
(POV MC)
Berjalan di sekitaran kota ini, aku segera melihat kota yang sudah tidak dapat aku kenali lagi, karena perubahan drastis yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.
Meskipun secara keseluruhan ada beberapa tempat yang masih sangat buruk, seperti lahan kosong yang masih di penuhi oleh pasir, tapi sisanya sudah bisa di bilang wajarlah, dalam sudut pandangku, jika saja ingin menyebut tempat ini sebagai kota.
Ketika aku berjalan-jalan di sekitaran kota ini, orang-orang yang sedang bekerja di sana segera menghadap ke arahku, sebelum mereka mulai menundukkan kepala mereka dan, secara serempak mereka menyapaku.
Aku hanya membalasnya dengan anggukkan ringan saja, sebelum aku berjalan pergi sambil mengaktifkan skill [Presence Concealment] untuk mencegah seseorang untuk mengikutiku.
Berjalan melewati gerbang kota dengan santai, aku kemudian mulai berjalan menuju ke arah Timur, yang setelah merasa jaraknya cukup aman, aku segera memasang sebuah penghalang yang sangat kuat di sekitarku.
Fungsi dari penghalang ini, bisa di bilang untuk mencegah siapapun yang ada di luar penghalang ini untuk dapat melihat hal apa yang ada di dalamnya, demi menjaga privasiku dengan lebih baik. Karena, aku tidak bisa begitu saja menggunakan kemampuan ku yang ini di tempat tanpa keamanan ekstra, hanya untuk berjaga-jaga saja, agar tidak ada orang yang dapat mengetahuinya.
Oh ya, karena sebelumnya aku berbincang dengan Little Death, alias Goddess of Death, yang berakhir dengan aku memutuskan untuk membangun kuilnya, hanya agar aku dapat bertatapan muka langsung dengannya, meskipun aku merasa kalau itu bukanlah pilihan yang bagus, tapi mari kita abaikan saja.
Intinya sih, setelah aku memiliki niat untuk membangun hal tersebut, Rosaria secara aneh segera tertarik dan menyarankanku untuk membangun kuil untum Goddes of Time, Goddes of Holy, Goddes of Forest, dan Goddess of Love juga, yang katanya sih dapat membantu kemajuan dari wilayahku ini.
Meskipun awalnya aku menolaknya, hanya karena aku merasa kalau itu bukanlah pilihan yang tepat untuk di ambil, sebab aku begitu membenci para Dewa, dengan pengecualian Little Death.
Akan tetapi, setelah mendengar kalau dia sendirilah yang akan mengurusnya, plus dia yang akan berhenti menggangguku selama pembangunan kuil-kuil itu, aku dengan cepat segera menyetujuinya, karena dengan begitu, akhirnya aku bisa lepas dari iblis berwajah Saint itu.
Jadi, bisa di bilang, kalau berkat obrolanku dengan Little Death, akhirnya aku bisa menjauhkan Saint itu dariku dan melakukan pemanggilan keduaku ini.
"Aku benar-benar berterima kasih kepadamu, Little Death."
Setelah aku mengatakan hal itu, serangakain layar segera memenuhi penglihatanku, yang isinya itu, hanya tentang si Little Death ini yang begitu senang dengan hal tersebut.
Aku memutuskan untuk mengabaikan hal tersebut, dan aku lebih memilih untuk segera melakukan pemanggilan.
Ngomong-ngomong, jika ada seseorang yang bertanya, tentang kenapa aku tidak merahasiakan hal ini dari Little Death? Aku hanya bisa mengatakan, kalau itu sudah tidak ada gunanya lagi.
Kenapa? Itu karena, sejak pertama kali aku mendapatkan ingatanku ini, Little Death sebenarnya sudah mengawasiku, tapi dia lebih memilih untuk tetap diam, hingga batas kesabarannya habis, saat Rosaria menjadikanku gulingnya semalam.
