Giok Berdarah

Giok Berdarah
Bab 38


__ADS_3

Aseng tersadar kembali dari pingsannya yang cukup lama dan mengkhawatirkan Bibi Xu yang berusaha untuk menyelamatkannya dari hawa negatif yang berasal dari Yang Xi Xi si hantu cantik yang tergila-gila terhadap Aseng.


"Untungnya kita mempunyai Dewa penolong di rumahku yaitu Dewi Kuan Im yang patungnya di meja altar yang menghadap langsung ke pintu utama rumah ku, dan aku bisa memandikannya dengan abu dupa Rupang Dewi Kuan Im." kata Bibi Xu yang meminta bantuan dari Liu Dan agar menggantikan pakaian kotor Aseng dengan pakaian bersih.


"Ya, Bibi Xu. Xi Xi itu sebenarnya hantu yang baik hati dan penyayang hanya dia terlalu terobsesi terhadap Aseng yang menyebabkannya salah jalan untuk mendapatkan cinta dari pria yang di cintainya itu. " kata Liu Dan yang masih ingat budi baik dari Yang Xi Xi terhadapnya dan Liana kekasihnya yang membuatnya tidak ingin lukai perasaan sahabat baiknya itu.


"Dan Dan, dia itu hantu bukan manusia yang tak boleh saling mencintai dengan manusia biasa karena melanggar hukum langit dan bumi yang akan menyebabkan dosa besar untuknya." kata Bibi Xu nada tegas sekali.


"Bibi Xu, aku tahu bahaya yang akan dihadapi oleh Aseng karena dicintai oleh hantu seperti Yang Xi Xi sama halnya dengan Liana yang telah dinikahi oleh kakakku yang sudah menjadi hantu juga. " kata Liu Dan membenarkan kata-kata dari Bibi Xu.


"Liana menikah dengan Liu Fung tanpa dia tahu kalau Liu Fung sudah meninggal dunia oleh Akong mu, sedangkan Aseng dicintai oleh Yang Xi Xi tanpa dia tahu bahwa gadis yang menjadi kekasihnya itu adalah hantu penasaran tingkat tinggi. " kata Bibi Xu yang mendadak migran.


Wanita paruh baya itu memegangi keningnya di depan Liu Dan yang segera menawarkan minyak angin penghilang migran kepadanya tanpa ia lihat kalau minyak itu bukanlah minyak angin tapi minyak pembasuh mayat sampai wanita paruh baya ini melompat dari sofanya.


"Liu Dan, kau pikir aku sudah mati ya dengan kau memberi aku minyak membasuh mayat bukan minyak angin. " kata Bibi Xu nada kesal kepada Liu Dan lalu berjalan meninggalkan kamar tidur Aseng dengan langkah cepat.


Setelah Bibi Xu pergi dari kamar Aseng. Hadirlah Yang Xi Xi menerobos masuk dari dinding kamar tidur Aseng lalu membelai lembut kening pria di hadapannya dengan wajahnya yang begitu sedih sekali.


"Xi Xi, dia akan baik-baik saja, jadi kau tenangkan diri mu. " kata Liu Dan menghibur Yang Xi Xi.


"Dan Dan,aku sangat menyesali tindakan bodoh ku yang nyaris menyebabkan kematian terhadap Aseng- ku sendiri." kata Yang Xi Xi menangis di dekat Liu Dan.

__ADS_1


"Ya, terkadang orang kalau sedang jatuh cinta bisa bertindak diluar logikanya, karena itu kamu jangan menyalahkan dirimu terus menerus, ya? " Liu Dan mengusap-usap kedua pundak Yang Xi Xi.


"Aku bukan orang, Dan Dan. Aku hantu yang bisa menggunakan logika ku dalam tindakanku tapi aku tak mau memakainya karena aku ingin dia selalu bersamaku untuk selamanya." kata Yang Xi Xi menengadahkan kepalanya untuk wajahnya yang cantik bisa berhadapan dengan Liu Dan.


"Ahh, ya aku lupa kalau kamu adalah hantu, ah.. Xi Xi sabar sajalah. " hibur Liu Dan.


