Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard

Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard
Chapter 01 : Pernikahan & Kebangkitan


__ADS_3

Pada hari itu, di Kekaisaran Aeternus, tengah terjadi sebuah peristiwa yang bagi beberapa orang, sangat membahagiakan, tapi mayoritas dari mereka, sangat tidak menyukai hal itu, sampai-sampai dengan sangat beraninya, mereka mencaci-maki hal tersebut dengan cukup terang-terangan.


Namun, mengingat seberapa pentingnya hal tersebut bagi Kekaisaran itu, mayoritas orang hanya bisa diam dengan wajah yang tertunduk saja, ketika mereka semua mencoba yang terbaik untuk memasang senyum cerah di wajah mereka, demi kelancaran dari peristiwa tersebut.


Peristiwa tersebut, yang dirayakan oleh bukan hanya warga dari Kekaisaran itu saja, tetapi beberapa kerajaan lain pun turut merayakannya, adalah mengenai pernikahan antara Pangeran Kesembilan dari Kekaisaran Aeternus - Arch Nixice Aeternus - dengan Putri ketiga dari Kerajaan Suci Agios - Rosaria Agioslight - yang dalam sudut pandang orang-orang, dilakukan hanya demi melupakan dendam masa lalu, yang sering membuat kedua negara itu selalu berperang satu sama lain.


Hanya saja, yang jadi permasalahannya itu, sementara sang mempelai wanita ini di kenal sebagai putri yang cerdas dan sangat berbakat, serta memiliki reputasi yang sangat baik di mata Dunia, sampai-sampai di anggap sebagai seseorang yang akan menduduki posisi Saint selanjutnya, tapi di sisi lain, mempelai prianya itu adalah seorang sampah, yang selain katanya tidak memiliki bakat di dalam bidang apapun, dirinya pun memiliki reputasi yang sangat buruk, yang sering di anggap juga sebagai seseorang yang tidak akan pernah layak mengklaim kursi tahta dari Kekaisaran Aeternus, terutama karena dia yabg dikatakan juga akan menjadi musuh dari seorang Hero.


Itu juga yang mungkin menjadi salah satu alasan utama, dari mengapa hanya sebagian kecil orang saja yang menikmati perayaan tersebut, di mana mayoritas dari orang-orang itu, hanyalah orang-orang yang tidak menyukai Rosaria.


Meski begitu, tapi pada akhirnya tidak ada satu pun orang yang dapat menyangkalnya, kalau akibat dari pernikahan tersebut, era peperangan yang terus melanda Benua itu pun akhirnya berakhir.


¥©®®©¥


Satu hari setelah upacara pernikahan...


"Urgh!"


Suara penuh kesakitan dari seorang pemuda, dapat terdengar dengan sangat jelas di dalam ruangan tersebut.


Di sana, seorang pria yang memiliki kulit pucat yang seputih salju dan terlihat berada di awal usia dua puluhan, dengan rambut panjang aquamarine pucat miliknya yang memudar menjadi lavender dan merah marun di ujungnya, serta mata yang tampak seperti sebuah pusaran air yang terdiri dari warna lavender dan merah marun yang juga memiliki pupil hitam berbentuk menyerupai sebuah kristal es, dia terlihat sedang berbaring di lantai, sambil memegangi kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya dan terlihat terus berguling kesana dan kemari.


Selain seorang pria yang sedang berbaring di lantai dengan kedua tangannya yang tengah memegangi kepalanya, tidak ada satu orang pun di sana, di mana satu-satunya hal yang menemani pria itu, hanyalah cahaya bulan yang memantul dari balik jendela kaca yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


Ruangan itu, mau di lihat dari sudut mana pun, sepertinya adalah sebuah ruang tidur dari bangsawan kelas atas.


Dimulai dari kasurnya yang begitu mewah, dekorasi yang begitu indah dan sangat mencolok, serta beberapa hal lainnya, yang mungkin saja akan membuat sebagian besar orang dari kalangan menengah ke bawah menjadi sangat terperangah.


Pria itu terus berguling dengan ekspresi penuh kesakitan di wajahnya, hingga setelah hampir sepuluh menit berlalu, dia terlihat mulai berhenti melakukan hal tersebut, dan kini dia tampak sedang mencoba untuk mengatur ulang nafasnya.


"Dimana ini? Tidak, lebih penting dari itu... Aku ini Arch Nixice Aeternus, tapi... Aku juga adalah Bani Dafa Sabiluna..."


Yup, seperti yang sudah bisa di tebak, kalau pria itu adalah Pangeran Kesembilan dari Kekaisaran Aeternus, yang kemarin baru saja menggelar sebuah acara pernikahan.


Meski begitu, sepertinya, ada yang tidak beres dengan Pangeran tersebut...


¥©®®©¥


POV MC


Aku... Arch Nixice Aeternus. Tapi, pada waktu yang bersamaan pula... aku juga... Bani Dafa Sabiluna...


"Sialan... Apa ini benar-benar seperti apa yang saat ini sedang aku pikirkan?"


Meskipun aku masih agak ragu tentang hal itu, tapi mengingat ingatan terakhirku tentang kehidupan Bani Dafa Sabiluna itu, aku yang sepertinya tiada setelah menyelamatkan nyawa istriku...


"Reinkarnasi? Atau mungkin... Transmigrasi?"

__ADS_1


Itu benar sekali. Hanya dua hal itu saja yang menurutku cukup logis, untuk menjelaskan situasiku saat ini.


Tapi untuk sekarang... "Aku sepertinya perlu mengurus hal-hal ini..."


Setelah menggumamkan hal itu dengan sedikit frustasi, aku kemudian mulai memandangi sekitarku dengan cukup seksama, hanya untuk memeriksa, apakah ada orang di sekitar sini atau tidak.


Dan, setelah mengambil keputusan kalau sepertinya tidak ada siapapun kecuali aku di sini, aku kemudian bangkit dan mulai membersihkan tempat yang kacau ini.


.....


....


...


"<>"


Aku melantunkan sihir sehari-hari yang fungsinya untuk membersihkan sesuatu, pada diriku sendiri, setelah aku selesai membersihkan kekacauan yang ada di tempat ini.


Setelah mengganti pakaianku dengan sesuatu hal yang lebih baik, aku kemudian mulai duduk di tepi kasurku, sambil mulai memandangi langit-langit dari kamar ini dengan tatapan rumit.


Di satu sisi, aku agak frustasi dengan kondisiku saat ini, terutama tentang fakta bahwa kehidupanku sebagai Arch Nixice Aeternus yang benar-benar begitu menyedihkan, sampai-sampai aku tidak tahu harus berkata apa, setelah melihat ingatan dari kehidupanku yang itu...


Sementara itu, di satu sisi lainnya, aku merasa sedikit senang, terutama karena dengan ini, aku akhirnya bisa terbebas dari neraka yang terkutuk itu, meskipun aku berakhir mendapatkan wilayah terburuk yang ada di Dunia ini, plus seorang istri yang sepertinya tipe wanita Tsundere yang entah kenapa memberiku getaran Yandere pada waktu yang bersamaan...

__ADS_1


"Huhh... Aku harap hidupku tidak akan berakhir dengan menyedihkan."


Setelah memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu dengan terlalu dalam saat ini, aku kemudian memutuskan untuk melihat [Status] yang aku miliki.


__ADS_2