
(POV Orang Ketiga)
Setelah hal itu berlanjut selama hampir sepuluh menit, akhirnya Dottore terlihat mulai bertepuk tangan untuk mendapatkan perhatian dua rekannya itu.
Melihat kedua rekannya yang sudah mulai memperhatikannya, akhirnya Dottore mulai angkat bicara.
"Baiklah. Daripada terus seperti ini, lebih baik kita bagi ke dalam dua tim saja, di mana yang satu nantinya akan mencari keberadaan dari Master, dan yang lainnya akan kembali ke Zvezdnaya untuk memberitahukan kabar ini."
Mengalihkan pandangannya ke arah Scaramouche, Dottore kemudian berkata; "Aku dan Scaramouche akan pergi mencari Master..." Pria itu kemudian mulai mengalihkan pandangannya ke arah La Signora, sebelum dia melanjutkannya; "Sementara kamu, La Signora, akan kembali untuk memberitahukan kabar ini kepada yang lainnya."
"Tap-" Meskipun La Signora ingin menolak pemilihan tim itu, karena dirinya juga ingin sesegera mungkin bertemu dengan Masternya itu, tapi sayangnya dia segera di potong dengan sangat tegas oleh Dottore.
"Tidak. Kamu kembali dan beritahu yang lainnya mengenai kabar ini. Dan, jika kamu masih tetap ingin menolaknya, maka aku II Dottore, sebagai yang ketiga dari The Eleven Nix Harbinger, memerintahkan mu untuk melakukan hal tersebut."
"Tapi kenapa..." La Signora hanya bisa menanyakan hal itu dengan suara tertekan saja, karena meskipun dia ingin tetap menolak hal tersebut, tapi karena pria yang ada di depannya ini memiliki posisi yang lebih tinggi dari dirinya, hal itu membuatnya hanya bisa menanyakan hal itu saja.
Tentu saja, Dottore yang menyadari hal tersebut, dia segera memberitahukan alasan di balik hal itu.
"Jangan tertekan seperti itu, La Signora. Karena, setelah kamu selesai memberitahu para Harbingers yang lainnya, kamu juga harus segera memberitahukan kemunculan dari Master kepada 'orang-orang' itu. Sisanya, aku yakin kamu pasti sudah paham."
La Signora terlihat segera memasang ekspresi penuh keseriusan di wajahnya, ketika otaknya mulai mencerna setiap kata yang baru saja dikatakan oleh Dottore. Hingga...
"Ti-tidak mungkin... Ja-jangan bilang..."
Melihat mata penuh keterkejutan milik wanita yang terlihat mengenakan topeng hitam yang hanya menutupi mata bagian kirinya saja, Dottore segera kembali memasang senyum kecil di wajahnya.
"Kekeke... Seperti yang sedang kamu pikirkan saat ini. Setelah berita itu menyebar, hal yang sama seperti yang ada di legenda di masa lalu pasti akan diyakini terjadi dan..."
"'Itu kesempatan yang sangat bagus untuk menghancurkan kesombongan dari para Keluarga Sirius itu', bukan?"
Dottore hanya membalasnya dengan anggukkan ringan saja, ketika La Signora mulai berdiri dan membersihkan pakaiannya yang tidak kotor itu, dengan senyum kecil yang tumbuh di wajahnya.
Pada saat seluruh hal itu terjadi, Scaramouche yang benar-benar di abaikan itu pun, dia terlihat mulai kembali asik dengan Catalyst yang ada di dekatnya itu, di mana wanita tersebut benar-benar tampak tidak begitu peduli dengan hal yang sedang dibicarakan oleh mereka berdua.
Kemudian, setelah beberapa perbincangan singkat, mereka bertiga mulai berpisah, dengan Dottore dan Scaramouche yang tampak mulai berjalan menuju ke Benua Mesaio, sementara La Signora terlihat mulai berjalan menuju ke arah Utara.
__ADS_1
¥©®®©¥
(POV MC)
Pada siang hari di hari keenam sejak awal perjalananku ini, akhirnya aku dapat melihat kota yang menjadi tujuan dari perjalananku ini.
Tristis City.
Itu adalah nama dari kota terbesar, dan kota pusat, dari Erimos, nama dari wilayah ini.
Seperti yang aku lihat dalam laporan mengenai wilayah ini, pusat kotanya pun benar-benar sangat memperihatinkan, karena temboknya pun benar-benar terlihat sangat rapuh, sampai-sampai aku agak skeptis kalau itu masih bisa di sebut sebagai tembok.
Untuk semakin memperburuk penampilan dari kota ini, penjaga gerbangnya pun terlihat sangat lusuh, dan bahkan tampaknya hanya ada dua orang saja; satu orang tua yang tampak sudah hampir lanjut usia, dengan yang lainnya adalah seorang anak muda yang kekurangan nutrisi.
"Ini lebih buruk dari apa yang aku pikirkan."
Ketika aku tanpa sadar menggumamkan hal itu, kedua wanita yang bersama denganku ini secara bersamaan menganggukkan kepala mereka, pertanda kalau mereka pun setuju dengan kata-kataku itu.