Jadi, bisa di bilang, kalau Dewi tersebut sudah mengetahui seluruh rahasiaku, dan karena dia berkata tidak akan memberitahukannya kepada siapapun, sebab takut aku membencinya, membuatku memutuskan untuk mengabaikannya saja.
Lagi pula, jika bukan karenanya, aku saat ini tidak akan berada di sini.
Aku segera menyikirkan seluruh pemikiranku itu dari dalam kepalaku, setelah aku melihat kalau pemanggilan yang aku lakukan ini akan segera berakhir.
"Anda memilih orang yang tepat. Saya Nikola Tesla, seorang jenius sejati!"
Setelah mendengar kata-kata penuh kesombongan itu, aku segera mengalihkan pandanganku ke arah sumbernya, hanya untuk melihat ada seorang pria muda yang sedang berdiri di tengah-tengah lingkaran sihir yang ada di depanku.
__ADS_1
Pria muda itu terlihat berada di usia pertengahan dua puluhan dan memiliki tubuh kurus yang agak atletis, dengan rambut pirang kusam yang agak panjang yang sedikit bergelombang dan memiliki beberapa helai putih di beberapa bagian ujungnya, di mana mata safirnya itu terlihat memancarkan rasa ingin tahu yang sangat dalam, serta pakaian yang dikenakan olehnya itu adalah sebuah setelan formal putih-ungu dengan tambahan sepasang sarung tangan dan sebuah topi yang serasi di kepalanya.
Melihat dan mendengar perkenalan dari pria yang ada di depanku ini, aku benar-benar tidak bisa untuk tidak tersenyum dengan penuh kegembiraan, karena aku baru saja mendapatkan jackpot.
Meskipun memang sih, dari mendengar suaranya, sudah bisa dipastikan kalau pria ini adalah orang yang sombong, tapi fakta bahwa dia ini merupakan salah satu ilmuan terbaik tidak dapat diganggu-gugat, yang artinya aku berhasil mendapatkan sesuatu hal yang sangat aku perlukan.
"Senang bertemu denganmu, Tesla. Aku Arch Nixice Aeternus. Aku harap kita dapat bekerja sama dengan baik."
Aku memutuskan untuk menawarkan jabat tangan, yang pria itu terima dengan mudah, sebelum aku memulai penjelasan yang sama, dengan penjelasan yang aku beritahukan kepada Toshizou, setelah kami berkenalan.
Namun, berbeda dengan Toshizou, Tesla tampaknya begitu, tidak, bisa di bilang terlalu antusias, terutama setelah menyadari kalau ada sihir di Dunia ini.
Dan, sama seperti Toshizou juga, aku pun segera memutuskan untuk mengecek status miliknya, ketika pria yang ada di depanku ini sibuk memerikasa layar status miliknya sendiri.
\=-----=-----=-----=-----=
{Status}
[Name : Nikola Tesla]
[Job Class : Scientist]
[Level : 1]
[Age : Unknown]
[Skill :]
(Unique Skill : Glavanism, Inherent Wisdom, Pioneer of the Star)
(Ordinary Skill : Lightning Manipulation (EX), Martial Arts {C+}, Pharmacist {A}, Science {EX}, Thought Acceleration {A+})
[Blessing : - ]
[Curse : - ]
[Title : Arch's Subordinate, Ultimate Mad Scientist of His Time, Child of Light, Human History's One and Only Sorcerer, Irreguler]
[Loyalty : 80% (Note : Jika mencapai 0%, maka ada kemungkinan untuk berkhianat)]
\=-----=-----=-----=-----=
Melihat betapa sedikit skill yang dimiliki oleh Tesla, aku tidak begitu terkejut, karena hal ini bisa di bilang sebagai hal yang wajar, mengingat Tesla yang adalah seorang ilmuwan, bukan seorang pejuang seperti Toshizou.
__ADS_1
Belum lagi, yang sangat menarik perhatianku, dari keseluruhan statistik milik Tesla ini, adalah kepemilikan tiga buah Unique Skill, dan beberapa Ordinary Skill yang bisa di bilang, agak terlalu rusak.
