
Aseng membuka pintu kamar tidur milik Yang Xi Xi dalam keadaan mabuk arak yang diberikan oleh kakak-kakaknya Yang Xi Xi di ruang tamu di saat mereka bermain catur dengan gembira agar menghabiskan waktu sebelum jam tidur malam tiba.
"Aseng, mari kamu duduk di sini. " kata Yang Xi Xi memapahnya berjalan ke ranjang lalu pria ini membaringkan dirinya di ranjang dengan dibantu oleh Yang Xi Xi untuk membuka pakaiannya dan celana panjang yang dikenakannya itu.
"Xi Xi, kau cantik sekali pada malam hari ini.. Aku sangat terpesona dengan kecantikanmu.. " kata Aseng menarik lengan Yang Xi Xi untuk gadis itu berbaring di dekatnya.
"Aseng, kau juga sangat tampan dan menggoda iman ku." kata Yang Xi Xi merangkul leher Aseng lalu membiarkan pemuda ini mencium bibirnya dengan sepuas hati kekasih itu.
Aseng yang terlena dengan rayuan maut Yang Xi Xi tidak bisa menolak untuk melakukan hal yang terlarang kepada Yang Xi Xi dan ia merasakan sesak nafas lalu sesuatu yang mengejutkannya telah membuatnya ketakutan.
"Dimana Aku?? Kenapa tempat ini berubah jadi menakutkan? " tanya Aseng yang rupanya roh nya telah keluar dari raganya usai melakukan hubungan fisik dengan Yang Xi Xi.
Yang Xi Xi tidak menyadari kalau kekasihnya itu telah meninggal dunia secara tiba-tiba akibat melakukan hubungan fisik dengannya karena Ia sedang terlena dengan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakannya itu selama hidupnya baik di masa hidupnya sebagai manusia maupun masa hidupnya sebagai arwah penasaran ribuan tahun lamanya.
"Manusia bodoh energi manusiamu sudah di hisap habis oleh hantu wanita di ranjang depan matamu itu. " kata sosok hantu yang duduk di atas meja rias di dekat ranjang yang kini telah berubah menjadi peti jenazah paling kuno sekali di rumah yang tadinya seperti rumah manusia hidup kini berubah menjadi makam paling kuno di sekitar pemakaman yang sekarang dapat di lihat jelas oleh Aseng.
"Ahhhhh! Aku berada di pemakaman pinggiran kota Shanghai.. Ahh, Nainai tolong Aku...! " jerit Aseng yang berlarian di sekitar makam yang ditutupi alang-alang yang sangat rimbun namun ia tidak bisa keluar dari makam itu.
"Bagaimana ini..?! "
Teriakan Aseng membangunkan Yang Xi Xi dari tidurnya yang nyaman dan melayang ke depan mata Aseng kekasihnya yang langsung pucat melihat wujud aslinya adalah seorang vampir wanita paling kuno di sepanjang masa.
"Kauuuuuu??? "
"Aseng setelah kamu mengetahui identitas asli ku maka kamu takkan pernah bisa melupakanku bahkan melarikan diri dariku untuk selamanya. “ kata Yang Xi Xi menghampiri Aseng yang telah menjadi arwah pula.
__ADS_1
Yang Xi Xi sudah melihat raga Aseng yang telah berbaring di atas kerangka tengkoraknya sendiri dalam keadaan terbuka maka ia sudah tahu jika Aseng telah meninggal dunia.
" Kau sudah sama seperti ku yang berarti kita ini akan selalu bersama untuk selamanya. "kata Yang Xi Xi menghampiri Aseng untuk meraih roh kekasihnya itu.
Tetapi sebuah cahaya yang bersinar terang telah membuat penglihatan Yang Xi Xi kabur dan para pelayannya juga terlempar ke segala penjuru di sekitar makamnya, lalu Aseng terkejut karena Ia merasa ada yang menariknya dari belakangnya di dekat rimbunan alang-alang yang mengelilingi makam kuno itu.
" Kyaaaaa...!Tidakkkk! "jerit Aseng.
Aseng terbelalak kaget terbangun di atas tubuh Yang Xi Xi dalam keadaan terbuka dan segeralah Ia melompat dari ranjang dengan wajahnya yang pucat bak mayat saja.
" Apa yang telah terjadi pada diriku dan Xi Xi? Kenapa aku seperti melihat makhluk yang luar biasa menakutkan sekali? “tanya Aseng dengan sepasang matanya kebingungan.
Di saat Aseng ketakutan dan kebingungan pintu kamar tidur Yang Xi Xi terbuka lebar oleh Mama dan Papa dari Yang Xi Xi sedang menatapnya dengan tatapan mata menegurnya dengan keras dan tegas.
"Aseng apa yang sudah kamu lakukan terhadap putri kami, Xi Xi? Bukankah kamu bilang bahwa kamu bisa melakukan hubungan fisik dengan Yang Xi Xi setelah kamu menikahinya tetapi lihat sekarang ini? Apa yang sudah kamu berbuat pada Xi Xi kami? " tuntut Paman Yang kepada Aseng.
