Giok Berdarah

Giok Berdarah
Bab 29.


__ADS_3

Ase mengernyitkan keningnya mendengar nada suara tinggi dan serius dari Aseng yang tidak suka Yang Xi Xi ikut menemaninya pulang ke rumahnya.


"Lho kenapa kamu melarang Xi Xi ikut menemani aku pulang ke rumah ku? Kau tenang saja kami tak akan melakukan apa-apa. " kata Ase nada bingung dengan sikap Aseng yang posesif sekali terhadap Yang Xi Xi.


"Karena dia seorang wanita dan tidak pantas untuk menemanimu pulang ke rumahmu apapun alesannya, Ase. " jawab Aseng yang tanpa peduli dengan ekspres wajah Ase. Pemuda ini telah mengajak Yang Xi Xi untuk naik ke bus di halte depan toko buku Fan.


Ase yang termangu di teras toko buku Fan hanya bisa berdiri di tempatnya dengan wajahnya amat memelas sekali sampai munculnya seorang pria muda tampan yang entah darimana datangnya telah berdiri di sampingnya.


"Ase... " panggil arwah laki-laki itu yang sangat mengejutkan Ase yang terpaku di tempatnya lalu arwah itu mengulurkan tangannya ke leher Ase.


Namun sosok wanita cantik telah menarik lepas tangan arwah itu dari leher Ase yang membuat Ase langsung lari masuk ke mobilnya yang telah terparkir di depan tokonya dan melajukan mobil ke jalan raya dengan kecepatan tinggi.


"Hantu wanita sialan kau menganggu urusanku saja...! " bentak arwah laki-laki itu dengan sinar matanya yang sangat bengis kepada arwah wanita di depannya.


"Emmm, aku takkan pernah membiarkanmu atau temanmu untuk mencoba menyakiti sahabat dari temanku.. "kata Leticia yang menggunakan cakaran tangannya menerjang arwah laki-laki itu yang memekik kaget lalu melompat mundur dan kabur dari depan Leticia.


Wheeeezzz!


Leticia melayang cepat mengikuti mobil Ase ke sebuah perumahan mewah di salah satu daerah di Kota Shanghai. Di sana ia mengamati Ase yang turun dari mobil dengan gemetaran pada kedua lutut kaki pemuda itu. Ia segera berjalan ke dekat Ase yang terperanjat dengan kehadiran nya.


" Jangan takut, aku adalah temannya Yang Xi Xi yang akan menggantikannya untuk menemani kamu mencari jasad istrimu di dalam lemari es di kamar pribadi istrimu." kata Leticia dengan sikap bersahabat kepada Ase.

__ADS_1


"Ouh, kau teman hantunya Yang Xi Xi? Ehhh, apa kamu takkan pernah menyakiti aku yang hanya seorang pria manusia biasa? " tanya Ase yang menahan rasa takutnya melihat arwah wanita di depannya.


"Tidak, aku takkan pernah menyakiti kamu, jadi kamu percaya kepadaku.Mari kau temani aku untuk masuk ke kamar istrimu. " jawab Leticia di depan Ase dengan sikap ramah sekali.


"I.. Iya.. Ayo.. " kata Ase bergegas menuju ke arah dalam rumahnya lalu menaiki tangga untuk menuju ke ruangan lantai atas dan berbelok ke lorong kiri yang ada patung Dewa Zeus di sudut lorong tersebut. Dimana ada sebuah kamar tidur yang pintunya selalu terkunci. Ia pun menunjuk ke kamar itu untuk Leticia yang telah menembus pintunya dan membukakan pintu untuk Ase dari dalam.


"Aroma anyir masih menyengat sekali.. " kata Leticia yang mengangkat lemari es di kamar itu dan membukanya dengan kasar sehingga pintu lemari es jebol oleh tangannya dan terlihatlah jasad istri dari Ase yang bernama Qiao Qiao.


"Astaga... "


"Ase, kita harus memakamkannya segera agar jiwanya tenang di alam akhirat setelah kamu memanggil para pemuka agama untuk bacakan doa untuknya juga keluarga kalian. " kata Leticia memberikan arahan kepada Ase.


