidur siangnya, ia merasakan sakit di bagian lobang kenikmatan miliknya, sepertinya ada yang sobek di area itu.


‘’Auwh, masih sakit terus gimana aku keluar? Pasti mereka akan mengejekku? Huft..’’ Ucap lirih Salsa sambil meringis menahan perih.


‘’Sepertinya mereka sedang ngobrol di ruang tamu, aku akan keluar diam-diam’’ Salsa berjalan menuju ke pintu lalu menoleh kanan dan kiri.


‘’Semoga mereka tidak melihatku’’ Gumam Salsa lalu berjalan keluar dari kamar dengan gaya jalannya seperti bebek.


  Salsa merasakan seperti ada yang mengganjal di bagian lobang miliknya, padahal burung Jenal tidak ada di lobang itu, Salsa terus berjalan perlahan menuju ke kamar mandi.


‘’Aku ke belakang dulu, mau pipis’’ Ucap pamit Lasmi kepada ketiga orang yang masih mengobrol di ruang tamu.


‘’Eh, Las, sekalian ambilkan aku minum dong’’ Kata Miya sambil menoleh kepada temannya itu.


‘’Baiklah’’ Balas Lasmi.

__ADS_1


  Lasmi berjalan ke belakang ia melihat Salsa yang berjalan seperti bebek sambil berpegangan dengan tembok.


‘’Kamu kenapa Sa?’’ Tanya Lasmi yang berhasil mengagetkan Salsa.


‘’Eh, mmm..itu, aku mau ke kamar mandi’’ Jawab Salsa bingung dan gugup.


‘’Aku tanya kamu kenapa? Bukannya mau kemana Sa?’’ Balas Lasmi curiga.


‘’Mmm, aku gak papa kok’’ Jawab Salsa lagi.


‘’Gak papa kok jalannya seperti bebek’’ Sahut Lasmi sambil memandangi temannya dari bawah sampai ke atas.


‘’Beneran aku gak papa Las, cuman..’’ Kata Salsa menggantung.


‘’Mmm..itu, eh..aku masuk dulu ya’’ Jawab Salsa dengan terpaksa langsung buru-buru masuk kedalam kamar mandi sambil menahan sakit di lobang kenikmatan miliknya.


‘’Aneh banget sih dia?’’ Ucap Lasmi curiga.


‘’Duh, gimana nih? Pasti Lasmi nungguin di depan pintu, masa aku harus di sini terus’’ Gerutu Salsa dalam kamar mandi ia bingung harus berbuat apa.


‘’Lama banget sih tuh anak, ngapain aja di dalam’’ Lasmi pun ikut menggerutu di depan pintu. ‘’sudah kebelet lagi’’ sambungnya lagi.


‘’Sa! Cepetan, gue sudah kebelet nih!?’’ Ucap Lasmi berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.

__ADS_1


(Gawat nih, duh..aku harus berbuat apa?) Gumam Salsa kebingungan di dalam kamar mandi.


‘’Iya, bentar lagi aku keluar’’ Balas Salsa.


‘’Buruan cepet!’’ Kata Lasmi yang memang sudah kebelet.


  Salsa terpaksa keluar dari kamar mandi dan langsung berlari masuk kedalam kamarnya, Lasmi yang melihat itu hanya bingung dan melongo.


‘’Kenapa sih dia, sudahlah nanti saja aku tanyakan lagi’’ Lirih Lasmi lalu masuk kedalam kamar mandi.


‘’Slamet-slamet, untung saja dia sedang kebelet kalau gak, mati gue’’ Ucap Salsa sambil memukul jidatnya sendiri berkali-kali.


  Salsa menetralkan degup jantungnya sambil mengatur nafas, untuk sementara ini dia masih aman.


Sedangkan Jenal dan dua wanita cantik masih terus mengobrol di ruang tamu tanpa ada yang peduli dengan Salsa.


‘’Eh, ini sudah sore kok Salsa belum bangun juga sih’’ Kata Miya.


‘’Entahlah aku gak tau’’ Sahut Layla sambil menggelengkan kepalanya.


‘’Coba kamu bangunin dia La’’ Kata Miya menyuruh Layla untuk membangunkan Salsa.


‘’Baiklah’’ Jawab Layla lalu berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya Salsa.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2