
Yang Xi Xi merenungkan setiap perkataan yang di sampaikan oleh Liu Dan untuk dirinya dapat melepaskan diri dari rasa dendam yang selalu mengganggu ketenangan dirinya selama ribuan tahun lamanya sehingga ia menjadi hantu yang telah mendekati golongan vampir atau makhluk halus abadi.
Namun ia teringat tentang Chen Seng pria yang dicintainya itu sejak di masa lampau hingga masa sekarang ini sehingga ia takkan pernah bisa melepaskan ikatan karma yang selalu saja membelenggu dirinya.
"Aku minta maaf kepadamu, Dan Dan. Aku tidak akan pernah bisa melepaskan semua dendam ku terhadap orang-orang di masa lampau-ku." kata Yang Xi Xi melompat mundur dengan tangannya itu merobek-robek proyektor yang memunculkan kenangan pahit masa lalunya.
Liu Dan melolong kesakitan yang membuat Yang Xi Xi terkejut melihat arwah sahabatnya yang di paksa keluar dari raganya oleh teman hantunya yang bernama Jerry Long atau Gong Man Ji yang merupakan salah satu dari orang-orang di masa lalu Yang Xi Xi yang telah muncul di masa sekarang Yang Xi Xi.
"Dan Dan, astaga.. Aku harus bisa memulangkan arwahnya ke raganya secepatnya kalau tidak dia pasti akan mati.." kata Yang Xi Xi cepat meraih Liu Dan di lantai markas.
"Liana.. " panggil Liu Dan meracau tak jelas di telinga Yang Xi Xi.
Yang Xi Xi merasakan sakit yang luar biasa pada saat ia melihat Liu Dan melolong kesakitan dan tak berdaya seperti saat ini karena selama ini ia tahu bahwa Liu Dan adalah sosok manusia yang paling kuat.
"Dan Dan, kau harus bisa bertahan hidup untuk Liana dan anak-anakmu yang selalu merindukan dirimu." kata Yang Xi Xi memeluk Liu Dan dengan airmata kesedihan yang tak pernah keluar dari sepasang matanya yang indah namun tak lagi hidup.
"Xi Xi, tolong kami..! " teriakan histeris dari dua teman hantunya yang lainnya yang berada di dalam peti jenazah yang dikelilingi oleh jimat- jimat penghancur arwah penasaran terdengar olehnya.
Yang Xi Xi menengok ke arah peti jenazah yang mengurung kedua teman hantunya itu mencari cara untuk menyelamatkan kedua teman hantu nya.
"Tenanglah..! Aku pasti akan menolong kalian..! " teriak Yang Xi Xi.
Yang Xi Xi melihat adanya lilin di sudut ruangan dalam markas lalu ia menggunakan lilin yang masih ada apinya untuk memutuskan jimat -jimat itu yang langsung terbakar dan kedua teman hantunya dapat terbebaskan dari dalam peti jenazah.
__ADS_1
"Xi Xi, terimakasih atas pertolonganmu kepada kami. " kata Felicia memeluk Yang Xi Xi dari arah samping.
"Iya, Xi Xi.Kau sungguh teman kami yang baik hati dan penyayang." kata Leticia tulus hati pada Yang Xi Xi.
"Ya, sama-sama kawan-kawan, mari kalian bantu aku untuk mencari raga Liu Dan." kata Yang Xi Xi nada panik melihat kondisi Liu Dan yang makin lama makin buruk.
Yang Xi Xi dan teman-teman hantunya melayang di langit pada tengah malam hari dengan sinar mata mereka mencorong ke setiap tempat di kota Shanghai, dan mereka tercengang melihat raganya Liu Dan telah menjadi debu oleh hantu perempuan yang tinggal di rumah Bibi Xu.
"Zhao Zi,kenapa kamu melakukan hal ini?" tanya Yang Xi Xi nada marah kepada hantu Zhao Zi di depan pintu rumah Bibi Xu.
