Giok Berdarah

Giok Berdarah
Bab 23.


__ADS_3

Yang Xi Xi terlihat murung memikirkan Aseng si pria idamannya yang tidak untuk sekian kalinya tak bisa di dekati olehnya sampai dirinya tidak ada waktu untuk bersenang-senang bersama dengan teman-teman nya untuk merayakan hari ulang tahun kematian salah seorang sahabatnya yaitu Jerry Long yang sudah memasuki usia satu bulan.


"Xi Xi, yuk kita jalan ke pesta ulang tahun Jerry Long di tempat paling asyik di seluruh kota ini. " ajak Felicia sudah berpakaian super seksi.


"Aku sungguh malas untuk bepergian untuk ini malam.. Maaf, ya Feli? " jawab Yang Xi Xi nada menyesal tak bisa ikut meramaikan pesta ulang tahun temannya.


"Emm, ya, sudah. Kau harus belajar untuk tenang dan sabar dalam memperjuangkan sesuatu yang ingin kamu raih. " kata Felicia seperti seorang ibu bagi Yang Xi Xi.


"Ya, terimakasih Felicia. Kamu baik banget.. " kata Yang Xi Xi tersenyum ramah kepada Felicia seraya melambaikan tangannya kepada Liu Dan teman manusianya yang baru saja pulang dari kampus.


"Yang Xi Xi selamat malam.. " kata Liu Dan nada lesu sambil melewatinya dengan berjalan terus ke dalam gedung apartemen.


"Eh, kenapa lagi si bocah cilik Liu Dan? " tanya Leticia kebingungan dengan wajah muram dan tatapan mata sayu Liu Dan saat pemuda tampan ini ingin masuk ke dalam lift.


"Entahlah.. Aku akan menanyakannya sekarang juga.. " jawab Yang Xi Xi melayang menembus ke dalam lift dan berdiri di samping Liu Dan.


"Aku sedang mencari cara untuk menenangkan perang dengan Liu Fung, Xi Xi. " kata Liu Dan yang akhirnya menceritakan masalahnya kepada Yang Xi Xi.


"Mmmm, Liu Fung masih mengincar Liana mu, ya? " tanya Yang Xi Xi mengikuti Liu Dan masuk ke unit apartemen pemuda ini.


"Iya, meskipun Aku sudah membawa Liana ke rumah Bibi Xu yang dapat membantuku untuk mengatasinya dan melindungi Liana darinya dan teman-teman nya. " jawab Liu Dan dengan nada muram kepada Yang Xi Xi seraya memasak mie instan di dapur.

__ADS_1


"Emm, Bibi Xu itu siapa? Kenapa aku melihatnya begitu akrab dengan Aseng melalui batinku? " tanya Yang Xi Xi memperhatikan Liu Dan makan mie instan di depannya.


"Oh, dia seorang cenayang kelas atas yang juga merupakan Bibi nya Aseng. Kenapa? " tanya balik Liu Dan.


"Tidak, ada apa-apa, ah pantas saja aku tak bisa mendekati Aseng karena ada jimat di lehernya Aseng yang kemungkinan pemberian dari Bibi Xu itu. " jawab Yang Xi Xi menghela napas tanpa udara di depan Liu Dan.


"Oh, jimat di lehernya Aseng itu bukan dari Bibi Xu melainkan dari Mamanya Aseng sebelum Aseng merantau ke Shanghai untuk kuliah dan karir yang didapatkan oleh Mamanya Aseng dari kelenteng di desa leluhur Chen. " kata Liu Dan menberikan keterangan yang lebih baik untuk Yang Xi Xi.


"Wahhh, pantas saja terlihat bagus di lehernya Aseng yang telah ku lihat belakangan ini di lehernya Aseng. " kata Yang Xi Xi senyum cerah.


"Mmm, kau ingin meminta bantuan aku untuk mengambil jimat di lehernya Aseng untukmu? " tanya Liu Dan sambil menyuap mie instan nya.


