
Liu Fung membuka sepasang matanya yang keji setelah dirinya menghisap hawa murni Qiao Qiao istri dari Ase sahabat dekat Liu Dan adik laki-laki kembar tak identik. Ia mengharapkan agar energi rohnya semakin kuat untuk datang ke rumah Bibi Xu dengan satu tujuan utamanya adalah membawa pulang Liana dari rumah Bibi Xu.
"Liu Dan, aku akan membunuhmu karena kamu begitu kurang ajar merebut istriku, Liana. Maka kau jangan pernah menyalahkan aku yang akan membalas perbuatan mu dengan lebih kejam lagi.. " desis Liu Fung melayang meninggalkan mansion Fan pada tengah malam hari itu juga.
Di sisi lain, Liu Dan sedang sibuk memikirkan sebuah cara untuk mengatasinya di rumah Bibi Xu sambil menemani kekasihnya makan malam bersamanya di ruang makan rumah Bibi Xu.
"Mama, apakah kau masih menentang hubungan ku dengan Liana yang sekarang ini sedang hamil anak ku yang berarti calon cucu mu dari putra kedua mu? " tanya Liu Dan dengan nada tulus meminta restu dari Mamanya.
"Dan Dan, jika Liana bukan istri kakak mu Liu Fung tentu Mama akan senang sekali menerima Liana sebagai calon istrimu, sayang." jawab Mamanya yang membuat raut wajah Liana jadi semakin sedih.
"Ma, dia menikah dengan Liu Fung karena ulah Akong, jadi mana mungkin seorang manusia bisa orang yang sudah mati atau sudah menjadi hantu.. Ini melanggar hukum alam dan hukum kita tinggal di bumi ini sebagai manusia yaitu hukum negara.. " kata Liu Dan bersikeras untuk menentang peraturan kuno Akongnya untuk ia bisa menyelamatkan Liana dan keliatannya Liu dari hukum karma yang akan di tanggung oleh seluruh anggota keluarga Liu dan generasi dari seluruh anggota keluarga Liu.
"Dan Dan, benar sekali. Benang merah antara Liu Fung dan Liana harus segera diputuskan melalui cinta kuat dan perjuangan Liu Dan yang bisa ubah nasib keluarga Liu kedepannya. " kata Bibi Xu menjelaskan bahwa Liu Dan mengatakan hal yang benar kepada Mamanya Liu Dan.
"Baiklah, tapi bagaimana cara untuk Dan Dan bisa memutuskan benang merah antara Liu Fung dan Liana? " tanya Mamanya Liu Dan yang kini menghadapi Bibi Xu.
"Dan Dan harus kembali ke rumah leluhur Liu untuk mencari surat perjanjian pernikahan yang dilakukan oleh Tuan Besar Liu terhadap keluarga Liana untuk mengikat perjanjian berdarah yang menyebabkan penderitaan bagi Liana dan Liu Dan juga Liu Fung. " jawab Bibi Xu mengalihkan perhatian kepada Liu Dan yang duduk di bangku samping Liana.
"Aku akan melakukannya secepatnya dengan cara ku sendiri.. " kata Liu Dan tegas dan berani mengambil konsekuensinya.
"Aku akan ikut menemanimu, Dan Dan" kata Liana yang mencemaskan keselamatan kekasih hatinya itu.
__ADS_1
"Tidak, Liana. Kau tunggu saja di sini, ya? Aku yang akan memperjuangkan kemerdekaan untuk mu demi kebahagiaan kita dan anak kita di rahim mu, sayang. " kata Liu Dan lembut kepada Liana.
"Iya, Dan Dan Aku akan mendengarkanmu demi kebahagiaan kita semua. " kata Liana merangkul Liu Dan dengan erat.
Demikianlah Liu Dan menemui Yang Xi Xi teman hantunya yang memang saat itu sedang duduk di atas atap gedung apartemennya sedang asyik melamun yang tentunya di ketahui oleh Liu Dan kalau hantu manis itu sedang memikirkan Aseng sahabatnya yang satunya lagi.
