Giok Berdarah

Giok Berdarah
Bab 37.


__ADS_3

Arwah Kakek moyang Chen Seng atau Aseng di depan rombongannya itu mengangkat alisnya usai mendengar perkataan dari Yang Xi Xi yang menyebutnya sebagai ayah mertua hantu cantik jelita itu di masa lalu.


"Hantu centil aku bukan ayah mertua masa lalu mu tetapi aku ini Kakek moyang Chen Seng atau Aseng pemuda manusia yang kau goda itu.. " kata Arwah kakek moyang Chen Seng dengan nada tegas dan wajahnya menyakinkan Yang Xi Xi.


"Tak mungkin aku salah mengenali makhluk hina seperti mu yang dahulu pernah mencelakai ibuku dan keluargaku dengan alasan hutang dagang yang memaksa mereka untuk menjual aku ke perbudakan lalu di beli oleh anakmu sendiri yang jatuh cinta kepada aku dan menikahi aku tetapi keluargamu selalu menganiaya diriku sampai aku meninggal dunia dalam usia ku masih lima belas tahun dan dalam keadaan hamil muda. " kata Yang Xi Xi nada begitu penuh dendam pada arwah kakek moyang Chen Seng.


"Tsk, kau sudah salah mengenalku meskipun aku memiliki wajah yang mirip dengan ayah mertua mu dahulu namun aku bukanlah dia. " kata arwah kakek moyang Chen Seng menjelaskan kepada Yang Xi Xi.


"Baik, aku akan menerawang masa lalumu agar aku tidak salah untuk mengenali orang dan tak salah untuk membunuh arwah ayah mertua ku dahulu. " kata Yang Xi Xi dengan sinar matanya yang berkilauan telah menerobos masuk ke dalam ingatan masa lalu Arwah kakek moyang Chen Seng.


Yang Xi Xi melihat pria itu dahulunya adalah tuan tanah di kota Luoyang era Dinasti Ming kuno dan dikehidupan lainnya adalah seorang pemain teater di era revolusi atau awal kemerdekaan Republik Tiongkok, lalu di kehidupan yang sama dengan masa lalu Yang Xi Xi adalah seorang pria kembaran ayah mertua Yang Xi Xi dengan nama Gong Sun sedangkan ayah mertua Yang Xi Xi di masa lalu adalah Gong Jun dan suaminya Yang Xi Xi dimasa lalu bernama Gong Xiang.


"Ahh, kau benar bukan dia namun kau tetaplah musuhku yang harus mendapatkan pembalasan dendam dariku. " kata Yang Xi Xi menyerang ke arah arwah kakek moyang Chen Seng atau Aseng di kehidupan sekarang ini bernama Chen Long dengan lompatan tinggi.


Chen Long menyuruh arwah keluarganya dan teman-temannya menjauhkan diri mereka dari dirinya yang diserang oleh Yang Xi Xi , dan ia tak pernah merasa takut terhadap Yang Xi Xi yang di nilainya sudah merusak masa depan Aseng cucu kesayangannya itu.

__ADS_1


Chen Long mengeluarkan tinjunya untuk Chen Long bisa menangkis serangan-serangan Yang Xi Xi namun ia dikejutkan oleh sinar cahaya yang jatuh di antara dirinya dengan Yang Xi Xi yang berasal dari kedatangan para Dewa penjaga alam akhirat yang membawa buku kematian di telapak tangan para Dewa itu.


"Chen Long, Gu Fei, Yang Lang, Guo Ling giliran kalian untuk melintasi Sungai alam akhirat yang berarti waktu kalian di alam bumi ini telah berakhir dan harus menjalani sejumlah sidang kebaikan dan kejahatan yang telah kalian semua lakukan di masa hidup kalian di pengadilan alam akhirat. " kata para Dewa penjaga alam akhirat yang menyebutkan nama-nama arwah yang harus ikut pergi ke alam akhirat dari pemakaman di pinggiran kota Shanghai.


