
Liu Dan yang mencuri jimat pelindung Aseng dari kamar asrama sahabatnya itu dengan cepat di bakarnya menjadi abu di mangkuk bekas di dapur asrama sahabatnya itu.Lalu, Liu Dan pun meninggalkan kamar asrama sahabatnya usai sahabatnya telah pulangi dari berbelanja di supermarket di lantai bawah gedung asrama.
"Aneh benar itu orang cepat banget berkunjung ke kamar asrama ku..? Apa dia sudah mengisi hpnya dengan powerbank ku? " pikir Aseng.
Namun Aseng tak berlama-lama memikirkan keanehan sahabatnya itu dengan menyibukkan diri di dapur untuk memasak makanan bekal kerjanya pada malam nanti.
"Emm, aku harus membuatkan makanan yang enak untuk Yang Xi Xi agar gadis itu mau jadi temanku lagi. " kata Aseng memasukkan bahan makanan ke panci di atas kompor.
Selagi Aseng memasak di dapur. Pintu kamarnya kembali terdengar di ketuk seorang dari arah luar kamarnya. Maka ia cepat melihat CCTV di hpnya dan membukakan pintunya begitu ia tahu siapa yang datang ke kamar asramanya.
"Ase, tumben jam segini kamu mengunjungi ku di sini? Ada apa? " tanya Aseng ramah kepada Ase sahabatnya yang lainnya yang mengabaikannya dengan sibuk mencari sesuatu di seluruh kamar asramanya.
"Aku cari arloji ku yang waktu itu tertinggal di sini saat aku menginap di kamarmu ini. " jawab Ase yang sebenarnya ingin mencari jimat pelindung Aseng untuk membantu Yang Xi Xi gadis cantik yang menjadi gebetannya itu.
"Oh, arloji mu? Ada, kok aku simpan di lemari di dekat meja belajarku. Tunggu aku ambilkan untuk mu. " kata Aseng cepat membantu Ase menemukan arloji milik sahabatnya itu dengan membuka lemari dekat meja belajarnya lalu Ia serahkan arloji itu kepada Ase.
"Oh, baiklah, Aseng. Terimakasih banyak karena kamu sudah bantu aku untuk simpan arloji ku.. Ohya, ngomong-ngomong kamu sedang masak apa di dapurmu?" Ase mengendus-endus hidung tajam ke panci yang sedang menggelembung di atas kompor.
"Oh, aku sedang masak buat bekal makanan kerja ku di toko buku Fan nanti malam." jawab Aseng mengaduk-aduk sup tulang sayur asin di panci nya dengan sendok masak.
"Wahh, sepertinya enak tuh..,bolehkah aku cicipi untuk makan siang ku sekarang?" pinta Ase yang mengedipkan sebelah matanya kepada Aseng.
Aseng berdecak lidahnya namun tidak tetap saja mengambilkan mangkuk yang diisi dengan sup tulang sayur asin ke mangkuk yang langsung di serahkan kepada Ase yang mengambilnya dan menikmatinya dengan senyuman cerah.
"Ase, kau terlihat orang kelaparan saja, apakah kamu belum makan pagi di rumahmu sebelum aktivitas di kampus dan kantor mu? " tanya Aseng kepada Ase seraya menaruh mangkuk nasi, sepasang sumpit dan menuangkan air teh hangat di gelas untuk Ase.
__ADS_1
"Iya, nih. Aku tadi belum sempat sarapan pagi di rumahku karena jam kuliahku sangat mepet banget. " jawab ase sambil mengunyah nasi di mulutnya.
"Emmm, pantas saja kau seperti babi kelaparan siang ini. Ya, sudah. Kau makanlah yang banyak karena kebetulan aku masak sup tulang sayur asin cukup banyak porsinya. " kata Aseng yang selalu memerhatikan setiap sahabatnya itu.
"Iya, Aseng. Terimakasih. " jawab Ase nyengir.
Ase meninggalkan Ase di dapur seorang diri. Ia pergi ke kamar mandi untuk bersiap berangkat kerja. Dan, kesempatan ini digunakan oleh Ase untuk mencari jimat pelindung Aseng di dapur namun Ase tak menemukannya.