Berhenti di depan gerbang masuk ke kota ini, aku segera turun dari kereta kudaku ini dan berjalan menuju ke arah dari kedua penjaga ini, yang sepertinya sudah bersiap akan kedatanganku.
Melihat seberapa tertekannya kedua orang ini ketika menyapaku, plus melihat mata penuh ketakutan yang mereka berdua miliki, aku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk menghela nafasku dengan agak frustasi. Karena...
'Sepertinya reputasi buruk ku bahkan di ketahui oleh orang-orang yang ada di sini.'
Lalu, aku hanya menyapa keduanya dengan anggukkan ringan saja, sebelum aku naik kembali ke kereta kudaku dan memberi isyarat pada Toshizou untuk melanjutkan perjalanan.
Meskipun terlihat ingin menanyakan sesuatu hal kepadaku, tapi dia tampak lebih memilih untuk tetap diam dan lanjut mengendarai kereta kuda ini ke dalam kota.
Kali ini, baik itu Lilith dan Toshizou, dengan yang terakhir selalu melirik ku setiap kali memiliki kesempatan, mereka mulai memandangiku dengan tatapan yang benar-benar cukup menyebalkan.
Dalam suasana hati yang kurang baik, aku akhirnya sampai di tempat tinggalku mulai saat ini, yaitu rumah dari Tuan Tanah yang sebelumnya, yang dari sudut pandangku, adalah rumah paling bagus, baik dalam desain dan interior plus eksteriornya, maupun keadaan dan fondasi bangunannya.
Hal ini itu seperti... 'Di bangun dengan cara yang tidak lazim sama sekali.'
Aku hanya bisa sampai pada kesimpulan itu saja, yang setelah sampai pada kesimpulan tersebut, aku segera memutuskan hal pertama yang akan aku lakukan sebagai Lord dari kota ini.
__ADS_1
"Toshizou, cepat beritahu kepada semua orang untuk berkumpul di alun-alun kota nanti sore. Karena, aku memiliki beberapa hal penting yang ingin aku beritahukan kepada mereka semua. Dan ingat..."
Tatapanku segera beralih ke arah Toshizou, ketika pupil mataku mulai menjadi semakin tajam.
"... Kalau memang ada orang yang sakit, atau mereka izin untuk tidak hadir, intinya sih, apapun yang terjadi. Mereka semua wajib hadir nanti sore, dan orang yang melanggarnya, maka akan di gantung tepat di depan orang-orang. Mengerti?"
Aku bisa melihat tatapan penuh keterkejutan yang dimiliki oleh Samurai Wanita ini, sebelum dia dengan agak bingung memutuskan untuk membungkuj dan berlari pergi, yang menurutku sih untuk memberitahukan kata-kataku yang sebelumnya.
"Master, kenapa kamu memberikan perintah seperti itu? Aku memang tahu kamu agak berubah setelah pernikahan mu dengan Saint itu, tapi aku tidak pernah menyangka kalau kamu akan berubah sejauh ini."
Aku yang awalnya ingin melangkah masuk ke dalam kediaman baruku ini harus segera menghentikan langkah kaki ku, setelah aku mendengar kata-kata penuh kekecewaan dari Maid Demon ku ini.
Mengalihkan pandanganku ke arahnya, aku bisa melihat kekecewaan besar yang ada di mata merah marunnya itu, yang ketika aku melihat hal tersebut, entah kenapa aku menjadi sangat frustasi.
'Apa sih yang sedang terjadi padaku?'
Meskipun aku masih bingung dengan hal tersebut, tapi aku masih bisa berpikir dengan logis, untuk sesegera mungkin membalas perkataan dari Maid Demon ku ini, atau aku mungkin akan kehilangan wanita ini untuk selamanya.
"Jangan salah paham terlebih dahulu, Lilith. Aku memiliki alasan di balik perintah tersebut, dan itu perlu aku lakukan, jika saja aku ingin memimpin wilayah ini dengan tenang."
"Lalu, apa alasan tersebut?"
Aku tidak langsung membalasnya, melainkan aku memutuskan untuk menatap matanya dulu dalam-dalam, dengan wanita itu sendiri yang balas menatapku, sebelum akhirnya aku mengalihkan pandanganku dan membalasnya.
"Alasannya sih aku ingin orang-orang yang ada di kota ini tidak meremehkan ku, sama seperti apa yang orang-orang menyebalkan itu lakukan. Dan..."
"Dan?"
"Dan aku hanya ingin memberikan contoh pada orang-orang yang ada di kota ini, tentang apa yang akan terjadi dengan mereka, jika saja mereka memilih untuk mengkhianatiku dan bekerja sama dengan orang luar untuk membunuhku."
"Bagaimana kamu akan memberikan contoh kepada mereka?"
Aku tidak membalasnya, tapi kali ini aku memutuskan untuk berjalan masuk ke dalam kediaman baruku ini, dengan Lilith yang terlihat mulai mengikutiku dari arah belakang sambil memandangiku dengan penuh penasaran.
"Kamu akan lihat nanti."
__ADS_1
Tanpa aku sadari, senyum ku menjadu sangat buruk dan terdistorsi, ketika mataku mulai terfokus kepada beberapa sosok bayangan yang ada di dalam kediaman baruku ini.