Gerbang Ghaib Membawa Nikmat

Gerbang Ghaib Membawa Nikmat
Daun jadi uang


__ADS_3

  Santi menarik tangannya Jenal, mereka pun berjalan menuju ke kolam renang, tubuh mereka masih polos tanpa memakai pakaian.


‘’Ayo mas kita berenang’’ Ajak Santi sambil tersenyum lalu menjeburkan diri kedalam kolam renang.


  Jenal ikut melompat ke dalam kolam renang mengejar Santi yang sudah dulu berenang.


‘’Kejar aku kalau bisa’’ Ucap Santi sambil menoleh.


  Setelah sampai di ujung, Santi membalikkan badan lalu merapihkan rambutnya sambil melihat Jenal yang belum sampai, wanita itu tersenyum melihat Jenal yang ngos-ngosan.


‘’Hah...huhh...cepat juga kamu sampai’’ Kata Jenal sambil mengatur nafas.


‘’Aku kan sudah terbiasa berenang di sini mas’’ Jawab santi sambil mengangkat kedua tangan hendak mengikat rambutnya, dua gundukan milik Santi sangat jelas terlihat mempesona.


  Jenal menelan ludahnya berkali-kali karena tergiur dengan dua gundukan yang masih kencang dan kenyal itu.


‘’Mas, bantuin ikat rambutku dong’’ Ucap Santi sambil tersenyum.


‘’Baiklah’’ Jawab Jenal lalu mendekat kepada wanita itu.


  Jenal membantu untuk mengikat rambut Santi tapi matanya tertuju ke belahan dada wanita itu. ‘’wau lezat sekali’’ Gumam Jenal dalam hatinya.


  Setelah mengikat rambut, mulut Jenal langsung menyambar leher Santi dari belakang sambil kedua tangannya menempel didada wanita itu.

__ADS_1


Setelah mereka bercinta di kolam renang, kedua orang itu sarapan pagi di meja makan.


‘’Kalau aku mau kembali ke duniaku caranya gimana San?’’ Tanya Jenal sambil mengunyah makanan.


‘’Nanti setelah makan aku akan tunjukan caranya’’ Jawab Santi sambil tersenyum manis.


  Beberapa menit setelah selesai makan, Santi mengajak Jenal ke taman dimana pertama kali Jenal menginjakkan kakinya di situ.


‘’Ini tanaman bunga melati berwarna merah, dan ini yang berwarna putih’’ Kata Santi sambil menunjuk ke tanaman bunga melati yang berjejer berseberangan.


‘’Maksud kamu?’’ Tanya Jenal yang belum paham.


‘’Di duniamu tanaman itu adalah dua pohon besar, itulah gerbang kenikmatan dimana kamu bisa masuk kesini’’ Jawab Santi menjelaskan.


‘’Apa semua manusia bisa masuk kesini?’’ Tanya Jenal yang masih penasaran.


‘’Kalau kamu mau pulang, ambillah beberapa daun di taman ini secukupnya untuk bekalmu di sana’’ Tutur Santi menjelaskan.


‘’Untuk apa daun itu di duniaku?’’ Jenal masih penasaran.


‘’Daun itu nantinya akan berubah menjadi uang, tapi ingat satu bulan sekali kamu harus kesini tepatnya di hari sabtu manis’’ Ucap Santi dalam penjelasannya.


‘’Sabtu manis’’ Ucap Jenal lirih.

__ADS_1


‘’Ya, sabtu manis kamu harus datang kesini untuk memuaskan nafsuku, paham’’ Kata Santi lagi menegaskan.


‘’Baiklah aku sudah paham, sekarang aku pamit pulang’’ Ucap Jenal sambil menganggukkan kepalanya.


‘’Ambillah daun itu secukupnya’’ Perintah Santi.


‘’Baik’’ Jenal segera memetik beberapa daun yang ada di taman itu lalu memasukkan kedalam tas yang dibawanya.


Setelah selesai memetik daun, Jenal kembali menemui Santi lalu mencium pipi wanita itu.


‘’Aku pulang dulu’’ ucap Jenal lalu berjalan ke gerbang kenikmatan.


Cush..sttss..cling..


Jenal berdiri di antara dua pohon besar yang tak jauh dari perkotaan.


‘’Oh, rupanya ini gerbang kenikmatan’’ ucap Jenal lirih sambil menatap dua pohon besar itu.


  Jenal berjalan menuju ke jalan raya lalu naik angkot yang menuju ke rumahnya. Setelah sampai di rumah ia segera masuk kedalam kamar dan membuka tas yang berisi daun tersebut.


‘’Wauwh, aku sekarang kaya, aku banyak uang’’ Ucap Jenal yang merasa senang melihat daun itu sudah berubah menjadi lembaran uang.


Tok tok tok

__ADS_1


‘’Woi buka pintunya! Cepat!’’ Teriak orang yang mengetok pintu.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2