
Desa Leluhur Wu merupakan sebuah desa kecil yang dahulunya adalah tempat tinggal Billy Wu sebelum pria itu meninggal dunia dan menjadi hantu gentayangan yang berjumpa dengan Yang Xi Xi dan kawan-kawan yang kini membantunya untuk melepaskan diri dari kemelekatan duniawi supaya Billy dapat meninggalkan dunia dengan tenang.
"Xi Xi, aku sudah bertemu dengan Istri dan anak ku di dalam mimpi mereka dan sekarang aku bisa pergi ke alam akhirat dengan jiwa tenang." kata Billy Wu di sebuah tepi sungai yang telah terhubung dengan alam lain karena cahaya yang bersinar di tubuh Billy Wu sebagai arwah yang akan memasuki alam akhirat untuk reinkarnasi.
"Iya, Billy, pergilah dengan tenang., dan aku disini bersama dengan teman-teman kita akan selalu mendoakanmu. " kata Yang Xi Xi dengan senyum cerah dibibirnya.
"Iya, terimakasih atas bantu kalian semua..! Aku pergi yaaa....! " teriak Billy Wu begitu dirinya telah tersedot masuk ke alam akhirat yang langsung tertutup kembali begitu Ia telah lenyap dari depan mata para sahabatnya di tepi sungai desa leluhur Wu.
William Hung duduk di atas batu karang. "Xi Xi, sekarang giliran aku yang harus kamu bantu untuk aku bisa pergi ke alam akhirat dengan jiwa yang tenang. " katanya sambil nangis tanpa airmata dan suara.
"Kita harus pergi ke desa leluhur Hung untuk aku bisa membantu kamu dalam menyelesaikan apa yang telah mengganggu kamu selama ini, Wil." kata Yang Xi Xi yang telah melihat masa lalu dari William Hung melalui tatapannya yang fokus pada kening William Hung di depannya.
"Gunung Hung adalah tempat tinggal William di masa hidupnya dan ia meninggal dunia pada tahun 1977 karena terkubur di terowongan bawah tanah ketika ia sedang bekerja sebagai pekerja tambang. Hal yang harus kita lakukan adalah mencari tulang belulang nya untuk kita semua bisa menguburkannya dengan layak agar arwahnya bisa reinkarnasi kembali. " kata Jerry Long yang telah melihat masa lalu William Hung dari kening William Hung yang terbuka oleh mata batin Yang Xi Xi.
"Benar sekali katamu Jerry Long, cuma kita juga harus mencari kekasihnya yang jasadnya hilang dari reruntuhan terowongan bawah tanah di pegunungan Hung, karena kekasihnya adalah kunci kebahagiaannya yang telah hilang darinya semenjak ia meninggal dunia dan menjadi hantu penasaran seperti kita semua. " kata Felicia yang selalu bicara blak-blakan di depan semua teman mereka.
"Kekasihnya dimana? Apakah ia juga seorang hantu seperti kita? " tanya Leticia yang tidak lihat adanya jasad lain di terowongan bawah tanah di pegunungan Hung melalui mata batin Yang Xi dan.
__ADS_1
"Dia sudah menjadi hantu juga cuma kita tidak tahu dimana ia berada saat ini. " jawab Yang Xi Xi dengan nada yakin.
"Kita bisa menemukannya dengan cara kita gali lubang jasadnya berada. " kata Jerry Long yang selalu memberikan ide untuk membantu Yang Xi Xi dan kawan-kawan mereka.
"Kau pintar sekali, Jerry. Ayo kita segera pergi ke pegunungan Hung untuk sahabat kita.. " kata Yang Xi Xi yang telah lenyap dari tepi sungai di desa leluhur Wu.
Mereka muncul di pegunungan Hung yang telah memperlihatkan lubang yang tertutup bebatuan gunung sehingga tak ada seorangpun yang bisa mendatangi gua di pegunungan Hung.
