
Ase menganggukkan kepalanya lalu melepaskan pelukannya pada Yang Xi Xi dan menatap paham apa yang ingin di katakan oleh gadis pujaan hati kepada dirinya.
"Xi Xi, apakah kamu bisa memberitahuku siapa laki-laki yang telah meraih hatimu sehingga kau menolak cintaku? "tanya Ase dengan senyuman dibibirnya kepada Yang Xi Xi di hadapannya.
" Chen Seng sahabatmu. "jawab Yang Xi Xi nada lembut dan ramah kepada Ase.
Ase menghela napas dalam-dalam lalu pemuda itu memalingkan wajahnya dari Yang Xi Xi. " Aku tahu kau akan berterus-terang kepadaku, Xi Xi. Aku Ase akan membantu kamu untuk meraih kembali kekasihmu itu."
"Terima Kasih Ase kamu memahami aku dengan baik tapi kau jangan khawatir karena aku Yang Xi Xi tetap akan selalu menjadi sahabatmu sampai kapanpun." kata Yang Xi Xi mengulurkan tangan untuk meraih bahu Ase yang bergetar menahan tangisan dari kesedihan hati pemuda yang baik hati itu.
"Xi Xi, kau tak perlu merasa bersalah terhadapku karena kamu tak pernah bisa menerima cintaku padamu namun aku sangat senang karena kamu tetap menganggap Aku sebagai sahabatmu." kata Ase yang membalikkan badannya untuk Yang Xi Xi dapat melihat wajahnya yang selalu tersenyum ceria di depan gadis cantik itu.
"Ya, Ase sama-sama." kata Yang Xi Xi membalas senyuman Ase.
"Ohya, Xi Xi sebenarnya apa yang telah terjadi pada diri Aseng karena aku melihatnya menjauh dari kamu? " tanya Ase ramah kepada Yang Xi Xi sambil meminta gadis itu untuk duduk di kursi makan di samping kursinya.
"Dia dilarang untuk berpacaran denganku oleh Bibi Xu karena Aku dinilai sebagai gadis buruk bagi Ase." jawab Yang Xi Xi dengan nada getir.
"Lho kenapa dia mematuhi Bibi Xu? Bukankah ia mencintaimu?" tanya Ase ramah kepada Yang Xi Xi seraya menawarkan secangkir kopi kepada Yang Xi Xi.
"Karena Aseng itu tipe penurut sekali terhadap orangtua meskipun ia tahu penilaian Bibi Xu tak dapat dibenarkan begitu saja. " jawab Yang Xi Xi punya ide untuk membuat Aseng kembali ke sisi nya.
"Ya, Xi Xi. "kata Ase tersenyum ramah dan sopan kepada Yang Xi Xi.
Yang Xi Xi pamit untuk pulang ke rumahnya pada Ase pada malam hari itu usai menemani Ase makan malam di rumah sahabatnya itu. Lalu, Ia pergi ke markasnya di tepi sungai Yangtze untuk berkumpul bersama dengan teman-temannya.
" Leticia, Felicia, Jerry Long, Arthuro, Winda dan Yeslina dimana kalian?"
__ADS_1
Yang Xi Xi memanggil teman-temannya yang kini muncul di hadapannya dengan raut wajah para sahabatnya itu penasaran dengan panggilan dari nya secara tiba-tiba.
"Ada apa, Xi Xi?"
"Kenapa kamu memanggil kami disaat kami ini sedang berwisata malam hari di kebun raya kota Shanghai? "
"Ya, Xi Xi. Kau ini memanggil kami secara tiba- tiba seperti ini kan membuat kami penasaran? "
Para sahabatnya ramai menanyakannya dengan ekspresi muka para hantu itu terlihat lebih seram daripada biasanya apalagi wajah Arthuro si hantu hangus.
"Aku ingin meminta bantuan kepada kalian untuk membuat kekasihku kembali kepadaku dalam waktu satu minggu ini." jawab Yang Xi Xi dengan senyum cerah di wajahnya yang cantik jelita di depan para sahabatnya itu.
