Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard

Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard
Chapter 13 : Dimulainya Revolusi Industri


__ADS_3

(POV MC)


"Jadi, bagaimana hasilnya?" Aku bertanya dengan penuh minat, pada saat mataku mulai terfokus pada sebuah bola lampu yang sebelumnya di bawa oleh Tesla.


Tesla terlihat hanya tertawa kecil saja, sebelum dia berkata; "Tentu saja semuanya berjalan dengan lancar, Master. Kamu pikir aku ini siapa?"


"Nikola Tesla, benar bukan?" Aku hanya membalasnya dengan datar saja, di mana hal tersebut berhasil membuat Tesla tertawa.


"Yup, itu benar sekali. Aku ini Nikola Tesla! Jenius bonafid yang melampaui pria menyebalkan itu!" Dia mengatakan hal itu dengan nada penuh kesombongan, sebelum memulai persentasinya terhadap sesuatu hal yang aku minta orang ini buat.


Melihat hal itu, aku memutuskan untuk menontonnya saja di luar, tapi di dalamnya aku masih fokus pada kejadian yang terjadi dalam dua hari terakhir ini.


Dua hari terakhir? Yup, itu benar sekali. Sudah tiga hari berlalu sejak pemanggilan Tesla, dan sejak saat itu, ini adalah pertama kalinya pria ini keluar dari labolatoriumnya, karena dalam dua hari terakhir ini, dia selalu mengurung dirinya di dalam sana, dengan beberapa suara ledakan yang terkadang muncul dari dalamnya.


Tentu saja, aku memutuskan untuk mengabaikan hal itu dan tidak membiarkan siapa pun, kecuali beberapa orang tertentu yang aku izinkan, untuk memasuki ruangan itu, hanya karena aku tidak ingin ada seseorang yang mengganggu orang ini dalam membuat beberapa hal yang aku minta kepadanya.


Dan, kini hal pertama yang aku minta dia untuk segera buat, hanya dalam waktu dua hari saja, dengan hanya berbekal beberapa hal yang aku ingat dari kehidupan masa laluku, pria ini berhasil menciptakan hal tersebut, di mana hal itu membuktikan kejeniusan mengerikan yang dimiliki olehnya.


Lalu, hal apakah yang aku minta Tesla untuk buat? Tentu saja, aku memintanya untuk membuat sebuah panel Surya yang sangat besar, kira-kira sebesar seluruh kota ini, yang nantinya panel Surya itu akan menghasilkan listrik dari sinar matahari yang begitu terik di tempat ini, di mana listrik itu nantinya bakal digunakan untuk menyalakan berbagai macam lampu yang akan menerangi kota ini.


Memang sih, listrik itu nantinya bakal digunakan pada berbagai macam hal, tapi untuk saat ini, aku memutuskan untuk menggunakannya hanya untuk lampu saja, mengingat hanya baru ada itu saja yang menggunakan listrik di sini.


Jadi, bisa di bilang, dengan hal tersebut, sekarang orang-orang ini bahkan bisa bekerja dengan baik, meskipun malam hari sudah tiba, karena sejak awal aku tiba di sini, aku segera menyadari, kalau malam hari di tempat ini itu begitu gelap, karena sepertinya tidak ada satu pun orang yang memiliki Magic Item, yang biasanya sih orang-orang gunakan untuk dijadikan sebuah lampu, di mana bahkan api yang terbuat dari kayu pun tidak bisa mereka buat, mengingat tempat ini yang benar-benar nihil sekali pohon di dalamnya.

__ADS_1


Kemudian, setelah pria ini selesai dengan penjelasannya itu, di mana dia yang sepertinya baru hanya bisa membuat seperempat dari rencana awalnya saja, tapi karena hal itu sudah luar biasa, aku memutuskan untuk tidak mengungkitnya, di mana aku lebih memilih untuk menanyakan projek lain yang aku minta pria ini buat, karena hal itu adalah yang terpenting kedua, setelah projek ini.


"Hmm... Lalu, bagaimana dengan projek 'Synthetic Farm'?"


Mendengar pertanyaanku itu, mata milik Tesla segera berbinar, sebelum dia mengeluarkan sebuah kertas besar dan menempelkannya pada papan tulis yang ada di depanku ini, di mana papan tulis itu juga di bawa oleh pria ini ke sini, hanya untuk mempermudah penjelasan yang dia miliki ini.


Dan, ngomong-ngomong, bukan hanya ada satu papan tulis saja di sini, melainkan ada empat sekaligus.


Mengabaikan hal itu, aku segera menatap ke arah kertas yang sudah terbuka itu. Dimana, setelah melihat hal yang ada di dalamnya, senyum kecil segera tumbuh di wajahku, karena...


"Hehh... Apa kamu akhirnya berniat untuk menggabungkan antara Sains dan Sihir?"


Tesla segera tersentak, setelah dia mendengar pertanyaanku itu, sebelum... "No, Non, Nein! No! Aku tidak akan menggabungkan kedua hal itu! Tapi!"


