Giok Berdarah

Giok Berdarah
Bab 48.


__ADS_3

Langit seakan menyiratkan adanya kekuatan dari perasaan dendam dan kebencian yang berasal dari sekelompok arwah yang berhadapan secara langsung dengan arwah lainnya di rumah lama leluhur Chen.


Karena langit mendadak menghitam diseluruh di kawasan rumah tersebut kecuali cahaya terang benderang dari rumah kecil yang terdapat altar Dewi Kuan Im yang melindungi rumah tersebut dari kekuatan dari para arwah tersebut.


Yang Xi Xi berhadapan dengan sejumlah arwah dari keluarga Gong atau keluarga suaminya di masa lampau yang dipimpin oleh arwah yang menatapnya dengan penuh kebencian di gudang yang menjadi tempat dirinya dan Liu Dan di bunuh pada masa lampau mereka.


"Wu Yin Yin, kita bertemu kembali setelah lima ratus tahun lamanya kita tak berjumpa, dan Aku Gong Pan akhirnya bisa menemukanmu di masa sekarang ini." kata Arwah selir ayah mertuanya dengan sinar mata sinis kepada Yang Xi Xi.


"Gong Pan, Aku paling tidak suka ada arwah atau manusia semanis dirimu yang telah Aku ketahui betapa busuknya hatimu." kata Yang Xi Xi nada tajam kepada Arwah Gong Pan.


Sejumlah arwah itu menerjang ke arah Yang Xi Xi dengan sepasang tangan mereka terulur dengan niat untuk menghancurkan arwah Yang Xi Xi di depan mereka tetapi Yang Xi Xi dengan sikap tenang melesat dengan lidahnya itu memukul ke arah sejumlah arwah yang langsung terjerembab ke tanah.


Yang Xi Xi menyeringai karena ia melihat Leticia dan Felicia bersama dengan para arwah yang menjadi teman baiknya telah menyerang para arwah di pihak Gong Pan


"Gong Pan... Majulah...! " bentak Yang Xi Xi.


Gong Pan meluncur ke arah Yang Xi Xi dengan kuku -kuku tangan arwah itu menerjang Yang Xi Xi dengan sangat cepat sekali namun Yang Xi Xi mengulurkan tangannya ke arah kuku-kuku itu yang langsung remuk di genggam oleh Yang Xi Xi.


Gong Pan mendengus marah melihat serangan yang dilancarkan olehnya ke arah Yang Xi Xi di depannya selalu gagal oleh arwah gadis paling di bencinya itu.

__ADS_1


"Kau akan rasakan pembalasan dendamku,Gong Pan..!" bentak Yang Xi Xi melesat dengan kedua tangannya terlepas dari tubuhnya namun ia bisa menggunakannya sebagai senjata yang dapat menyebabkan Gong Pan menjerit kesakitan dan arwah itu hancur berkeping-keping.


Di luar gudang, Liu Dan melepaskan arwah bayi tak beraturan di tanah sebelum ia melesat ke arah Gong Jun yang sudah menerjang dirinya dengan kebencian yang mendalam terhadapnya.


Yang Xi Xi tak bisa membiarkan Liu Dan dalam bahaya besar untuk menghadapi musuh masa lampau nya maka ia meluncur dari gudang ke arah Gong Jun dari arah belakang lalu menjepit leher Gong Jun dengan kedua tangannya.


"Wu Yin Yin kurang ajar kauuu....!" teriak Gong Jun yang membanting dirinya sehingga Yang Xi Xi ikut terbanting ke tanah.


Liu Dan melesat dengan cepat dan menariknya dari Yang Xi Xi lalu menyeretnya ke arah cahaya altar Dewi Kuan Im yang terpancar dari dalam rumah leluhur Chen.


"ARGHHHH! Tidakkk...! " pekik Gong Jun yang terbakar dan hancur berkeping-keping seketika itu juga namun Ia membawa Liu Dan pula ke cahaya tersebut yang membuat Liu Dan menjerit kesakitan juga.