"Balas dendam terhadap laki-laki tak tahu diri ini yang sudah lama sekali ku habisi dengan caraku sendiri namun Aku harus mencari kesempatan untuk membunuhnya." jawab hantu Zhao Zi nada bengis kepada Yang Xi Xi menatap sangar pada arwah Liu Dan yang sudah sadar dari pingsan.
"Dia itu selirnya ayah mertuamu, Xi Xi. " kata Liu Dan yang teringat tentang masa lalunya usai ia menjadi arwah penasaran bersama dengan Yang Xi Xi dan kedua teman hantunya.
"Mmm si Nona Yuehua. " kata Yang Xi Xi telah ingat kembali kepada salah satu selir dari ayah mertuanya yang dahulu pernah merayu suami masa lalunya.
Liu Dan membalasnya dengan senyuman yang luar biasa merendahkan hantu Zhao Zi sampai hantu itu marah dan menyerang Liu Dan dengan lompatan dan kuku tajamnya di arahkan kepada Liu Dan.
Yang Xi Xi langsung menghujam cakarnya ke tempurung kepala hantu Zhao Zi hingga kepala hantu Zhao Zi remuk lalu dilemparkan ke dalam rumah Bibi Xu.
" Arghh! Tidakkk..!!"lolong hantu Zhao Zi.
"Dia telah hancur berkeping-keping karena aura positif dari altar Dewa Kwan Kong atau Guan Yu di ruangan altar rumah Bibi Xu." kata Leticia di dekat Yang Xi Xi.
__ADS_1
Yang Xi Xi tak bicara karena Yang Xi Xi melihat Bibi Xu hadir di depan pintu dengan membawa dupa yang berasal dari meja altar Dewa Guan Yu yang membuat Yang Xi Xi dan teman-temannya harus kabur pada saat itu juga.
"Aishh.. Aku meninggal dunia tanpa alasan yang masuk akal." kata Liu Dan duduk di tepi jalan raya gedung apartemen lamanya.
"Kau belum waktunya untuk meninggal dunia, Liu Dan. Aku pasti akan mencari cara untuk kamu bisa kembali kepada Liana dan anak-anakmu di dunia manusia." kata Yang Xi Xi menghibur Liu Dan.
"Ahmmmm.. " gumam Liu Dan.
"Gong Lang yang dahulu Aku kenal adalah dirimu yang selalu optimis dan mempunyai ide untuk menyelesaikan setiap masalah yang datang ke dalam kehidupanmu." kata Yang Xi Xi menepuk- nepuk bahu Liu Dan.
Liu Dan menatap Yang Xi Xi dan merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Yang Xi Xi di saat ini yaitu sahabatnya itu merindukan Aseng kekasih atau suami masa lalu dan masa sekarang dari Yang Xi Xi.
"Xi Xi.. " panggil Liu Dan meraih jemari Yang Xi Xi dengan lembut.
"Ehhhh..Aku tak apa-apa." kata Yang Xi Xi.
"Hmm,kau tak pernah bisa membohongi Aku,Xi Xi. Kau saat ini sedang merasakan kesedihanmu yang begitu besar usai kamu mengetahui masa lalumu secara perlahan-lahan dan diluar dugaan mu sendiri." kata Liu Dan memeluk Yang Xi Xi.
Yang Xi Xi termangu merasakan pelukan hangat dari Liu Dan yang membuatnya merasa nyaman di dekat Liu Dan daripada dirinya berada di dekat Aseng suami masa lalu dan masa sekarang.
"Apa ini yang telah Aku rasakan terhadap Liu Dan sahabatku sendiri? " batin Yang Xi Xi.
Liu Dan melepaskan pelukannya dari Yang Xi Xi di depannya untuk berjalan masuk ke dalam gedung apartemen lamanya melalui pintu yang sudah terbuka lebar.
__ADS_1
"Kau sudah menjadi hantu penasaranpun masih memiliki etika yang kuat seperti dirimu masih hidup saja." kata Yang Xi Xi mengikuti Liu Dan di belakang sahabatnya itu.
Bersambung!!