Giok Berdarah

Giok Berdarah
Bab 39.


__ADS_3

Yang Xi Xi kembali ke rumah Bibi Xu dengan satu tujuan untuk mengunjungi Aseng kekasihnya di sana meskipun ia tahu bahwa Aseng tidak ingat lagi akan dirinya sebagai kekasih dari Aseng.Hal, ini disebabkan karena Bibi Xu memberikan jimat pelupa untuk Aseng.


"Aseng, aku minta maaf kepadamu karena aku pernah melukaimu sampai kau nyaris kehilangan nyawamu." kata Yang Xi Xi di depan Aseng yang menjerit-jerit ketakutan melihat dirinya.


"Kyaaaa..! Pergi.. Pergi kau dari depan mataku..!" usir Aseng.


"Aku Yang Xi Xi-mu, Aseng.Aku kekasihmu." kata Yang Xi Xi berusaha untuk mengingatkan Aseng tentang dirinya.


Aseng mengacuhkan dirinya seakan-akan ia tak pernah bisa dilihat oleh sepasang mata Aseng padahal ia tahu kalau Aseng bisa melihat dirinya di sekitar pemuda itu.


"Hei.. Siapa yang sudah membersihkan kamarku dan dimana dompet ku?" tanya Aseng dengan putus asa kepada hantu wanita yang sedang sibuk menyapu lantai kamarnya.


"Aseng, mungkinkah dompet mu ikut dibersihkan oleh hantu sok bersih?" tanya Yang Xi Xi di dekat Aseng.


Aseng dengan tergesa-gesa pergi keluar rumah Bibi Xu untuk mengejar truk sampah usai Aseng mendengar suara mobil truk sampah datang untuk mengangkut sampah di depan gerbang rumah Bibi Xu setiap dua kali dalam seminggu.


"Paman, apakah kau melihat tempat sampah di depan gerbang rumah Bibi Xu pada tadi pagi ini? " tanya Aseng dengan sopan kepada tetangga sebelah rumah Bibi Xu.


"Ya,nak." jawab tetangga sebelah rumah Bibi Xu.


"Astaga, dompet ku...!" teriak Aseng histeris.


Aseng kembali ke rumah Bibi Xu dengan wajah lesu memikirkan nasib dompetnya yang hilang sampai Liana datang kepadanya di ruang tamu rumah Bibi Xu.


"Aseng, dompetmu ada bersamaku saat aku lihat dompet ini ada di tempat sampah diluar rumah Bibi Xu, aku segera amankan dompetmu sebelum truk sampah menghancurkannya." kata Liana ramah memberikan dompet kepada Aseng yang menghela napas lega sambil menerima dompetnya.

__ADS_1


"Ah,terimakasih Liana.Kau baik sekali." kata Aseng dengan senyuman senang kepada Liana.


"Sama-sama Aseng."kata Liana ramah kepada Aseng.


Lalu Liana berlari keluar rumah Bibi Xu untuk ia bisa menyambut kedatangan kekasihnya Liu Dan telah kembali kepadanya dengan ciuman lembut di bibirnya.


" Liana, kita akan segera bersama untuk selama- lamanya. "kata Liu Dan memeluk kekasihnya.


" Wah, selamat ya untukmu dan Liana bahwa kau dan kekasih akan segera hidup bahagia sampai seumur hidup kalian setelah kalian tidak akan pernah diganggu lagi oleh Liu Fung atau siapa pun di muka bumi ini."kata Yang Xi Xi tersenyum bahagia untuk Liu Dan sahabatnya.


"Ya, Xi Xi, terimakasih banyak karena kamu yang sudah membantuku untuk terwujudnya hari yang ku nantikan selama ini." kata Liu Dan melalui senyuman ramah kepada Yang Xi Xi di belakang punggung Liana.


Aseng melihat keakraban yang terjalin diantara Yang Xi Xi dan Liu Dan menimbulkan rasa tidak nyaman di hatinya meskipun ia tidak tahu apa yang telah menyebabkannya begitu gelisah hati ketika ia melihat Yang Xi Xi dan Liu Dan saling menukar senyuman satu sama lainnya.


