Giok Berdarah

Giok Berdarah
Bab 41.


__ADS_3

Aseng mematuhi perkataan Yang Xi Xi untuk ia menatap langit di malam hari dari teras rumah Bibi Xu, dan ia melihat kilasan-kilasan kehidupan percintaannya dengan Yang Xi Xi secara jelas sebelum ia nyaris melupakan kekasihnya yang di sebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dirinya pahami.


"Xi Xi,Aku meminta maaf atas sikapku yang telah menyakiti hatimu karena Aku tak tahu apa yang telah terjadi pada diriku belakangan ini namun aku tahu bahwa aku masih mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan ragaku." kata Aseng merangkul Yang Xi Xi dengan erat lalu mendaratkan bibir merahnya di bibir halus Yang Xi Xi.


"Tak apa, Aseng. Aku selalu memahamimu." kata Yang Xi Xi membalas rangkulan Aseng.


"Xi Xi, bagaimana kalau kita menikah di catatan sipil dahulu sebelum kita mengunjungi rumah keluargaku di desa leluhur Chen?" tanya Aseng di pelukan Yang Xi Xi.


"Ya, Aseng. Aku mau sekali bisa menikah dengan kamu kapanpun dan dimanapun asalkan aku bisa selalu bersamamu." jawab Yang Xi Xi nada lembut kepada Aseng.


"Kalau begitu marilah kita berdua segera pergi dari rumah Bibi Xu dan menyelesaikan urusan pribadi kita berdua." kata Aseng meraih jemari Yang Xi Xi lalu di ajaknya keluar dari rumah Bibi Xu pada malam hari itu juga.


Dan, pada pagi hari menjelang siang di sebuah kantor catatan sipil pernikahan kota Shanghai. Aseng dan Yang Xi Xi mendaftarkan diri mereka untuk menikah secara resmi di kantor catatan sipil tersebut.Dimana Aseng yang menyematkan cincin berlian pernikahan kepada jemari Yang Xi Xi.


"Xi Xi..Kau dimulai dari hari ini telah sah menjadi istriku dan begitu juga dengan diriku yang telah sah menjadi suamimu. Kita berdua selamanya tak pernah terpisahkan sampai kapanpun jua." kata Aseng membuka cadar pengantin yang di kenakan oleh Yang Xi Xi di ruang kantor catatan sipil pernikahan.Lalu, Aseng mencium bibir Yang Xi Xi dengan kelembutan yang selalu dirindukan oleh Yang Xi Xi selama ini.


"Terimakasih atas cintamu kepadaku, Aseng.Aku pasti akan menjaga hatimu untukku selamanya." kata Yang Xi Xi membalas ciuman hangat dari Aseng padanya.

__ADS_1


Mereka berdua meninggalkan kota Shanghai di hari itu juga untuk berbulan madu di kota Ningbo selama beberapa satu bulan. Disana Yang Xi Xi memberikan sentuhan kasihnya kepada Aseng yang telah sah menjadi suaminya.


"Xi Xi,lihat suasana di kota ini sangatlah indah di hatiku seperti kamu yang selalu indah di kedua bola mataku." kata Aseng yang tak menyadari bahwa aura kehidupannya sendiri perlahan- lahan menipis seiring dengan berjalannya waktu ia bersama dengan Yang Xi Xi.


Yang Xi Xi sendiri yang terlanjur cinta terhadap Aseng tak pernah mempedulikan akan nasibnya di akan datang apabila langit akan menghukum dirinya karena ia mencintai seorang manusia.Ia menatap sepasang bulu mata lentik Aseng yang masih menutupi sepasang mata yang indah itu di pagi hari berikutnya.Ia merasakan dirinya akan dihukum penjara neraka apabila ia tak bisa untuk menghentikan perasaannya terhadap Aseng.


