
Setelah memastikan bahwa pria yang dicintainya baik-baik saja. Yang Xi Xi meninggalkan kamar asrama Aseng untuk berkumpul bersama para sahabat hantunya di rumah kumuh di pinggiran sungai Yangtze.
"Xi Xi, kenapa kamu datang terlambat tuk tiba di markas kita? " tanya William Hung si hantu yang paling narsis di sofa bekas.
"Ada urusan mendadak yang membuatku datang terlambat tuk tiba di markas penting kita. " jawab Yang Xi Xi sambil mencomot kue pelangi di meja depan teman-temannya.
"Emm, baiklah. Mari kita mulai rapat untuk misi mencari tahu riwayat kematian Billy Wu lebih dahulu untuk tugas penting kita yang pertama di markas besar kita. "Kata Jerry Long hantu yang paling tampan di antara mereka semua.
" Darimana kita bisa mengetahui riwayat hidup baru Billy Wu? " tanya Leticia si hantu cantik dan bertubuh kekar sambil minum segelas jus labu kuning di sofa dekat televisi yang menayangkan film paling kuno di sepanjang sejarah mereka.
"Mencari tahu asal usul dari Billy Wu sendiri. " jawab Felicia si hantu berambut panjang di sofa lainnya sambil menangis tak jelas.
"Billy, silakan kamu menceritakan riwayat hidup barumu kepada kami para sahabat terbaikmu di dunia arwah di kota Shanghai? " tanya Yang Xi Xi menatap teman hantu paling imut di sofa dekat Jerry Long.
"Aku berasal dari kota Nanjing, aku meninggal dunia pada usia dua puluh satu tahun karena aku dibunuh oleh ayah tiriku sendiri yang tak suka pada ku. " jawab Billy Wu menangis tanpa air mata yang keluar dari sepasang matanya.
"Mmm, sejak tahun berapa kamu menjadi hantu penasaran? " tanya Yang Xi Xi yang menerawang masa lalu Billy Wu melalui tatapannya yang di tujukan secara langsung kepada Billy Wu.
"Tahun 1998." jawab Billy Wu.
__ADS_1
Yang Xi Xi mengangguk paham lalu melihat Billy Wu di masa lalu sedang berjalan dengan santai di tepi pantai bersama seorang wanita cantik dan bertubuh seksi menuju ke sebuah rumah di tengah pantai tersebut. Di sana rupanya telah ada seorang pria paruh baya yang menunggu kedatangan Billy Wu dan istrinya untuk kunjungi Mama kandung Billy Wu yang menjadi istri dari pria separuh bayu itu.
"Billy, apakah wanita yang datang bersamamu itu adalah istrimu? " tanya wanita cantik yang di panggil Mama oleh Billy Wu.
"Iya, Ma. " jawab Billy Wu tanpa mempedulikan ayah tirinya yang duduk di sofa dekat Mamanya..
"Siapa namanya? Kenapa kamu baru sekarang ini membawanya pulang ke rumah untuk kamu kenalkan kepada Mama dan Papamu? " tanya Papa tirinya menatap lurus Billy Wu.
"Feng Yuan namanya, karena aku baru ada waktu luang untuk pulang ke rumah, Pa. " jawab Billy Wu sopan.
"Ohhhh, memangnya di Kota besar pekerjaanmu membuatmu sibuk sampai kamu tak ada waktu untuk mengunjungi kami orangtuamu di sini..? " tanya Papa tirinya dengan sikap seperti ayah yang mencintai putra tirinya seperti seorang ayah mencintai putranya sendiri.
"Baik,Aku terima alasan mu itu, Billy. Sekarang kau bisa mengajak istrimu untuk merapikan barang kalian di kamar kamu yang lama selama kalian tinggal di rumah ini. " kata Mamanya yang cepat meraih tangan istrinya untuk pergi ke arah dalam rumah.
Sementara Billy Wu harus menemani Papa tiri ke ladang untuk melihat pekerjaan sehari-hari dari keluarga tirinya.Billy Wu pun berkenalan dengan saudara dan saudari tiri di ladang itu. Kemudian ia di ajak untuk makan siang bersama di gubuk di tengah-tengah ladang dan disanalah Billy Wu dibunuh oleh Papa tirinya yang menaruh racun tikus di sup ayam yang dimakan oleh Billy Wu.
Sampai di sini, Yang Xi Xi melihat masa lalu Billy Wu yang juga menceritakan riwayat kematian nya secara terbuka di depan teman-temannya di markas besar mereka saat ini di tepi sungai Yangtze kota Shanghai.
"Jahat sekali orang itu.. Huh, kita harus mencari bukti kejahatannya untuk dilaporkan ke polisi dan keluarga Wu agar jiwa Billy Wu bisa tenang. " kata Yang Xi Xi dengan sikap serius sekali pada teman-temannya.
__ADS_1
"Bagaimana cara kita untuk mencari bukti dari kejahatan Papa tirinya Billy Wu, Xi Xi? " tanya Felicia yang menatap kasihan kepada Billy Wu.
"Mendatangi rumahnya di desa kota Nanjing. " jawab Yang Xi Xi memberikan senyuman untuk Billy Wu semangat untuk memperjuangkan hati yang terluka dapat disembuhkan dengan cara mencari penyebab utama sakit hati pada hantu pria paling imut itu.
"Aku juga ingin melihat istri dan anakku yang kini mungkin sudah dewasa. " kata Billy Wu dengan sinar mata merindukan keluarganya terlihat oleh Yang Xi Xi.
"Putrimu tumbuh sebagai seorang gadis manis dan berbudi luhur, Billy Wu. Dia bernama Cindy Wu. " kata Yang Xi Xi memberitahu Billy Wu.
"Iya, aku seringkali mengunjungi mereka ke sana namun aku tidak bisa memberitahu mereka baik di dalam mimpi maupun secara langsung untuk aku bisa menyampaikan rasa rinduku kepada mereka berdua. " kata Billy Wu tersenyum sambil membayangkan istri dan anaknya memeluknya dengan kerinduan yang sama seperti yang di rasakan olehnya.
"Iya, aku akan membantumu untuk mengunjungi keluarga mu dan membalas dendam mu pada ayah tirimu yang jahat itu. " kata Yang Xi Xi nada sungguh hati yang disambut dengan anggukan kepala para sahabat mereka.
"Mari kita berangkat ke desa kota Nanjing pada malam hari ini juga. " kata William Hung yang bersemangat untuk menolong Billy Wu agar si hantu paling imut itu bisa pergi ke Surga dengan tenang.
"Tidak, sekarang, William. Aku harus berangkat kerja di toko buku Fan untuk malam hari ini dan aku juga masih ada tugas kuliah untuk esok hari. " kata Yang Xi Xi cepat memberitahukan jadwal nya kepada teman-temannya.
"Ah, ya, baiklah, Xi Xi. Kami akan menunggumu untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk kita balas dendam kepada Papa tirinya Billy Wu sahabat kita. " kata teman-temannya yang telah paham mengenai jadwal padat Yang Xi Xi.
"Oiya, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Aseng? Apakah ada sesuatu yang baik untuk di umumkan kepada kami para sahabat mu? " tanya Leticia teringat tentang pria idaman Yang Xi Xi kepada Yang Xi Xi.
__ADS_1
Bersambung!!