"Dan Dan, bagaimana denganmu dan Liana apa hubungan kalian ada perkembangannya? " tanya Yang Xi Xi dengan senyum ramah kepada Liu Dan.


"Selama Liana masih terikat dengan perjanjian berdarah dengan Liu Fung. Kami takkan pernah bisa bersatu untuk selamanya. " jawab Liu Dan menundukkan wajahnya dengan sedih.


"Ada cara untuk memutuskan hubungan antara Liana dan Liu Fung yaitu kau harus temukan surat perjanjian antara Akongmu dengan leluhur Liana di masa lalu mereka lalu dibakar di dekat jasad Liu Fung yang harus dibacakan doa dari mu di depan Rupang Buddha di kuil gunung di desa mu sendiri." kata Yang Xi Xi memberitahu cara untuk membantu hubungan antara Liana dan Liu Dan dapat bersatu.


"Aku bisa melakukannya dengan cara yang kau beritahukan kepada ku, Xi Xi. Apakah kamu akan membantuku untuk menghadapi Liu Fung? " Liu Dan segera bersemangat lagi.


Liu Dan menemui Bibi Xu dan memberitahukan bahwa ia telah mempunyai cara untuk atasi masalah keluarga Liu dari Yang Xi Xi.


"Bagus, sekarang kau bisa pergi ke rumah tua Leluhur Liu. " kata Bibi Xu menyetujui ide dari Yang Xi Xi kepada Liu Dan.


Liu Dan pergi lebih dahulu ke desanya pada saat itu juga, sedangkan Yang Xi Xi menunggu Aseng siuman dari pingsan namun Bibi Xu mengusirnya keluar dari kamar tidur Aseng.


"Siapa kamu ini yang suka sekali bersih- bersih di rumah Bibi Xu? " tanya Yang Xi Xi dengan nada ketus kepada hantu wanita yang selalu di lihatnya sedang menyapu, mengepel lantai dan sibuk sekali dengan mengurus urusan rumah tangga di rumah Bibi Xu.

__ADS_1


"Zhao Cie. " jawab hantu itu tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga Bibi Xu.


"Xi Xi, dia itu siapakah? " tanya Bibi Xu dengan nada heran dengan kehadiran hantu lainnya di rumahnya.


"Tak tahu. " jawab Yang Xi Xi jujur.


"Ah yang benar saja kamu? Apakah kamu yang telah mengundangnya datang ke rumah ku? " tanya Bibi Xu sambil duduk di kursi menghadapi TV di ruang keluarga.


"Benar, aku tak kenal dia dan juga bukan aku yang mengundangnya datang ke rumahmu tapi Dan Dan si manusia indigo dadakan itu yang entah darimana ia memungut hantu itu di jalan dan mengundangnya datang ke rumahmu, Bibi Xu. " jawab Yang Xi Xi jujur dan kesal terhadap Bibi Xu.


"Astaga, Liu Dan.. Dia itu selalu saja bawa pulang makhluk halus ke rumahku! Apa dia pikir kalau rumahku ini adalah rumah penampungan hantu jalanan ya??! " teriak Bibi Xu sambil melempari bunga-bunga krisan putih ke segala tempat di ruang keluarganya.


Yang Xi Xi segera kabur dari Bibi Xu untuk pergi ke desanya Liu Dan atau lebih tepatnya ke rumah tua leluhur Liu. Disana, Yang Xi Xi membantu Liu Dan menghadapi sepupunya yang gila harta dan jahat dengan mencekik mati sepupunya Liu Dan dengan bantuan dari hantu pembantu Liu Fung yang bernama Achiu.


"Xi Xi, terimakasih banyak atas bantuanmu.. " kata Liu Dan memeluknya dengan tulus.


"Dan Dan, kau jangan seperti ini kepadaku nanti aku akan jatuh cinta kepadamu. " kata Yang Xi Xi nada jahil kepada Liu Dan yang segera menjauh dari Yang Xi Xi.


"Apa maksudmu, Xi Xi? " tanya Liu Dan dengan nada galak sekali kepada Yang Xi Xi.


"Tak ada maksud apa-apaaaaa...! " teriak Yang Xi Xi lari dari Liu Dan yang jauh lebih menakutkan daripada hantu manapun juga dalam hal sifat galaknya itu.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2