"Dan Dan..! " teriak Yang Xi Xi namun gadis ini tak berani untuk mendekati cahaya tersebut.Ia menangis untuk meminta pengampunan dari Dewi Kuan Im agar memaafkan Liu Dan.


"Ya, Aku akan melepaskan diri dari dendam dan benci yang mengganggu ketenangan jiwaku." kata Yang Xi Xi sujud di depan altar Dewi Kuan Im yang memancarkan cahaya ke gudang dan melenyapkan para arwah yang sedang bertarung itu.


Yang Xi Xi cepat menarik Liu Dan ke samping kiri cahaya tersebut dan memeluk Liu Dan yang kini meredup dan terlihat samar-samar oleh kedua matanya.


"Xi Xi, Aku akan pergi lebih dahulu darimu untuk reinkarnasi." kata Liu Dan menggenggam erat tangan Yang Xi Xi lalu tersenyum bahagia saat ia melihat Liana dan sepasang anak kembarnya di masa sekarang sedang berdoa di vihara untuk mendoakan jiwanya agar ia cepat reinkarnasi.

__ADS_1


"Ya, Dan Dan.Jaga dirimu baik-baik dan akhirnya hubungan diantara kita berdua bisa terputus untuk selamanya." kata Yang Xi Xi menangis di depan Liu Dan yang akhirnya lenyap.


Yang Xi Xi menatap Bibi Xu yang melihat dirinya dan menyaksikan lenyapnya Liu Dan dan para arwah lainnya kecuali dirinya.Ia pun tersenyum untuk meminta maaf kepada Bibi Xu.


"Bibi Xu, tolong sampaikan pesanku untuk Aseng yaitu Aku ingin dia menjalani kehidupan barunya dengan tenang dan bahagia.Aku akan pergi ke alam ku untuk selamanya." kata Yang Xi Xi pada Bibi Xu yang menganggukkan kepalanya untuk menjawab Yang Xi Xi.


Sebuah jembatan di langit muncul di depan mata Yang Xi Xi untuk hantu cantik itu menaiki tangga menuju ke jembatan yang menjadi pintu masuk ke alam akhirat untuk dirinya.


"Xi Xi.. Aku mencintaimu...! " teriak Aseng yang arwahnya keluar dari raga dengan memohon pada Bibi Xu untuk membantunya.


"Aseng, Aku juga mencintaimu.. " kata Yang Xi Xi membiarkan Aseng memeluk dan menciumnya untuk terakhir kalinya sebelum ia harus pergi ke alamnya.


"Xi Xi, Aku akan membantumu untuk menjaga Ase di dunia manusia." kata Aseng sebelum roh atau arwahnya kembali ke raganya sesudah ia melihat Yang Xi Xi sudah melewati jembatan itu dan menghilang untuk selamanya.


Aseng terbangun dari tidurnya yang seperti di dalam mimpinya yang sangat panjang baginya tapi Ia melihat Ase duduk di kursi kayu di dekat seorang gadis yang bernama Yu Chen Chen dan adiknya yang bernama Qiao Qiao.


"Ehh, apa yang telah terjadi pada diriku? kenapa kamu berada di rumah leluhur Chen? " tanya Aseng menatap heran kepada Ase yang terlihat kebingungan juga dengan pertanyaannya.


"Aseng, kau jatuh sakit cukup lama sehingga Aku nyaris ketakutan akan kehilangan dirimu, dan Aku ada disini karena kamu sudah menolongku dari para penculik ku yang ingin memeras dan menghancurkan ayahku." jawab Ase begitu jujur kepada Aseng.

__ADS_1


Bibi Xu tersenyum kepada Qiao Qiao yang telah membantu untuk menutup mata batin Aseng dan ingatan tentang Yang Xi Xi, Liu Dan dan masa lalu mereka agar Aseng dapat menjalani kehidupan barunya di masa sekarang dan masa depan yang lebih baik.


Bersambung!!


__ADS_2