"Ahh, dimana aku bisa menemukan jimat itu?" pikir Ase mengedarkan pandangan matanya ke segala penjuru kamar asrama sahabatnya itu.
Lalu Ia memandang ke kamar mandi. Maka ia melesat ke dekat kamar mandi untuk menunggu Aseng buka pakaian namun asal sebuah cahaya kegelapan yang menghadapinya sampai ia kaget sendiri.
"Auwwww..! Cahaya apakah itu? Kenapa aku tak bisa melihat apa-apa di dekat sini? " tanya Ase pada dirinya sendiri.
Tetapi, pintu kamar mandi terbuka dan serangan hantu itu malah mengenai Aseng yang langsung terjerembab di lantai depan kamar mandi dan ia mengejutkan Ase.
"Aseng! Kau kenapa??? " tanya Ase cemas.
Hantu ini ingin mengambil energi kehidupan dan manusia Aseng namun ia terlempar sesuatu dari sampingnya dengan tubuhnya keluar dari kamar asrama Aseng.
Bruakk!
"Hantu sialan jangan coba-coba untuk kamu bisa mencelakakan Aseng dan Ase, karena aku akan membunuhmu...! " hardik Yang Xi Xi yang telah datang ke kamar asrama Aseng setelah melihat Liu Dan menghancurkan jimat pelindung Aseng untuk dirinya bisa mendekati Aseng lagi.
"Heii, kau sendiri seorang hantu? Kenapa kamu menghalangi ku untuk menghisap eneri yang dimiliki oleh mereka yakni energi kehidupan dan manusia mereka?? " tuding hantu pria yang mata kejam kepada Yang Xi Xi.
__ADS_1
"Iya, aku memang hantu, namun aku berbeda dengan mu atau hantu lainnya. Karena itu aku tentunya akan membunuhmu jika kamu masih ingin mencoba untuk mencelakakan Aseng dan Ase..!" jawab Yang Xi Xi dengan tatapan mata lebih bengis kepada hantu sahabat sejati Liu Fung.
"Wahh, kalau begitu kamu bertentangan dengan hukum perhantuan dan normal-norma dunia arwah..! " hardik hantu itu dengan suaranya luar biasa menakutkan bagi manusia yang dapat mendengarnya namun tidak bagi Yang Xi Xi.
"Mmm, norma-norma atau hukum perhantuan tak berlaku untuk ku seorang Yang Xi Xi... Dan, kau harus mati sekali lagi...! " balas Yang Xi Xi melayang ke arah hantu kejam itu.
Hantu kejam itu mendengus kepada Yang Xi Xi yang melayang kearahnya lalu hantu itu juga melayang ke arah Yang Xi Xi namun ia memekik kaget karena tangan Yang Xi Xi terjulur panjang ke batang lehernya lalu membantingnya dengan kencang ke tanah hingga dirinya masuk ke arah kolam api neraka.
"Arghhhhh!!! " pekiknya.
Yang Xi Xi melotot ke tanah sebelum melayang ke arah kamar asrama Aseng untuk melihat pria idamannya itu untuk memastikan bahwa Aseng baik-baik saja.
"Aseng.. Kamu sadarlah.. " kata Ase yang telah lebih dulu mengguncang tubuh Aseng agar pria itu sadar dari pingsannya.
"Aduh.. Ase, apa yang telah terjadi padaku? " tanya Aseng begitu ia telah sadar kepada Ase di depannya.
"Kamu tiba-tiba pingsan di depan pintu kamar mandi mu dan mengejutkan ku. " jawab Ase.
"Oh, begitukah? Aduh, kenapa aku bisa tiba-tiba pingsan seperti ini? " tanya Aseng menyentuh dahinya untuk mengusir pusing karena sakit di belakang kepalanya yang diduga terbentur lantai di depan pintu kamar mandinya.
"Entahlah, mungkin kamu terpeleset saat keluar dari kamar mandi mu. " jawab Ase menyakinkan Aseng.
"Iya, mungkin juga. " kata Aseng berdiri pada dua kakinya lalu berjalan ke arah kotak obat untuk ambil obat luka untuk mengobati kepalanya yang benjol dan obat pusing kepala dari kotak obat di atas kulkas.
Bersambung!!
__ADS_1