"Emm, kekasihmu yang mana sih? " tanya Jerry Long si hantu tampan namun sombong kepada Yang Xi Xi.
"Si manusia laki-laki paling ganteng sedunia." jawab Yang Xi Xi tertawa bangga.
"Ehhhhh, kekasihmu seorang manusia????" raut wajah para sahabatnya itu tercengang kaget usai mendengar jawabannya itu.
*****
Rumah Bibi Xu.
Aseng meletakkan tas kerjanya di meja samping kiri tempat tidurnya.Pemuda itu mengambil baju rumah yang digantung di balik pintu kamarnya, lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju ke arah kamar mandi.
Zhao Chie si hantu wanita cantik yang selalu ada di ruang keluarga rumah Bibi Xu menoleh ke arah Aseng yang membuka pintu kamar mandi di sudut ruangan dalam rumah Bibi Xu. Hantu itu menyibukkan diri dengan mengepel lantai setiap malam hari di seluruh ruangan di rumah Bibi Xu.
"Apa sih pekerjaanmu di kehidupan masa lalumu, Nona Zhao Chie? " tanya hantu anak kecil yang duduk di sofa ruang tamu yang gelap kepada Zhao Chie.
__ADS_1
"Pelayan." jawab Zhao Chie suaranya serak.
"Di mana dan siapa majikanmu itu? " tanya hantu anak kecil dengan suaranya yang merdu sekali di telinga Aseng yang cepat-cepat menyelesaikan urusan mandinya untuk kembali ke kamarnya.
"Astaga,Aku harus segera pindah dari rumah Bibi Xu supaya setiap malam hari Aku tidak dengar suara hantu berbicara di ruang tamu." kata Aseng yang tepat berpakaian rapi segera masuk ke dalam selimut tebalnya untuk tidur namun ia dikejutkan oleh kehadiran Yang Xi Xi di samping kanannya.
"Eiiiii...!!! "
"Sssttt, jangan teriak dan jangan takut, Aseng. Aku tadi masuk melalui pintu utama kok.Aku kan manusia. " kata Yang Xi Xi menutup mulut Aseng dengan telapak tangannya yang halus dibibir Aseng.
"Untuk apa kamu tengah malam datang kepada ku, Yang Xi Xi?" tanya Aseng yang merasakan debaran jantungnya ketika pemuda itu menatap sepasang mata indah Yang Xi Xi.
"Karena Aku merindukan kamu, Aseng. Apakah kamu tak pernah merindukan Aku? " Yang Xi Xi menatap lekat-lekat Aseng yang menundukkan tatapannya dari wajah Yang Xi Xi.
"Rindu." jawab Aseng lembut kepada Yang Xi Xi.
"Ah, kalau kau rindu kepadaku, kenapa kamu tak pernah menghiraukan diriku seakan-akan kamu sudah melupakan cinta kita? " tanya Yang Xi Xi menangis tanpa air mata dengan menatap pria di sampingnya itu.
"Karena Aku takut kepadamu, Xi Xi. Aku tak tahu siapa kamu yang dapat muncul tiba-tiba di depan ku di kala Aku memikirkan dirimu." ucap Aseng mengangkat tatapan matanya untuk pria itu dapat menatap gadis cantik di sampingnya.
"Kau tak perlu takut kepadaku, Aseng. Aku Yang Xi Xi takkan pernah menyakiti kamu, karena Aku mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan ragaku." kata Yang Xi Xi mengulurkan tangannya untuk menyentuh dagu halus Aseng.
"Emm, Xi Xi..Sebaiknya kamu tunggu Aku keluar dari rumah Bibi Xu agar kau tak menyelinap ke kamarku seperti ini." kata Aseng yang menarik tangan Yang Xi Xi untuk mengajak gadis cantik itu keluar dari kamarnya.
"Aseng.. "
"Apa? "
__ADS_1
"Cobalah kau lihat langit di malam hari ini di atas kepalamu. " jawab Yang Xi Xi dengan nada halus dan lembut kepada Aseng begitu mereka berdua duduk berdampingan di teras kamar tidur Aseng.
Bersambung!!