Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard

Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard
Chapter 12 : Dilema Seorang Samurai


__ADS_3

(POV MC)


Setelah memanggil Tesla, aku menghabiskan waktuku untuk memperkenalkannya kepada para bawahanku dan penduduk desa, sekalian memperkenalkannya terhadap wilayah dari kota ini, plus sejarah di baliknya.


Namun, tidak seperti yang aku harapkan, pria itu sepertinya tidak begitu mempedulikan hal-hal tersebut, karena pada saat aku menyentuh topik yang berkaitan dengan sains, dia baru akan kembali menjadi bersemangat.


Bisa di bilang, hari itu aku benar-benar cukup sibuk sekali, karena selain harus berurusan dengan Tesla, tapi aku juga perlu berurusan dengan Rosaria dan pembangunan Kuil di kota ini, yang bukannya menyembah seorang Dewa, entah kenapa mereka malah membangun kuil untuk memujaku, dan hal itu benar-benar terasa agak mengerikan.


Lagi pula, meskipun aku memang berencana untuk memanipulasi orang-orang ini untuk membantuku menghancurkan Kekaisaran sialan itu, tapi aku tidak pernah menyangka, kalau hal tersebut malah akan menjadi seburuk ini.


Akan tetapi, meskipun aku memang ingin protes mengenai hal tersebut, aku segera menghentikan diriku dari melakukan hal itu, karena sepertinya, hal ini memanglah kesalahan dalam perhitunganku sendiri.


Meski begitu, ada juga hal baik yang terjadi hari ini, seperti aku yang berhasil mendapatkan ilmuwan jenius, meskipun gila, tapi dia adalah salah satu jenius bonafid yang sangat mengerikan.


Kemudian, ada juga fakta bahwa sepertinya pembangunan dari tembok yang ada di kota ini akan segera selesai, di mana hal itu artinya aku tidak perlu repot-repot lagi untuk membangun dan terus memperkuat, sebuah penghalang yang mengitari kota ini, tentunya dengan bantuan Lilith, karena tanpanya, mustahil bagiku untuk bisa mempertahankan hal itu setiap hari.


Di akhir hari itu juga, aku juga mencoba untuk memperbaiki hubunganku dengan Toshizou, yang sayangnya itu hasilnya nihil, karena wanita itu terus menatapku dengan sangat dingin nan mematikan, di mana setiap kali aku mendekatinya, pedangnya selalu sudah berada di lehernya.


Ketika hal itu terjadi, sempat terjadi keributan di antara orang-orang yang di latih olehnya dan Toshizou ini, yang untungnya sih berhasil aku hentikan tepat waktu, tanpa memakan korban jiwa satu pun.


Setelah hari yang melelahkan itu, aku kembali harus dipusingkan dengan Rosaria ini, yang entah kenapa selalu menggunakan posisinya sebagai 'ISTRI' ku, hanya untuk kesenangannya sendiri, di mana hal itu benar-benar membuat kepalaku serasa ingin pecah, terutama setelah ribuan layar mengambang muncul di depan muka ku, di mana layar-layar itu mempresentasikan kecemburuan si Little Death, alias Goddess of Death, akibat tingkat laku dari Saint yang tidak tahu malu ini.


Meskipun begitu, aku masih memutuskan untuk mengambil sisi positifnya saja, tanpa memikirkan hal buruknya, karena menurutku, hal itu lebih baik, dari pada harus pusing, sebab aku yang masih perlu memikirkan kelanjutan dari rencana balas dendam ku ini.

__ADS_1


Dengan pemikiran itu, dan 'ISTRI' ku yang sedang tertidur dengan senyum imut yang ada di wajahnya, jika saja dia tidak menggumamkan namaku dengan cara yang tidak begitu menyenangkan, aku mulai jatuh ke dalam alam mimpiku.


¥©®®©¥


(POV Orang Ketiga)


Di malam yang sunyi, sosok wanita yang di balut dalam kimono gelap terlihat sedang duduk di teras suatu rumah tradisional Jepang, di mana rumah tersebut terletak di Tritis City.