"Dan Dan, tumben jam segini kamu baru pulang ke rumah mu? Apakah kamu kerja lembur pada malam hari ini? " tanya Yang Xi Xi melayang turun dari atas atap gedung apartemen ke arah Liu Dan di depan pintu masuk ke dalam gedung apartemen.
"Aku baru pulang dari rumah Bibi Xu usai jenguk Liana -ku disana. " Jawab Liu Dan ramah kepada Yang Xi Xi.
"Ouh, ku kira kamu baru pulang dari asramanya Aseng untuk membantu ku menghancurkan jimat yang dikenakan oleh Aseng di lehernya.. " Kata Yang Xi Xi dengan manyun.
"Emm, siapa bilang aku tak membantumu untuk menghancurkan jimat itu..?" Liu Dan meraih jari Yang Xi Xi untuk meletakkan abu jimat milik Aseng ke telapak tangan hantu cantik itu.
"Dan Dan, terimakasih banyak atas bantuanmu untuk ku. Aku pasti akan membalas kebaikanmu dengan sepuluh kali lipat dari kebaikanmu pada ku.. " kata Yang Xi Xi membuang abu jimat itu di udara tengah malam lalu merangkul Liu Dan.
"Sama-sama Xi Xi, kamu juga sangat baik sekali kepada ku." kata Liu Dan yang merasakan hawa dingin sekali di peluk Yang Xi Xi.
"Dan Dan, aku akan membantumu untuk hadapi Liu Fung kakakmu itu setelah aku mendengarkan suara hati mu yang memikirkan hantu berengsek itu setiap hari mu. " kata Yang Xi Xi melepaskan rangkulan pada Liu Dan.
"Ya, Xi Xi.. Terimakasih banyak. Lalu apa rencana mu untuk membantu ku dalam mengatasi Liu Fung? " tanya Liu Dan yang duduk di tepi kolam air mancur depan gedung apartemen.
__ADS_1
"Aku harus menemui Liana dulu dan Bibi Xu agar aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk mu dan Liana. " jawab Yang Xi Xi tegas.
"Baik, kalau begitu besok atau lusa saat kamu ada waktu luang,maka aku akan mengajakmu untuk bertemu dengan Liana dan Bibi Xu.. " kata Liu Dan berterimakasih atas kebaikan Yang Xi Xi kepadanya.
Yang Xi Xi melayangkan senyuman manis untuk membalas ucapan terimakasih Liu Dan kepada sahabat manusianya itu sambil menawarkan ice cream di tangannya kepada Liu Dan.
"Ice cream sangat bagus untuk mengusir rasa gelisah lho.. " ucap Yang Xi Xi.
"Wahh, terimakasih untuk icecream mu.." kata Liu Dan menerima icecream dari Yang Xi Xi yang kini duduk di sampingnya di tepi kolam air mancur depan pintu gedung apartemen.
*****
Gedung asrama putra.
Aseng membuka pintu bagi Liu Dan pada siang hari itu yang mampir ke kamar asramanya untuk meminjam powerbanknya, maka Aseng pun baik hati meminjamkan powerbanknya kepada Liu Dan.
"Kau pakailah powerbankku di sini.. Aku mau pergi ke supermarket di lantai bawah gedung ini sebentar saja." tutur Aseng ramah kepada Liu Dan sambil meninggalkan sahabatnya di kamar asramanya.
Liu Dan mengambil kesempatan ini untuk cari jimat Aseng di seluruh kamar asrama sahabat terbaiknya itu lalu Liu Dan menemukan jimat itu di bawah bantal tidur Aseng dan menukarnya dengan kalung jimat palsu.
"Maaf, untuk kebaikan mu dan janjiku pada salah satu dari penggemar berat mu, Aseng. Aku harus melakukan hal ini kepada mu.. " kata Liu Dan di kamar asrama Aseng.
__ADS_1
Bersambung!!