Giok Berdarah

Giok Berdarah
Bab 21


__ADS_3

Sekembalinya Yang Xi Xi dari menolong Liu Dan yang ingin menyelamatkan Liana dari tangan Liu Fung. Hantu cantik itu duduk melamun di pintu gerbang kampusnya pada pagi harinya untuk menunggu kedatangan Chen Sheng atau Aseng pria yang menjatuhkan hatinya ini.


"Aseng.. " sapa Yang Xi Xi begitu melihat Aseng datang ke kampus.


"Xi Xi, kamu kok menunggu aku di pintu gerbang sih? Ada apa? " tanya Aseng ramah kepada Yang Xi Xi yang kaget karena ada sesuatu yang telah membuatnya tak bisa mendekati Aseng.


"Tidak ada apa-apa.. Aku mau meminjam buku mata pelajaran matematika darimu." jawab Yang Xi Xi cepat mencari alasan kepada Aseng sambil menjauh dari Aseng sampai menabrak Ase yang baru saja turun dari mobilnya.


"Hei, Xi Xi. Hati-hati dong kalau jalan.. " kata Ase yang otomatis menangkap Yang Xi Xi sebelum gadis itu terjengkang ke tanah.


"Hmm, Ase sungguh baik sekali terhadap Xi Xi. Ah apakah mereka berdua sudah resmi untuk berpacaran sekarang? " batin Aseng perih.


"Ah, maaf Ase aku telah menabrak mu.. " kata Yang Xi Xi cepat berdiri dengan benar di depan Ase yang menatapnya dengan penuh cinta yang selamanya tidak bisa di balas oleh Yang Xi Xi.


"Hmm, tak apa.. Lagipula kamu ada apa jalan mundur dari depan Aseng yang ingin menyapa mu dan meminjamkan bukunya kepada mu? " ucap Ase menatap Yang Xi Xi di depannya.


"Ada semut di dalam bajuku yang membuat gatal pada tubuhku. " jawab Yang Xi Xi dengan alasan yang cukup tepat untuk menjawab Ase.


"Ehh, semut? Di mana? Sini, biar ku bantu untuk mengeluarkan semut dari dalam bajumu.. " kata Ase menawarkan jasa untuk membantu Yang Xi Xi.


"Ehhh, Ase.. Kau tak boleh... " kata Aseng cepat mencegah Ase untuk memeriksa baju Yang Xi Xi karena pria ini akan menyentuh tubuh Yang Xi Xi juga.


Yang Xi Xi dengan cepat menyambar buku di sodorkan oleh Aseng lalu berlari masuk ke arah gedung kampus secepat kilat sampai membuat Aseng dan Ase melongo melihat keanehannya itu.


"Aseng, kau juga jangan lupa janjimu untuk bantu aku mendapatkan cinta Yang Xi Xi.. " kata Ase mengingat Aseng.

__ADS_1


"Iya, Ase.. Percayalah padaku.. " kata Aseng.


Yang Xi Xi di dalam kelasnya memikirkan benda di dalam pakaian Aseng yang membuatnya tak pernah bisa mendekati Aseng sehingga hatinya pedih sekali karena dia sudah sangat rindu pada Aseng setelah lima belas hari tak berjumpa.


"Hai, Xi Xi kenapa kamu melamun saja sejak di kelas tadi sampai di kantin saat ini kita mau makan siang? " tanya seorang temannya dengan nada ramah sambil membawa nampan berisi makan siang di telapak tangan.


"Aku sedang datang haid, Marry. " jawab Yang Xi Xi asal saja.


"Oh, kalau begitu kamu harus banyak makan dan minum agar haid mu lancar maka perutmu tidak sakit lagi. " kata Marry yang menaruh nampan isi makanan di meja depan Yang Xi Xi dan dirinya.


"Ya, Marry. Terima kasih banyak atas saranmu itu. " kata Yang Xi Xi tersenyum kepada Marry di depannya.


Di lapangan basket, Aseng memikirkan Yang Xi Xi yang bersikap aneh di pagi hari ini sehingga ia berpikir bahwa Yang Xi Xi tak mau berteman dengannya lagi usai Yang Xi Xi berpacaran dengan Ase.


