
Yang Xi Xi dan Liu Dan tiba di gudang lama yang berada di kawasan rumah leluhur Chen.Mereka berdua sudah berhadapan dengan Arwah ayah mertua masa lampau Yang Xi Xi yang bernama Gong Jun.
Mereka juga melihat kehadiran Ase yang terlihat pucat di gudang tersebut.Liu Dan menghampiri Ase dengan perlahan-lahan seraya menatap Ase dengan kelembutan seorang ayah terhadap anak laki-laki nya sendiri.
"Ase.. "panggil Liu Dan mengangkat tangan agar dapat menyentuh sahabatnya yang ternyata adalah anak masa lampau nya dengan Wu Yin Yin atau Yang Xi Xi.
Ase merasakan hawa dingin saat sesuatu yang tak pernah dirasakannya itu mendekatinya dan ia lebih mengkhawatirkan keselamatan seseorang yang tergeletak di sampingnya.
"Yu Chen Chen kau bangunlah." kata Ase meraih jemari gadis remaja cantik yang meringkuk di sampingnya.
"Kak Ase, kita berada di mana sekarang? Siapa mereka?" tanya Yu Chen Chen nama gadis cantik kekasih baru Ase dengan ketakutan melihat ada lima orang laki-laki berwajah garang yang duduk di bangku panjang mendampingi seorang pria tua berwajah lembut namun sinar matanya amat kejam.
"Di gudang tak pernah ku kenal dan mereka itu adalah orang-orang hina yang tak berani untuk menghadapi Papaku yang memiliki usaha lebih besar dan baik daripada orang pengecut itu." jawab Ase menatap tajam kepada pria tua yang berdiri di atas tubuhnya dan tangan pria tua itu memegang pipa cerutu yang masih mengepul di lubang pipa cerutu itu.
"Bocah cepat kau hubungi orangtuamu jika kamu ingin nyawa mu selamat..! " ancam pria tua itu dengan pipa cerutu di tangannya diarahkannya kepada Ase yang melindungi Yu Chen Chen yang meringkuk di belakang pemuda tampan itu.
"Huh, Aku tidak takut untuk mati.. " kata Ase.
Pipa cerutu itu melayang dari depan sepasang mata Ase sampai pria tua itu terkejut dengan apa yang dilihatnya itu dan ia segera mundur ke belakang karena didepan Ase telah berdiri Yang Xi Xi atau Wu Yin Yin.
"Gong Jun.. " panggil Yang Xi Xi menyeringai di depan Gong Jun yang bersiul dan muncullah lima puluh hantu berwajah seram yang bersiap untuk menghadapi Yang Xi Xi.
"Wu Yin Yin, kau berani juga untuk menghadapi aku di tempat perzinahan mu dahulu bersama laki-laki bejat di dekat manusia bodoh itu." kata Gong Jun nada mencemooh kepada Yang Xi Xi di depannya.
__ADS_1
Liu Dan menerjang Gong Jun yang kaget sekali di tendang keluar dari gudang oleh Liu Dan yang telah marah besar terhadap musuh lamanya dan Yang Xi Xi.
"Xi Xi, kau hadapi mereka di gudang dan biarkan Aku yang akan menghadapinya." kata Liu Dan di luar gudang.
Gong Jun melayang mundur ke belakang dengan senyuman kejamnya ditujukan untuk Liu Dan di depannya namun ia dikejutkan oleh sosok Gong Ju putranya yang reinkarnasi menjadi Aseng.
"Gong Ju.. Kauuu...? "
"Diam kau.. Aku bukan anakmu.. "desis Aseng.
Aseng rupanya meminta izin dari Bibi Xu untuk mengeluarkan Arwahnya dari tubuhnya agar ia bisa membantu Yang Xi Xi dan Liu Dan dalam menghadapi Gong Jun dan antek-antek.
" Aseng,seharusnya kamu jangan ikut campuri urusan kami.. "kata Liu Dan yang mencemaskan sahabatnya.