"Tentu saja aku tak mau meminta jimat sialan itu yang membuat ku tak bisa mendekati Aseng. Ah, aku justru mau jimat di lehernya Aseng itu di hancurkan untuk keamanan ku bersama pria itu. " jawab Yang Xi Xi mengambil sepasang sumpit dan mangkuk isi mie instan Liu Dan lalu dengan polosnya memakannya sampai habisnya sampai Liu Dan mengambil segelas air putih untuk pria ini menghilangkan rasa kesalnya karena mie instan nya di habiskan oleh Yang Xi Xi si hantu cantik yang hobinya menghabiskan makanannya padahal makanannya itu adalah makanan untuk manusia bukan hantu.


Yang Xi Xi tersenyum-senyum senang menjahili Liu Dan yang menurutnya seperti bayi mungil dan menggemaskan kalau ngambek seperti itu di depannya sambil menikmati makan mie instan di mangkuk lainnya.


*****


Mansion Fan, Shanghai.


Sebuah mobil Lamborghini Aventador memasuki pekarangan mansion yang sangat megah luar biasa dan seorang pemuda tampan melangkah keluar dari mobil itu lalu menaiki tangga yang ada di depannya seraya melemparkan kunci mobil kepada staffnya.

__ADS_1


"Sayangku, apakah kamu sudah pulang dari kampus mu? " sapa seorang gadis cantik yang berdiri di samping pintu utama kepada pemuda tampan itu yang ternyata Fan Se atau Ase.


"Iya, aku sudah pulang dari kampusku." jawab Ase melewati istrinya begitu saja.


"Ah, ya, baiklah, kalau begitu aku akan siapkan makan malam untuk mu, ya? " ucap Qiao Qiao di belakang punggung Ase yang terus masuk ke lift untuk menuju ke lantai atas.


"Tidak perlu, aku sudah makan malam di jalan sebelum pulang dari kampus ku. " kata Ase nada judes kepada istrinya sendiri.


Klingg!


Qiao Qiao menghela napas dalam-dalam melihat suaminya selalu bersikap dingin dan bebicara ketus kepadanya meskipun mereka telah satu bulan menikah dan menjadi suami istri.


"Nyonya muda Qiao Qiao, apakah makan malam untuk Tuan Muda Ase sudah bisa kami siapkan di meja makan di ruang makan? " tanya salah seorang dari staf mansion mereka di belakang Qiao Qiao.


"Tidak perlu, kau buang saja ke tempat sampah atau kamu habiskan saja bersama teman- teman mu.. " jawab Qiao Qiao yang segera melangkah ke lift untuk menuju ke lantai atas atau lebih tepatnya ke kamarnya sendiri.


Ase tak pernah mau berbagi kamar dengannya bahkan Ase juga belum memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani Qiao Qiao sebagai seorang suami terhadap istrinya sendiri. Hal ini membuat hati Qiao Qiao semakin kacau balau dengan hidup bersama dengan suami yang tak pernah mengerti dirinya.


"Ase, kenapa kamu mengabaikan aku seperti ini padahal aku ini istrimu? " tanya Qiao Qiao nada sedih pada foto bingkai pernikahan mereka di kamarnya sendiri.


Tiba-tiba foto bingkai pernikahan mereka telah mengejutkan Qiao Qiao karena foto suaminya itu berubah menjadi sosok seorang pria transparan yang menerobos keluar dari bingkai pernikahan mereka dan berdiri di depannya.

__ADS_1


"Qiao Qiao, jika kamu menginginkan hubungan suami istri dari suamimu itu namun dia tak mau melakukannya, maka kamu bisa melakukannya dengan ku, Liu Fung. " kata Liu Fung hantu pria kakak Liu Dan yang merangkul Qiao Qiao dengan kelembutan lalu membaringkan Qiao Qiao di atas tempat tidur dan melakukan hal itu kepada Qiao Qiao.


Bersambung!!


__ADS_2