"Hai, Aseng.. " sapa seorang gadis cantik rambut panjang yang mendatangi Aseng di lapangan itu.


"Ini aku mau memberikan kamu minuman segar ini.. " Kata Rose menyodorkan softdrink kaleng kepada Aseng.


"Oh, terimakasih atas softdrink mu ini, " kata Aseng menrima softdrink kaleng dari Rose lalu meminumnya dan ekor matanya melihat Yang Xi Xi dan temannya sedang berjalan keluar dari kantin kampus.


"Cantik sekali dia sampai jantung ku berdetak kencang seperti ini.. " batin Aseng.


Di saat bersamaan dengan Yang Xi Xi juga telah membalas tatapannya sekilas sampai jantung Aseng semakin berdetak tak beraturan dan ingin mendekati Yang Xi Xi.


Namun di urungkan niatnya usai melihat Ase di belakang Yang Xi Xi telah menghalanginya untuk memandangi Yang Xi Xi dari jauh yakni lapangan basket. Sedangkan Yang Xi Xi menuju ke ruang laboratorium.

__ADS_1


"Emmm, apakah aku terlarang untuk mencintai Yang Xi Xi? " tanya Aseng tanpa sadar bahwa ia telah mengucapkan hal itu melalui mulutnya di depan Marry.


"Aseng,kau mencintai Yang Xi Xi? Siapa sih Yang Xi Xi itu? " tanya Marry nada panik dan cemburu.


"Temanku.. Ohya, kau jangan pernah ganggu aku lagi dengan alasan untuk menawarkan minuman kepada ku.. " kata Aseng yang mengembalikan softdrink kaleng kepada Marry lalu kembali pada kesibukannya bermain bola basket.


Marry dengan wajah cemberut beranjak pergi dari lapangan basket untuk meninggalkan Aseng sesuai dengan keinginan Aseng sendiri yang kini melamun kembali untuk memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan cinta Yang Xi Xi.


"Aku tak bisa membantu Ase untuk membantu sahabat ku mendapatkan cinta Yang Xi Xi karena aku juga mencintai Yang Xi Xi dan ingin sekali menjadi kekasih Yang Xi Xi. " batin Aseng saat itu juga.


Sementara itu, Yang Xi Xi memikirkan cara untuk menyingkirkan benda di tubuh Aseng untuk dirinya bisa mendekati Aseng lagi dengan amat mudah sekali. Lalu, sepintas di otaknya adalah Ase yang merupakan teman satu asrama putra dengan Aseng.


"Aha, aku harus meminta bantuan kepada Ase nih untuk membuang jimat di leher Aseng. " kata Yang Xi Xi ceria di dalam hatinya.


Yang Xi Xi pun menghampiri Ase di parkiran usai jam kuliah berakhir. Ia melayangkan senyuman semanis mungkin untuk memikat hati Ase yang memang lemah terhadap pesonanya.


"Ase, aku mau menerima ajakan kencanmu pada malam akhir pekan besok asalkan kamu mau membantu ku. " kata Yang Xi Xi suaranya halus sekali kepada Ase.


"Ya, tentu saja. Apa itu yang kamu inginkan aku untuk membantumu, Xi Xi? " tanya Ase dengan wajah sumringah terpikat oleh Yang Xi Xi.


"Bantu aku untuk membuang benda di leher Aseng agar aku bisa berteman lagi dengannya. " jawab Yang Xi Xi nada memikat sekali kepada Ase.


"Iya, tentu saja, aku melakukannya untuk mu. " kata Ase dengan tulus hati.


"Terima kasih Ase.. Aku pulang dulu ya... Dahh. " kata Yang Xi Xi meninggalkan Ase di parkiran usai mendengar Ase mau membantunya.

__ADS_1


Ase masuk ke dalam mobilnya lalu mengangkat telepon genggam dari istrinya di rumahnya dan ia menjadi bingung sendiri dalam mengatasi masalah hatinya yang menginginkan Yang Xi Xi tapi terikat pernikahan dengan wanita lain yaitu istrinya yang bernama Qiao Qiao.


Bersambung!!


__ADS_2