Di saat yang bersamaan sebuah peristiwa yang mengejutkan hatinya datang dari Liu Dan teman baiknya yang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya menuju kota Shanghai dari kota Hangzhou. Ia dapat melihat penyebab utama dari kecelakaan yang menimpa Liu Dan adalah perbuatan Liu Fung hantu kakak kembar Liu Dan yang ingin membalas dendam terhadap Liu Dan.


Ia pun segera menghilang dari tempat tidur di kamar hotel ketika Aseng masih terlelap dengan nyaman untuk menyelamatkan Liu Dan dan Liana istri dari temannya itu.


Yang Xi Xi menelepon ambulans terdekat untuk membawa kedua orang temannya ke rumah sakit terdekat. Disanalah, Ia menyelamatkan dua orang bayi kembar dari kedua orang temannya itu juga menyelamatkan istri dari Liu Dan meski dia tak bisa menyelamatkan kaki kanan Liu Dan yang harus di amputasi untuk menyelamatkan nyawa temannya itu.


"Tak apa,Xi Xi.Karena aku tak pernah peduli akan keselamatan diriku sendiri. Hal ini disebabkan karena aku jauh lebih mempedulikan istri dan dua orang bayiku." kata Liu Dan saat Yang Xi Xi menemuinya di ruang pasiennya pada hari yang berikutnya. Dimana Yang Xi Xi datang ke rumah sakit bersama dengan Aseng yang mengejutkan hati Liu Dan adalah wajah Aseng pucat bagaikan wajah mayat saja.


"Dan Dan,syukurlah kamu baik-baik saja." kata Aseng memeluk Liu Dan yang melihat Aseng di depannya begitu rapuh.Sedangkan Yang Xi Xi di depannya semakin bersinar-bersinar dan aura hantunya hampir tak ada lagi di wajah cantik dan manis sahabat hantunya itu.


"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Aseng, Xi Xi? " tanya Liu Dan pada suatu hari sesudah Ia diizinkan untuk keluar dari rumah sakit oleh tim dokternya.

__ADS_1


"Kami sudah menikah, Dan Dan." jawab Yang Xi Xi memalingkan wajahnya dari Liu Dan.


"Apaaaa?? Xi Xi! Apa kamu sudah gila dengan kamu menikahi Aseng yang merupakan seorang pria manusia biasa? " tanya Liu Dan nada keras dan tegas kepada Yang Xi Xi.


"Aku memang sudah gila karena cinta, Dan Dan. Aku tahu bahwa Aku akan membunuhnya karena cinta ku yang terlarang oleh alam semesta tapi aku tak pernah sanggup menjauhkan diriku dari perasaanku ini. Dan Dan,ku mohon kamu dapat mengerti diriku." jawab Yang Xi Xi membalikkan badannya untuk menghadapi Liu Dan.


"Xi Xi.. " kata Liu Dan menghela napas panjang di depan Yang Xi Xi.


"Dan Dan, jangan kau ikut campur urusan pribadi aku dan Aseng. Fokus saja pada urusanmu dan Liana." kata Yang Xi Xi nada tegas kepada Liu Dan.


Liu Dan terdiam di tempatnya sesudah melihat betapa keras kepalanya Yang Xi Xi sahabatnya itu. Ia pun memilih untuk membiarkan Yang Xi Xi melakukan apapun yang diinginkan oleh sahabat sejatinya itu apalagi setelah Yang Xi Xi dengan sangat baik sekali membantunya untuk tangani Liu Fung hantu kakak kembarnya yang akhirnya di kirim ke neraka untuk diadili di pengadilan di alam akhirat.


Yang Xi Xi yang tak mau Liu Dan ikut campur di dalam urusannya dengan Aseng telah menutup mata batin Liu Dan secara sepihak saja.Ia harus menjalani kehidupan cintanya pada Aseng tanpa bantuan dari Liu Dan.


"Jerry Long apa yang sudah kamu lakukan di sini dengan menyamar sebagai Liu Dan seakan -akan ia bisa melihatku kembali? " tanya Yang Xi Xi marah kepada teman hantunya yang terjatuh di lantai depan gedung apartemen tempat ia dan Liu Dan tinggal.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2