Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Wanita cantik


__ADS_3

  Jenal lemas dan letih, ia berbaring terlentang sambil mengatur nafasnya, setelah membersihkan wajahnya, Santi berbaring sambil memeluk Jenal.


‘’Makasih ya kamu telah memuaskanku’’ Ucap Santi lalu mencium pipinya Jenal.


‘’Iya sayang, aku ikut senang kalau kamu merasa puas’’ Balas Jenal sambil membelai rambut wanita itu.


  Keesokan harinya setelah Jenal memetik daun di taman ia pamit kepada Santi lalu berjalan ke gerbang kenikmatan, ‘’cuuuzzt...cling..’’.


  Jenal sudah berada di antara dua pohon besar dan berjalan ke pom bensin dimana ia


 menitipkan sepeda motornya, setelah itu Jenal langsung pulang ke rumah.


  Di dalam kamar Jenal membuka isi tasnya dan melihat daun itu sudah berubah menjadi uang, lelaki itu sangat senang.


  Jenal keluar dari rumah untuk mengecek rumah kosnya, ia menemui mang Udin kepala tukang yang


di percayanya.


‘’Gimana mang, apa ada kendala?’’ Tanya Jenal kepada Udin.


‘’Gak ada bos, semuanya lancar sesuai rencana’’ Jawab mang Udin.


‘’Syukurlah, oh ya, mang tolong ambilkan makanan di sepeda motorku’’ Sahut Jenal lalu memerintah udin untuk mengambil makanan yang sudah di bawanya.


  Mang Udin segera mengambil makanan itu lalu di bagikan kepada teman-temannya, Jenal tersenyum senang karena rumah kosnya sebentar lagi jadi.


‘’Aku tinggal dulu, kalian istirahatlah dan habiskan makanan itu’’ Kata Jenal kepada mereka semua yang bekerja di rumah kosnya.


‘’Baik bos makasih’’


  Jenal melajukan sepeda motornya kembali pulang, ia melihat di rumah kos yang di huni Yuli banyak wanita cantik, Jenal segera memarkirkan motornya di halaman rumah.


  Jenal berjalan ke samping rumah tepatnya ke rumah kos dimana banyak wanita sedang berkumpul.

__ADS_1


‘’Hai Nal, ayo masuk’’ Kata Yuli yang melihat Jenal berjalan di halaman rumah kos itu.


‘’Kenalin ini semua teman-temanku’’ Ucap Yuli sambil menunjuk kepada teman-temannya.


‘’Salsa’’


‘’lasmi’’


‘’Miya’’


‘’Layla’’


Wanita–wanita cantik itu mengenalkan diri satu persatu sambil berjabat tangan dengan Jenal.


‘’Aku Jenal’’ Ucap lelaki itu mengenalkan diri.


‘’Mereka sedang mencari rumah kos, tapi rumah ini hanya ada satu kamar saja, bantuin carikan dong Nal.’’ Kata Yuli.


‘’Iya Nal, kami sedang mencari rumah kos’’ Jawab Salsa.


‘’Kebetulan sekali aku sedang membangun rumah kos, paling dua atau tiga hari lagi sudah jadi dan bisa dihuni’’ Kata Jenal sambil tersenyum.


‘’Dimana Nal? Kok aku baru tahu’’ Tanya Yuli karena ia baru tau.


‘’Di pertigaan sana, tak jauh dari sini kok’’ Jawab Jenal sambil menunjuk arah rumah kosnya.


‘’Baguslah kalau begitu kita bisa ngekos di kamu’’ Kata Layla dengan manja.


‘’Kalau kalian setuju, tunggu sampai rumah itu jadi ya’’ Balas Jenal dengan


senyumannya.


‘’Kami setuju, nanti dua hari lagi kami datang kesini’’ Ucap Lasmi.

__ADS_1


‘’Kalau begitu kami pulang dulu ya Yul, Nal’’ Ucap Salsa mewakili teman-temannya.


‘’Baiklah sampai ketemu nanti’’ Jawab Yuli.


Keempat wanita cantik itu pun pergi dari rumah itu, kini tinggal Yuli dan Jenal saja yang masih duduk di teras rumah.


‘’Beneran itu punya kamu Nal?’’ Tanya Yuli memastikan.


‘’Iya Yul, kalau kamu mau tinggal saja di rumah kos ku’’ Jawab Jenal sambil tersenyum.


‘’Buatku gratis?’’ Tanya Yuli lagi sambil tersenyum.


‘’Mmm..gimana yah? Gratis atau bayar?’’ Jawab Jenal berpikir.


‘’Kamu kan sudah merenggut keperawananku, jadi buatku gratis ya’’ Ucap Yuli sambil cemberut.


‘’Baiklah untuk kamu gratis, tapi jangan bilang siap-siapa ya kalau kamu gak bayar’’ Balas Jenal.


‘’Oke mas Jenal sayang, makasih ya’’ Ucap Yuli lalu memeluk lelaki itu.


‘’Eh..main peluk-peluk segala, tapi aku suka, hehehe..’’ Kata Jenal yang kaget karena Yuli langsung memeluknya.


  Jenal memegang kedua pipi Yuli lalu, ‘’mmmm...srups...ahhh...’’ lelaki itu mencium bibir manisnya Yuli.


‘’Mas, kita ada di luar nanti dilihat orang gimana?’’ Ucap Yuli dengan manjanya.


‘’Eh, iya aku lupa, soalnya bibir kamu membuatku candu sih’’ Balas Jenal tersenyum.


‘’Di kamar aja yuk’’ Bisik Yuli di telinganya Jenal.


‘’Ayo’’ Jawab Jenal senang.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2