Sosok wanita itu terlihat sedang menatap bulan dengan ekspresi wajah yang rumit, pada saat dia mulai mengepalkan tangannya secara berulang.


Tentu saja, wanita itu adalah Hijikata Toshizou, yang sejak kedatangan dari Rosaria Agioslight, dia selalu merasakan sebuah perasaan yang kurang menyenangkan sekali, seolah-olah dia tidak suka kalau wanita itu berada di dekat Tuannya.


Selain itu, sejak kedatangan wanita itu juga, entah kenapa setiap kali dia berada di dekat Tuannya, Toshizou akan selalu merasakan, kalau jantung miliknya itu berdetak dengan sangat tidak beraturan, rasanya itu seperti ingin meledak, plus dia yang selalu merasa sangat malu, setiap kali mereka hanya berdua saja.


Lagi pula, dia sudah bersumpah kesetiaannya kepadanya dan melindunginya dari segala macam bahaya, tapi Toshizou malah membahayakan Tuannya sendiri, dengan selalu hampir memenggal kepalanya.


'Ada apa denganku?' Dia hanya bisa menanyakan hal itu saja di dalam benaknya, tanpa memiliki jawaban untuk menjawab pertanyaan tersebut.


Lalu, malam itu terus berlalu, dengan Toshizou sendiri yang masih tidak bisa tidur hingga pagi hari tiba, hanya karena dia yang setiap kali ingin tertidur, wajah dari Tuannya selalu muncul di dalam benaknya, yang mana hal itu membuatnya tidak bisa tidur sama sekali.


Dengan begitu, satu masalah baru pun muncul belakang Arch, tanpa dirinya ketahui sama sekali.


.....

__ADS_1


....


...


Keesokan paginya...


Di perbatasan antara Areti Federation dan Aeternus Empire, dua sosok terlihat sedang berjalan dengan sangat santai di sana.


Kedua orang itu, mereka tentu saja adalah Il Dottore dan Scaramouche yang masih dalam perjalanan untuk menemukan Tuan mereka, yang menurut keduanya sih, seharusnya Tuannya itu muncul di suatu daerah tertentu yang ada di Benua ini, lebih tepatnya sih di salah satu daerah yang ada di dalam Aeternus Empire.


"Tapi tetap saja, apa yang Master lakukan di tempat itu? Bukankah masih ada tempat yang lebih baik untuk dijadikan sebagai tempat tinggal dibandingkan gurun tersebut?" Scaramouche hanya bisa menggumamkan hal itu saja dengan penuh kebingungan, setelah dia akhirnya tahu persis, kemungkinan besar di mana Tuannya itu berada.


Dottore hanya bisa tertawa kecil saja, setelah dia mendengar gumaman tersebut, karena... "Apa yang baru saja kamu katakan, Scaramouche? Orang yang sedang kamu bicarakan ini adalah Master, mana mungkin tindakannya itu akan di sebut sia-sia, pada saat orang yang bisa memahami jalan pikirannya pun benar-benar sangat sedikit sekali."


"Benar juga." Scaramouche segera membalasnya dengan senyum kecil yang tumbuh di wajahnya, "Dan aku yakin, salah satu dari beberapa orang itu adalah kamu, bukan?"


Dottore yang menerima pertanyaan itu hanya menggelengkan kepalanya saja, sebelum dia membalasnya; "Tidak, itu bukan aku. Karena, meskipun aku memang adalah orang paling pintar kedua setelah Master yang ada di seluruh Solis Empire, aku masih sangat jauh untuk bisa mengerti apa yang sedang Master pikirkan."


"Benar juga. Lagi pula, Master adalah orang paling kuat dan bijaksana yang ada di Multiverse ini."


"Itu benar sekali."


Kemudian, dengan senyum kebahagiaan yang muncul di wajah mereka berdua, meskipun Scaramouche menutupi menggunakan topi miliknya, dan Dottore sendiri hanya menutupinya dengan menggunakan tangan miliknya, kedua orang itu mulai melangkahkan kaki mereka di Aeternus Empire.

__ADS_1


__ADS_2