
(POV Orang Ketiga)
Dua bulan terlihat menyinari Dunia sunyi yang gelap itu, dengan angin sejuk yang terasa sangat dingin berhembus ke sekitar.
Di hutan bagian paling ujung Utara dari Areti Federation, dua sosok tampak berjalan dalam kesunyian malam yang hanya di sinari oleh dua cahaya bulan saja.
Salah satu dari kedua orang itu terlihat seperti seorang pria muda yang tampak sedang mengenakan sebuah mantel musim dingin, dengan yang satunya lagi adalah seorang wanita muda dengan rambut bergelombang yang memiliki warna nila agak pucat yang memudar menjadi teal di ujungnya yang terlihat di ikat menjadi ekor kuda samping yang longgar dan tampak mengenakan mantel yang sama dengan pria yang bersamanya itu tapi dengan tambahan sebuah topi penyihir yang agak kebesaran di kepalanya.
Mereka berdua ini adalah Dottore dan Scaramouche, yang mana mereka ini baru saja sampai di Benua Mesaio ini.
Kini, keduanya sedang mencoba berjalan mengikuti arah bintang yang di lihat oleh Scaramouche, untuk mencari Master mereka yang sepertinya telah muncul di Dunia ini.
Namun, sepertinya perjalanan mereka ini tidak akan semudah yang mereka pikirkan...
"Dottore, apa kamu merasakannya?" Scaramouche yang dari tadi hanya fokus pada Catalyst itu, dia secara tiba-tiba membisikkan hal itu dengan penuh keseriusan, ketika matanya mulai menatap sekitarnya dengan agak menyipit.
Dottore hanya membalasnya dengan tawa ambigu saja, ketika dia menghentikan langkah kakinya, yang segera di ikuti oleh Scaramouche, sebelum dia menatap ke arah langit dengan senyum bengkok yang mulai tumbuh di wajahnya.
Melihat senyum tersebut, tanpa sadar Scaramouche mulai melangkah sedikit demi sedikit untuk menjauh dari Dottore, karena dia tahu kalau pria ini sudah tersenyum seperti itu, biasanya segala hal tidak akan berjalan dengan baik dan normal.
'Aku turut berduka atas kematian kalian semua di tangan orang ini.' Yang bisa dilakukan oleh Scaramouche hanyalah berdoa saja semoga orang-orang ini tidak menjadi begitu bodoh lagi, sampai-sampai menyerbu mereka berdua, yang notabennya sudah begitu terkenal di Dunia.
Memang sih, kalau mereka berdua saat ini sedang menyamar dengan menggunakan suatu alat yang pria di sebelahnya ini ciptakan, tapi intinya masih tetap sama, di dalam sudut pandangnya.
Sementara itu...
Orang-orang yang tengah mengepung Scaramouche dan Dottore terlihat mulai bersiap untuk melakukan serangan, setelah melihat Dottore yang mulai menatapi langit dan Scaramouche sendiri yang menyembunyikan wajahnya di balik topi penyihirnya.
Namun, baru saja mereka ingin memulai serangan mereka, secara tiba-tiba, suara dari Dottore bergema dengan sangat keras di hutan tersebut.
"Kukukuku... Ahh... Aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan seseorang yang begitu idiot seperti kalian ini. Tapi, aku harap kalian siap untuk menerima konsekuensi dari tindakan kalian itu."
Bertepatan dengan suara itu berakhir, seluruh orang itu, dengan pengecualian Dottore dan Scaramouche, tubuh mereka mulai menekuk ke arah yang tidak wajar, sebelum dengan cepat mengembang dan...
__ADS_1
*BOOOOOOOM!*
Ledakan yang sangat besar segera tercipta di sana, yang saking besarnya, hal tersebut berhasil memusnahkan setengah dari hutan tersebut, di mana ledakan itu hanya menyisahkan Dottore dan Scaramouche saja, yang terlihat sedang berdiri di tengah-tengah kekacauan itu.
Melihat kekacauan yang terjadi di depannya, Scaramouche memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanannya saja, dengan Dottore yang tampak mengikutinya sambil mulai asik dengan sebuah kaca aneh yang sedang dirinya pegang.
Namun, yang tidak mereka berdua sadari adalah, bahwasanya hal tersebut akan menjadi awal mulai dari pergolakan besar yang akan terjadi di seluruh Dunia.