"Kita bisa masuk ke gua pegunungan Hung.. " kata Yang Xi Xi menembus masuk tanpa kepala dan tubuhnya membentur dinding dan bebatuan gunung Hung. Semua temannya mengikutinya lalu menemukan tulang belulang William Hung di dalam gua itu yang kemudian dikumpulkan oleh mereka.
"William, apakabar kamu sekarang ini setelah kita telah meninggal dunia? " sapa hantu perempuan itu dengan suaranya yang sangatlah mengerikan kepada William Hung.
"Er Ping, kabarku sangat baik sekali dan tidak seperti kamu yang sama sekali berbeda dengan Er Ping yang dulu pernah aku kenal dan cintai di masa hidupku.. " jawab William Hung yang telah memberitahukan rahasia pribadinya kepada Yang Xi Xi melalui batinnya yang terbaca oleh Yang Xi Xi.
"Wanita itu bukanlah kekasih yang baik untuk lelaki baik seperti William Hung, karena dia telah berzina dengan rekan kerja mereka di masa lalu yang menyebabkan kematian tak wajar bagi William Hung, dan ia meninggal dunia akibat dari dosanya sendiri. " kata Yang Xi Xi dengan sinar matanya menembus hantu penasaran di depan sepasang matanya dan teman-temannya.
"William, kau keterlaluan telah membuka rahasia masa lalu kita kepada teman-temanmu yang luar biasa kurang ajar.. " kata hantu penasaran itu yang menyerang mereka dengan bebatuan yang berada di sekitar mereka namun Yang Xi Xi dan teman-teman telah menampar hancur bebatuan itu bahkan Yang Xi Xi menerjang dengan tangan kanannya telah mencekik hancur hantu itu.
__ADS_1
Kreesss!
"Xi Xi..Kau telah membunuhnya untuk aku.. Ahh, aku merasakan kebahagiaan luarbiasa sampai aku ingin memelukmu namun aku tak bisa sebab kamu sudah mempunyai kekasih yang selalu ada untukmu.. " kata William Hung menangis di depan Yang Xi Xi dan teman-temannya sebelum menghilang dari pandangan mata Yang Xi Xi dan teman-temannya untuk selamanya.
"Selamat jalan William Hung sahabat terbaikku di seluruh dunia Arwah.. " kata Yang Xi Xi yang telah tersedu-sedu sambil menguburkan tulang belulang William Hung bersama dengan teman- temannya yang mengelilingi kuburan di dalam gua pegunungan Hung.
Kemudian Yang Xi Xi dan teman-temannya telah kembali ke kota Shanghai. Dimana Yang Xi Xi di kejutkan dengan kedatangan tamu istimewanya di rumah apartemennya yaitu Chen Seng kekasih hatinya.
"Aseng.. Kau datang ke rumahku? " sapa Yang Xi Xi langsung memeluk kekasihnya dengan hati bahagia.
"Iya, karena aku merindukanmu setelah lima hari kita tidak berjumpa. " jawab Aseng membelai lembut rambutnya yang indah.
"Oh, manis sekali kata -katamu kepadaku, kamu membuat aku tak pernah bisa menjauhkan diri darimu, Aseng. " kata Yang Xi Xi merapatkan diri dipelukan Aseng yang telah menggendongnya masuk ke dalam ruangan rumah apartemennya sampai Felicia dan Leticia juga Jerry Long tahu diri untuk meninggalkannya bersama dengan kekasihnya di rumahnya sendiri.
Aseng menaruhnya di sofa panjang warna hijau tosca di ruang tamu sambil mengambil remot TV dan mereka menikmati tontonan akhir pekan yang menyenangkan bersama-sama tanpa ada gangguan sama sekali. Aseng bahkan sesekali memberikannya ciuman lembut dibibirnya yang membuatnya semakin terlena dengan cinta yang tulus dari Aseng untuknya.
Bersambung!!
__ADS_1