"Aku tidak tahu siapa kamu namun hatiku tak rela kau begitu akrab dengan Liu Dan atau pria lain seperti Ase teman kuliahku." batin Aseng.


"Ase,ada apa kamu menemuiku di rumah Bibi Xu pada siang hari ini? " tanya Yang Xi Xi dengan senyuman ramah kepada Ase.


"Aku mau minta tolong kepadamu,Xi Xi." Jawab Ase yang membawakan payung warna hitam kepada Yang Xi Xi.


"Hmm, masalah hantu yang mengganggu rumah mu itu? " tanya Yang Xi Xi begitu ia berada di mobil Ase.


"Ya,Aku ingin kamu membantuku untuk kamu bisa mengusirnya dari rumahku agar Aku bisa tidur dengan nyenyak di malam hariku." jawab Ase yang merasa bulu kuduknya meremang saat ia menceritakan tentang hantu yang mendatangi rumahnya dan menuntut keadilan kepadanya kepada Yang Xi Xi.


"Tenang saja, Ase.Aku pasti akan membantumu dengan sepenuh hatiku." kata Yang Xi Xi tulus.

__ADS_1


Setibanya Yang Xi Xi di rumah Ase yang berada di kawasan perumahan elit di kota Shanghai.Ia menemukan sosok hantu pria berlidah panjang sedang menjilati meja makan di ruang makan di rumah Ase.


Dan, ketika ia datang ke ruang makan.Hantu itu mengangkat wajah dan menjulurkan lidahnya kepada Yang Xi Xi di pintu masuk ke ruang makan namun hantu itu dikejutkan oleh Yang Xi Xi telah menarik lidahnya hingga putus dari leher nya yang mengeluarkan belatung begitu banyak dan berjatuhan di lantai ruang makan.


"Ihh.. Menjijikkan.. "desis Ase.


" Ase mundurlah.. "kata Yang Xi Xi memberikan saran kepada Ase.


Ase diberi dua lembar daun kelor oleh Yang Xi Xi untuk di taruh di kedua matanya agar Ase tak pernah melihat kehadiran hantu mengerikan itu dan belatung yang berserakan di lantai ruang makan.


Yang Xi Xi melemparkan api dari dupa di meja sembahyang depan ruang keluarga rumah Ase melalui kemoceng agar ia tak terkena sengatan cahaya kebajikan dari rupang Dewa Guan Yu di meja altar pribadi keluarga Ase.


Kemoceng di tangan Yang Xi Xi membuat api itu membakar belatung yang berserakan di lantai ruang makan dan hantu menjijikkan itu pun tahu akan bahaya yang mengancam keselamatannya itu berusaha untuk kabur dari rumah Ase.


Tapi, Yang Xi Xi memblokirnya dengan berdiri di depan meja makan lalu tangan Yang Xi Xi telah menariknya menembus tembok rumah Ase dan membakarnya di bawah sinar matahari yang luar biasa panasnya di pertengahan musim panas.


"Arghhhh!!Tolongggg...! " teriakan hantu itu yang telah hancur berkeping-keping menjadi abu oleh sinar matahari.


Yang Xi Xi kembali ke ruang makan untuk lihat Ase yang sedang duduk di kursi makan dengan wajah pemuda itu tampak shock berat setelah tersadar kembali dari aura negatif dari hantu yang nyasar ke rumahnya.


"Ase, sudah aman untuk kamu bisa menempati rumahmu kembali karena hantunya sudah aku usir dari rumahmu dengan bawang putih dan jimat pengusir hantu." kata Yang Xi Xi dengan senyuman menghibur Ase.


"Xi Xi.. " kata Ase yang memeluknya dengan erat sampai ia merasakan sakit karena merindukan kekasihnya yang telah melupakannya meskipun ia tahu bukan salah kekasihnya yang hanyalah seorang manusia biasa.


"Ase, jangan memelukku seperti ini karena aku sudah mempunyai kekasih yang akan segera menjadi calon suamiku." kata Yang Xi Xi dengan nada halus meminta Ase untuk tidak memeluk dirinya lagi karena Ia takkan pernah bisa balas perasaan cinta yang ada di hati Ase untuknya.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2