
Layla mengetok pintu sambil memanggil-manggil Salsa, pintu pun terbuka dari dalam dan muncullah Salsa dari balik pintu.
‘’Ada apa La?’’ Tanya Salsa.
‘’Kirain kamu masih tidur, eh ternyata sudah bangun’’ Jawab Layla.
‘’Kalau gak ada yang penting aku tutup pintu lagi’’ Balas Salsa dan mau menutup pintu.
‘’Tunggu dulu Sa, mereka pada nanyain kamu tuh’’ Kata Layla sambil menahan pintu.
‘’Bilang sama mereka kalau aku baik-baik saja’’ Ucap Salsa dan langsung menutup pintu.
‘’Ada apa dengannya? Gak biasanya dia begini’’ Ucap Layla lirih kepada dirinya sendiri.
Layla kembali menemui teman-teman di ruang tamu dan duduk di sampingnya Miya.
‘’Mana Salsa?’’ Tanya Miya.
‘’Ada di kamarnya, dia gak mau keluar’’ Jawab Layla.
‘’Kenapa gak mau keluar?’’ Miya bertanya lagi karena penasaran.
‘’Gak tau’’ Jawab singkat dari Layla.
‘’Mungkin kecapean’’ Celetuk Jenal.
__ADS_1
‘’Emang habis ngapain, kok kecapean?’’ Kata Layla.
Miya teringat ketika dirinya bersama Lasmi mendengar suara ******* kenikmatan dari kamarnya Salsa.
(Apa dia sangat menikmati colmeknya sehingga dia kelelahan) Gumam Miya dalam hatinya.
‘’Hei, tadi aku lihat Salsa berjalan seperti bebek tertatih-tatih, apa dia sakit?’’ Kata Lasmi yang baru selesai dari kamar mandi.
‘’Salsa gak sakit Las, tadi dia bilang kalau dirinya baik-baik saja kok’’ Sahut Layla.
‘’Kamu tadi ketemu sama Salsa?’’ Tanya Lasmi.
‘’Tadi gue suruh Layla untuk bangunin Salsa barang kali masih tidur’’ Sahut Miya sambil menoleh.
‘’Betul, aku juga merasa ada yang di sembunyikan oleh Salsa’’ Balas Lasmi lagi.
Jenal merasa gelisah dan gugup, ia takut kalau sampai mereka tau apa yang sudah di perbuatnya bersama Salsa. Jenal berusaha untuk mengalihkan pembicaraan mereka lagi.
‘’Apa kalian gak pada mandi? Ini sudah sore loh’’ Kata Jenal mengalihkan pembicaraan.
Ketiga wanita cantik itu menoleh kepada Jenal lalu menoleh ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul lima sore.
‘’Hah, jam lima’’ Ucap mereka bertiga kompak.
‘’Aku dulu yang mandi’’ celetuk Miya dan langsung berlari menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
‘’Cepetan gak pake lama! Kita juga mau mandi!’’ teriak Lasmi yang melihat Miya berlari.
‘’Kamu mau mandi di sini Nal?’’ Tanya Layla.
‘’Aku mandi di rumah saja, apa kamu mau ikut?’’ Jawab Jenal sambil tersenyum.
‘’Boleh juga ayo, sekalian aku ikut numpang mandi, hehehe..’’ Balas Layla sambil cengengesan.
Jenal dan Layla naik sepeda motor menuju ke rumahnya jenal yang tak jauh dari rumah kontrakan itu, beberapa menit kemudian mereka pun sampai dan masuk kedalam rumah.
‘’Sana kamu mandi dulu’’ Jenal menyuruh Layla untuk mandi.
‘’Baiklah, eh dimana kamar mandinya?’’ Layla bertanya.
‘’Tuh di sana, lurus aja nanti belok kanan’’ Jawab Jenal sambil menunjuk ke arah kamar mandi.
Layla berjalan menuju ke kamar mandi sambil membawa pakaian ganti yang sudah di bawanya dari rumah kontrakan. Jenal duduk di ruang tengah sambil menunggu wanita itu selesai mandi.
Lima belas menit kemudian Layla berjalan menghampiri Jenal sambil mengusap rambutnya dengan handuk.
‘’Giliran kamu mandi Nal’’ Kata Layla sambil duduk di sofa.
‘’Baiklah’’ Jawab Jenal dan berjalan menuju ke kamar mandi, ia mulai melepaskan semua bajunya dan membasahi tubuh dengan air kolam.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1