Ase menghubungi keluarganya, tim dokter dan tim kepolisian juga tim doa untuk membantu proses pemakaman Qiao Qiao berjalan dengan lancar yang dilakukan pada keesokan harinya.


" Ase, kau harus tabahkan hatimu yang harus menerima kenyataan bahwa kamu harus melihat istrimu pergi untuk selamanya dengan cara yang seperti ini. "kata keluarga istrinya dengan tulus dan tidak menyalahkannya tentang peristiwa ini.


" Iya, Mama dan Papa mertua terimakasih. "kata Ase membungkukkan badannya untuk ucapkan terimakasih kepada keluarga istrinya.


" Ase, kau masih terlalu muda untuk kehilangan istrimu secepat ini.., hhh kami sebagai orangtua mu akan membantumu untuk menemukan gadis yang lain untuk menggantikan posisi istrimu di rumahmu dan hidupmu, Anakku sayang. "kata Papa dan Mamamya yang memberikan pelukan hangat kepadanya.


" Ma.. Pa.. Ase masih ingin sendiri saja dahulu sampai Ase bisa melupakan kesedihan dihati Ase dan membuka hati untuk seorang gadis lain yang akan menggantikan posisi Qiao Qiao di hati dan rumah Ase. "kata Ase menahan kepedihan hatinya untuk orangtuanya tidak mencemaskan dirinya.

__ADS_1


" Iya, Ase, jagalah dirimu baik-baik ya, sekarang Mama dan Papa harus segera pulang ke rumah leluhur Fan di desa kita. "kata Mamanya yang mencium dahinya sebelum meninggalkannya di pemakaman istrinya.


Yang Xi Xi memayungi Ase dengan payung yang melindungi mereka berdua dari sinar matahari yang menyorot dan bisa membakar Yang Xi Xi juga menghitamkan kulit putih Ase.


" Ase, ku turut belasungkawa atas meninggalnya Qiao Qiao istrimu dengan tulus mendoakannya bisa reinkarnasi dalam wujud seorang wanita manusia yang sempurna di kehidupannya yang baru. "kata Yang Xi Xi tulus.


" Xi Xi, sebenarnya siapa dirimu? Kenapa kamu begitu tertutup seperti ini di waktu siang hari di musim panas yang sangat terik? " tanya Ase di depan Yang Xi Xi yang berpenampilan begitu rapat sekali seperti alien saja.


"Aku seorang Yang Xi Xi. Ya, karena aku takut kulit ku terbakar matahari yang sangat panas.. " jawab Yang Xi Xi tersenyum di balik cadar hitam yang menutupi wajahnya.


"Ahhh, lalu kenapa kamu bisa mempunyai teman seorang hantu bernama Leticia? " tanya Ase yang mengambil gagang payung di tangan Yang Xi Xi untuk gantikan gadis itu memayunginya dan gadis itu juga sambil melangkah turun dari tangga di kawasan pemakaman secara pelan -pelan.


"Ya, karena aku adalah anak indigo sejak kecil. " jawab Yang Xi Xi sambil mempercepat langkah nya menuju ke mobil Ase yang sudah dibuka oleh Ase untuknya.


"Ouh, pantas saja kau bisa melihat arwah Qiao Qiao juga mempunyai teman hantu Leticia." kata Ase sambil melajukan mobil meninggalkan area atau kawasan pemakaman.


Di depan tangga gedung asrama putri terlihatlah Aseng yang sedang menunggu kepulangan Yang Xi Xi dengan sikap tak sabar untuk memberikan sekuntum bunga mawar merah untuk gadis yang ingin di raihnya itu. Namun, Aseng melihat Yang Xi Xi pulang di antarkan oleh Ase dengan mobil Ase sehingga Aseng merasakan cemas kalau ia gagal untuk meraih Yang Xi Xi di hari itu.


Yang Xi Xi melihat kehadiran Aseng yang sedang menunggunya di tangga depan gedung asrama putri tempat tinggalnya segera keluar dari mobil Ase dan pamit kepada Ase yang tahu bahwa ia harus menerima kenyataan bahwa Aseng teman baiknya itu menyukai Yang Xi Xi dan ingin sekali menembak Yang Xi Xi. Maka, Ase melajukan mobil ke arah jalan raya meninggalkan kawasan gedung asrama putri.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2