Namun, untuk sekarang, lebih baik aku fokus kepada tujuan awalku saja, dari kenapa aku begitu ingin memanggil seorang ilmuwan.
Mengeluarkan sebuah buku dari Space Storage yang aku ciptakan, dari penelitianku terhadap Space Magic selama beberapa hari terakhir ini, aku kemudian segera melemparkan buku itu ke arah Tesla, yang segera di tangkap olehnya, ketika pria itu terlihat segera keluar dari pikirannya sendiri.
"Apa ini?" Dia menanyakan hal itu dengan penuh kebingungan, sebelum dia mulai membacanya, di mana baru beberapa halaman di baca olehnya, aku sudah bisa melihat ekspresi penuh keterkejutan yang tumbuh di wajahnya.
"Ini, kan..."
"Ya, seperti yang kamu lihat di dalam buku itu. Aku ingin memintamu untuk membantuku dalam proyek tersebut. Apa kamu bisa melakukannya? Jika kamu tidak bisa, atau pun tidak menginginkannya, maka aku tidak begitu keberatan sama sekali."
Namun, bahkan baru saja aku menyelesaikan perkataanku itu, Tesla segera membalasnya dengan penuh antusias.
"Tentu saja aku akan menerimanya! Mana mungkin aku akan menolak hal yang begitu indah seperti ini!"
Melihat reaksinya itu, aku memutuskan untuk menambahkan bumbu terakhir di dalam rencana ku ini.
"Ngomong-ngomong, proyek itu akan di sembunyikan dari seluruh Dunia, hingga kita dapat menyesuaikannya dengan benar di dalam wilayah ini. Dan juga, aku ingin kamu untuk menyembunyikan hal itu dari orang luar wilayah ini, bahkan setelah hal yang di atas sudah stabil."
"Aku keberatan dengan hal itu! Kenapa kita harus menyembunyikan sains yang seindah ini!? Hal itu artinya Anda sama saja ingin menghentikan kemajuan dari umat manusia! Ak-"
"Oke, oke. Tenang, tenang. Aku tahu apa yang ingin kamu katakan. Hanya saja, ini adalah sesuatu hal yang perlu dilakukan di Dunia ini, di mana Sains di anggap tabu."
Mendengar apa yang aku katakan, meskipun tampak masih kesal, Tesla tampaknya segera paham dengan apa yang ingin aku beritahukan kepadanya.
"Apa itu karena keberadaan dari sihir?"
"Ya, dan Tidak."
"Maksudmu?"
Mendengar pertanyaan itu, aku mulai tersenyum, karena hal ini sesuai dengan arah pembicaraan yang sudah aku perkirakan.
"Yang aku maksud itu adalah; Ya, karena berkat adanya sihir, sains sangat diremehkan oleh orang-orang yang ada di Dunia ini. Dan tidak, karena bukan hanya akibat adanya sihir, tapi karena para Dewa pun secara bertahap selalu berinteraksi dengan manusia, aku yakin mereka tidak akan senang, jika saja ada seorang manusia yang dapat meniru hal yang bisa mereka lakukan."
Meskipun penjelasanku agak kacau dan terdengar aneh, tapi sepertinya Tesla bisa memahami pokok inti dari penjelasan tersebut.
Aku yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum kecut saja secara internal, karena betapa cerdasnya otak pria ini, sampai-sampai dapat dengan cepat mengartikan penjelasan yang meskipun terdengar logis, tapi terdengar aneh secara bersamaan.
Setelah itu, Tesla memutuskak untuk setuju dengan penuh keengganan, meskipun suasana hatinya tampak menjadi agak membaik, setelah aku memberi tahunya kalau dia bisa membagikan pengetahuan sainsnya itu kepada orang-orang yang ada di kota.
Jadi, dengan begitu, dalam suasana aneh yang menyebar di sekitar kami, kam berdua pun mulai berjalan menuju ke Tristis City.
__ADS_1