"Ah, baiklah. "kata Chen Long menghela napas.


" Ayahhhhh.. "panggil arwah ayah kandung Chen Seng atau Aseng yang bernama Chen Lang dari sisi lain pemakaman.


" Lang, jaga dirimu dan ibumu dengan baik-baik ya setelah Ayah tidak ada lagi di dunia ini, dan ingatlah kamu harus mencegah hantu centil itu mendekati Aseng dan menjerat Aseng dengan cinta yang tak masuk akal sehat."pesan Chen Long kepada putranya.


"Suamiku.. " kata Chen Lan menangis tanpa air mata mengantarkan kepergian suaminya untuk selamanya dengan teman-temannya yang lain.


"Siapa bilang perumahan kita tak ada penghuni nya lagi? Bukankah sudah ada tiga orang baru di ujung kanan komplek perumahan kita ini? " tanya Chen Lan nada ketus kepada Yang Xi Xi.


"Emm, jumlah penduduk di perumahan kita ada berapa sekarang? " tanya arwah yang rumahnya atau makammya di sebelah kiri makam Chen Lan.

__ADS_1


"Su Mi, kau bisa tanyakan kepada rukun warga dan rukun tetangga perumahan abadi kita untuk kau bisa mengetahui berapa banyak warganya sekarang ini. " kata arwah lainnya yang sedang menunjuk ke arah Yang Xi Xi.


"Eh, aku bukan Rukun warga dan rukun tetangga perumahan kita, aku cuma Yang Xi Xi penghuni paling lama di sini. " kata Yang Xi Xi nada ringan sekali.


"Ah, sama saja tak ada bedanya bagiku tentang dirimu itu rukun warga dan rukun tetangga atau penghuni paling lama di sini, Yang Xi Xi. Bagiku, kamu adalah pengkhianat yang telah membuat kami kecewa dengan kelakuanmu yang telah menjerat Aseng cucuku." kata Chen Lan dengan nada keras kepada Yang Xi Xi.


"Chen Lan, aku mencintai Aseng bukan karena aku ingin menjeratnya melainkan karena aku ingin membahagiakan hidupnya dengan cintaku untuknya. " kata Yang Xi Xi dengan nada yang meluruskan dari perkataan negatif dari Chen Lan kepadanya.


"Sama saja, Yang Xi Xi. Kau itu adalah hantu bukan manusia, dan hubungan cinta antara hantu dan manusia adalah dosa yang sangatlah bertentangan dengan hukum alam semesta.Kau akan membunuh Aseng cucuku, dan kau pun akan dihukum penjara abadi seumur hidupmu di dunia arwah oleh Dewa Alam akhirat." kata Chen Lan yang mengingatkan Yang Xi Xi tentang dosa yang dibuat oleh Yang Xi Xi terhadap Aseng.


"Chen Lan, aku sudah menyerahkan kesucianku kepada Aseng yang berarti aku adalah miliknya dan dia milikku, maka kami tidak akan pernah terpisahkan oleh apapun jua di dunia ini. " kata Yang Xi Xi keras kepala.


"Kesucian apa maksudmu?Kau sudah mati dan menjadi hantu abadi dan lagipula kamu sudah pernah menikah dan hamil meskipun kau tak pernah melahirkan anakmu yang sudah lama meninggal dunia bersamamu di rahimmu saat kau meninggal dunia dahulu. " kata Chen Lan.


"Mmmm,ya.. Aku penasaran sama anakmu itu sekarang berada di mana? " tanya hantu lainnya kepada Yang Xi Xi.

__ADS_1


"Sudah reinkarnasi menjadi manusia sejak dua ratus tahun lalu." jawab Yang Xi Xi tiba-tiba sedih memikirkan anaknya yang belum pernah di lihat olehnya sejak ia menjadi hantu sekian tahun lamanya.


Bersambung!!


__ADS_2