¥©®®©¥
(POV MC)
"Kenapa segalanya menjadi kacau begini?" Aku hanya bisa menggumamkan hal itu dengan penuh rasa frustasi saja, ketika aku menatap seorang wanita yang sedang tertidur sambil memeluk ku dengan sangat erat, seolah aku adalah sebuah guling.
Tentu saja, wanita ini adalah sang Saint of Forest, Rosaria Agioslight, dan juga istriku...
...
..
.
Jujur saja, ketika aku melihat hal itu, aku benar-benar panik. Karena, jika ini terus berlanjut, bisa-bisa Toshizou malah mengkhianatiku, dan hal itu tidak menyenangkan sama sekali.
Lagi pula, wanita itu adalah orang pertama yang aku panggil ke Dunia ini, plus sejak kami yang sering melakukan latih tanding dalam beberapa hari terakhir ini, membuat hubungan kami berkembang dengan cukup jauh, dan aku pun mulai memandangnya sebagai seorang teman dekat.
Memang sih, aku agak tertarik sebagai seorang lawan jenis. Tapi, aku masih tidak ingin memiliki hubungan yang terlalu dalam terhadap orang-orang, terutama yang berkaitan dengan cinta, selain karena aku masih menyimpan perasaan terhadap istriku di kehidupan pertamaku, tapi aku juga masih ingin fokus terhadap balas dendamku ini dulu.
'Aku harap bisa lepas dari wanita ini besok. Karena, akan sangat bermasalah jika dia secara tidak sengaja melihat kemampuanku itu.'
Sambil mengharapkan hal semacam itu di dalam benak ku, aku mulai menutup mataku dan jatuh ke dalam Dunia mimpi.
.....
__ADS_1
....
...
Keesokan paginya...
Hari yang cerah di pagi hari ini, dengan suara bersemangat dari para warga kota dapat terdengar dari arah luar ruangan.
Jika saja bukan karena seorang wanita yang masih memeluk ku ini, dan ribuan, mungkin karena terlalu banyak untuk di hitung, layar aneh yang memenuhi seluruh penglihatanku, pagi hari ini mungkin terasa sangat menyenangkan.
Belum lagi, layar-layar aneh ini berisikan sesuatu hal yang aneh, dan hal aneh itu terlihat seperti ini...
{Seorang Goddess of Death awalnya berniat ingin mencabik-cabik seorang wanita, tapi menghentikan dirinya sendiri di tengah jalan, karena takut di benci oleh Anda}
Dan...
{Seorang Goddess of Death tidak kuat melihat Anda yang di peluk oleh wanita lain dan benar-benar ingin membunuh wanita tersebut, tapi kembali menghentikan dirinya di tengah jalan lagi, karena dia tidak ingin di benci oleh Anda}
Lalu...
{Seorang Goddess of Death terus berguling-guling dan mencoba mencari cara untuk memisahkan kalian berdua}
Dan seterusnya...
Intinya sih, hal-hal ini membicarakan tentang seorang Goddess of Death yang cemburu ketika melihat Rosaria memeluk ku saat dia sedang tidur, tapi tidak berani berbuat apa-apa, hanya karena dia takut di benci olehku...
Huhh... Jujur saja, aku sekarang mulai berpikir, kalau selain Dunia ini yang memiliki orang-orang tidak normal di dalamnya, tapi sepertinya hal itu dapat terjadi akibat dari para Dewanya ini sendiri yang sudah tidak normal.
Lagi pula, kenapa dia begitu terobsesi kepadaku? Aku benar-benar ingat, kalau aku tidak pernah melakukan sesuatu hal yang, dalam sudut pandangku, akan membuat sang Dewi ini begitu terobsesi terhadapku.
Jadi, kenapa dia begitu terobsesi seperti itu...
Namun, bahkan sampai wanita yang sedang berbaring di sebelahku ini bangun, aku masih tidak dapat menemukan jawaban atas pertanyaanku itu, hingga membuatku memutuskan untuk memikirkan hal itu nanti saja, karena sekarang ini, aku perlu fokus untuk membuat wanita ini menjauh dariku, demi agar aku bisa menggunakan Unique Skill [Servant] ku dengan tenang.
__ADS_1
Mengabaikan wanita yang mulai menggodaku ini dengan tubuhnya, aku kemudian bangkit dan mulai melakukan aktivitas pagiku sambil memikirkan bagaimana caranya membuat wanita itu menjauh dariku.