Aseng tidak bisa melihat wujud aslinya juga isi rumahnya yaitu makamnya juga para pelayannya yang kembali menyamar sebagai orangtua dan kakak-kakaknya. Yang Xi Xi mendelik marah kepada arwah nenek moyang Aseng yang telah berdiri di depan Aseng sebagai pembatas antara dirinya dan Aseng.
"Hantu wanita kurang ajar kau berani menyedot energi manusia cucuku...! Aku Chen Lan akan membunuhmu...! " bentak Nenek moyang Aseng yang menyerang Yang Xi Xi dengan lompat ke arah Yang Xi Xi di ranjang atau peti jenazah Yang Xi Xi.
Yang Xi Xi bergerak cepat menghindari serangan Nenek moyang Aseng sambil melarang para pelayannya untuk menyerang Aseng yang masih berdiri kebingungan melihatnya berlarian ke sekitar kamarnya seakan-akan di kejar sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh sepasang mata Aseng.
"Papa, jangan salahkan Aseng karena aku juga menyukainya dan percayalah bahwa ia bukanlah seorang laki-laki yang akan lari dari tanggung jawabnya usai melakukan hal itu kepadaku... " kata Yang Xi Xi nada mempercayai Aseng yang telah berhasil menaklukkan hati Aseng.
"Iya,Paman Yang percayalah bahwa aku Aseng akan segera menikahinya pada esok atau lusa usai aku memperkenalkannya dengan Mama dan adikku di rumah leluhur Chen." kata Aseng di depan Papa dari Yang Xi Xi dengan sungguh hati sekali.
__ADS_1
"Tak bisa.. Aseng kau tak boleh menikahinya..!!" teriak Chen Lan mendorong Lao Ge pelayan laki-laki Yang Xi Xi menjauhi cucunya lalu ia pun mendengar suara langkah kaki-kaki seorang pria dari penjaga makam itu yang menyeruak masuk ke antara alang-alang rimbun di sekitar makam kuno Yang Xi Xi.
Chen Lan menendang Aseng yang merasakan adanya angin kencang yang menghempaskan dirinya menabrak gerbang pemakaman yang kini mengejutkannya dengan dirinya terheran-heran sendiri.
"Heii.. Dimana Aku? Bukannya Aku seharusnya berada di rumah Yang Xi Xi? Kenapa aku berada di pemakaman? " tanya Aseng menoleh ke kanan dan kiri dengan kebingungan sendiri.
"Astaga, Aseng sedang apa kamu sendirian di depan pintu gerbang pemakaman? Apakah kau masih sembahyang Ching Ming ke makam Nainai-mu atau Kung Kung- mu? " yang bertanya kepada Aseng adalah Liu Dan teman kuliahnya dan juga asramanya.
"Aku semalam mengunjungi rumahnya Yang Xi Xi tapi kenapa pagi hari ini aku bisa berada di depan pintu gerbang pemakaman. " jawab Aseng yang mengagetkan Liu Dan.
Liu Dan melotot ke arah Yang Xi Xi dibalik pintu gerbang pemakaman sampai Yang Xi Xi sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan terhadap Aseng kekasihnya sendiri.
"Dan Dan, kau jangan marah kepadaku.. Aku tahu aku telah melakukan kesalahan yang fatal.. Aku minta maaf.. " kata Yang Xi Xi merangkapkan kedua tangannya sambil menatap sedih Aseng dan Liu Dan.
"Tidak ada maaf dariku setelah apa yang sudah kamu berbuat terhadap Aseng.. " kata Liu Dan melalui tatapannya yang dingin terhadap Yang Xi Xi.
Liu Dan menarik lengan Aseng dengan cepat lalu di ajaknya untuk pergi dari kawasan pemakaman menuju ke arah dalam kota Shanghai bagian selatan atau di lebih tepatnya ke rumah Bibi Xu.
"Cepat, kau bawa masuk Aseng krumahku,Dan. Aku akan memandikannya dengan abu altar Dewi Kuan Im agar ingatannya tentang arwah berengsek itu hilang untuk selamanya dan raga nya pulih kembali seperti semula." kata Bibi Xu di pintu gerbang rumahnya kepada Liu Dan yang telah membawa Aseng yang keadaannya tidak normal yaitu wajahnya pucat sekali dan tatapan matanya kosong tak ada aura kehidupan sama sekali.
Yang Xi Xi di pemakaman hanya bisa duduk di atas batu nisan makam orang lain dengan di tatap marah dari Nenek moyang Aseng yang kini dikelilingi oleh Kakek moyang Aseng, Papanya Aseng dan teman-teman keluarga Aseng.
"Ugh jangan mentang-mentang kamu penguasa pemakaman ini ! Kamu berani mencoba untuk mengganggu cucu kami ya..! Kami semua disini sebagai leluhurnya akan selalu melindunginya dan akan membunuhmu sekali lagi...! " bentak kakek moyang Aseng yang mengejutkan Yang Xi Xi.
"Ehhh, bukannya kamu itu mertuaku jaman dulu Aku hidup? " tanya Yang Xi Xi marah secara mendadak usai mengenali arwah Kakek moyang Aseng.
__ADS_1
Bersambung!!