"Aseng,kau bisa membantu kami dengan cara kau harus menyelamatkan Ase dan Yu Chen Chen dari gudang itu." kata Yang Xi Xi luar biasa tegas kepada Aseng.
Suara tegas Yang Xi Xi membuat Arwah Aseng kembali ke tubuh pemuda ini yang berada di dalam rumah leluhur keluarga Chen sampai Bibi Xu terkejut dengan kemampuan atau kekuatan Arwah Yang Xi Xi.
"Dia bukan sekadar arwah biasa melainkan dia sudah menjadi vampir tingkat tinggi sehingga ia memiliki kekuatan arwah yang sangat besar dan kuat." kata Bibi Xu dalam hatinya.
Sepasang arwah suami-istri keluarga Chen atau orangtua masa sekarang Aseng berkumpul di depan pintu rumah leluhur Chen dengan berdiri untuk membelakangi rumah leluhur Chen untuk melindungi Aseng.
"Keluarga Gong yang merupakan keluarga masa lampau suami Wu Yin Yin telah berdatangan ke gudang atau tempat Wu Yin Yin dan Gong Lang terbunuh di masa lampau mereka." kata Qiao Qiao adik masa sekarang Aseng yang rupanya memiliki kemampuan untuk melihat hal seperti ini atau mata batin.
__ADS_1
"Qiao Qiao,kau harus membantuku untuk bawa Ase dan Yu Chen Chen ke rumah leluhur Chen agar mereka terlindungi dari hawa negatif yang berasal dari para arwah tersebut yang memiliki kemampuan yang berdasarkan kebencian yang besar terhadap Yang Xi Xi dan Liu Dan begitu juga dengan Yang Xi Xi dan Liu Dan yang telah memiliki kemampuan mereka yang berasal dari rasa sakit dan dendam mereka terhadap para anggota keluarga Gong." kata Bibi Xu yang telah memberikan arahan kepada Qiao Qiao.
Aseng dan Qiao Qiao berlari ke gudang dengan wajah mereka begitu pucat namun mereka harus berani untuk menolong Ase dan Yu Chen Chen di gudang.
"Ase.. Kemarilah... "kata Aseng menyambar Ase yang menyambar Yu Chen Chen dengan cepat lalu mereka berlari kembali ke rumah leluhur Chen dengan tepat waktu sebelum Arwah paling kuat dan kejam di pihak keluarga Gong datang ke gudang itu.
" Duduklah di depan meja altar Dewi Kuan Im di dekat kami."kata Bibi Xu membantu Yu Chen Chen dan Ase duduk di dekatnya.
"Apa yang telah terjadi di sini? Kenapa tubuhku terasa panas sekali..? " tanya Ase yang merintih kepanasan dan kesakitan seakan-akan tubuhnya di tusuk-tusuk jarum panas sekali.
"Keluar kau dari dalam raga Ase! Hantu kejam..! " bentak Bibi Xu yang melemparkan abu dupa di sekujur tubuh Ase lalu terdengar suara mencicit yang begitu menyedihkan dari dalam raga Ase.
Hantu kejam itu adalah Nyonya besar Gong yang dipaksa keluar dari raga Ase oleh kekuatan yang berasal dari Dewi Kuan Im yang duduk di altar di bawah raga Ase berada.
"ARGGHHH...!! Tidakkk...!" pekik kesakitan arwah kejam itu yang terjatuh ke kolam api neraka avici dan hancur seketika itu juga.
Arwah Ase yang asli berada di dekat Liu Dan di luar gudang dan arwah itu begitu kecil dan rapuh sekali sehingga Liu Dan merasakan hatinya ini terenyuh melihat arwah bayi mungilnya sendiri di dekatnya.
"Anakku.. " panggil Liu Dan memeluk bayi mungil di dekatnya.
"Ayah.. " panggil bayi mungil yang menangis tak mengeluarkan airmata melainkan darah yang mengucur deras dari sepasang mata dan mulut, kedua telinga, kedua lubang hidung dan perut yang masih tergantung urat bayinya di perutnya yang mungil itu.
Bersambung!
__ADS_1