Pada saat pria ini mengatakan hal itu, aku bisa melihat mata penuh kegilaan seorang ilmuwan dari mata miliknya, di mana hal itu segera membuatku teringat pada seorang kenalanku di kehidupanku yang sebelumnya.


'Aku harap teorinya itu dapat segera terselesaikan sebelum kematian ku itu, karena dengan alatnya itu, aku yakin hidup ini akan menjadi lebih mudah lagi.'


Lagi pula, orang gila itu waktu itu memberi tahuku teori gila miliknya, yang katanya sih memungkinkan seseorang untuk melakukan teleportasi, di mana jika di lihat dalam sudut pandang normal, hal tersebut benar-benar terlihat seperti sebuah lelucon, tapi bagiku, kemungkinan hal itu untuk berhasil berada di atas sembilan puluh persen, mengingat orang ini berasal dari Elpizo Empire, di mana negara itu adalah tempat para ilmuwan jenius berada, plus pusat dari perkembangan teknologi paling maju yang ada di Bumi.


Aku kemudian segera menggelengkan kepalaku, untuk menjernihkan pikiranku, karena sepertinya sih, Tesla akan memulai penjelasannya ini.


Simpelnya sih, pria ini sudah membuat konsep dasar dari hal tersebut, di mana dia hanya perlu melihat tempatnya saja, yang mana aku segera memberi tahunya di mana aku ingin meletakannya nanti.

__ADS_1


Dimana, aku memberi tahunya untuk meletakannya di bagian Utara dari kota ini, hanya karena aku merasa kalau hal itu adalah tempat paling cocok dan strategis untuk dijadikan sebagai tempat untuk "Synthetic Farm", sebab pada sisi-sisi lainnya sudah aku pikirkan untuk dijadikan sebagai apa.


Kemudian, kami mulai membahas perihal tanah subur yang kami perlukan untuk projek ini, yang ketika sampai pada hal tersebut, Rosaria yang dari tadi hanya menonton dalam diam sambil duduk dengan manja di pangkuanku ini, secara mengejutkan memberikan sebuah saran yang sangat bagus kepada kami.


"Kalau begitu, bagaimana dengan tanah yang ada di Aleppo? Aku ingat kalau tanah yang ada di wilayahku itu di anggap sebagai yang paling subur di Benua ini."


Mendengar hal itu, mataku segera berbinar. Karena, dengan begitu, aku jadi tidak perlu repot-repot mencari cara untuk mendapatkan tanah subur itu, mengingat seluruh wilayahku ini begitu tidak subur dan bahkan tanah pun tidak ada sama sekali di sini.


Jadi, tentu saja, aku tidak akan melewatkan kesempatan ini begitu saja.


"Apa kamu bisa membawakannya ke sini untuk ku, Rosaria?" Aku segera menanyakan hal itu dengan penuh keseriusan, ketika aku memaksa matanya untuk menatap langsung ke arah mataku.


Aku bisa melihat kalau wajahnya dengan sangat cepat segera menjadi sangat merah, di mana hal itu segera aku abaikan, karena jawabannya adalah hal paling penting saat ini, mengingat jika projek itu berhasil, aku jadi tidak perlu lagi melakukan ekspor bahan pangan, yang mana hal itu benar-benar terasa sangat tidak adil sekali, karena di jual begitu mahal kepada ku oleh para pedagang sialan itu.


Awalnya sih Saint ini hanya terlihat gugup saja, sebelum dia mengangguk sedikit, di mana setelah aku melihat hal itu, aku segera memeluknya dan berkata; "Terima kasih banyak, Rosaria! Kamu benar-benar menyelamatkan (dompet) ku!"


Lalu, meninggalkan Rosaria yang terlihat masih linglung di pangkuanku, aku kemudian mulai membahas perihal pemasangan panel Surya ini, yang setelah kami berdebat dan terus berdebat, mengenai lokasinya, akhirnya hal itu berakhir tepat di tengah-tengah kota ini, alias tepat di atas kantorku, atau bisa di bilang juga sebagai rumah ku, yang mana rumahku ini letaknya itu tepat sekali berada di tengah-tengah kota ini.


Dan, karena aku tidak begitu bermasalah dengan hal itu, kecuali perihal bagaimana hal itu akan di bangun, mengingat tidak ada pondasi sama sekali di dekat kediaman ku ini, tapi setelah Tesla mengatakan kalau hal tersebut tinggal di buat saja, aku berakhir hanya bisa menerimanya saja.


Jadi, setelah pertemuan itu berakhir, aku segera memanggil Rougine dan menyuruhnya untuk segera memulai proyek pembangunan tersebut, di mana hal itu nantinya akan di pimpin oleh Tesla, dengan seorang gadis kecil aneh, yang pria itu sebut sebagai muridnya, menjadi orang yang akan membantunya.


Tentu saja, aku pun tidak lupa untuk mengirim Rougine untuk mengawasi pembangunan tersebut, karena dari apa yang aku ingat, meskipun Tesla seorang jenius, tapi perihal hal semacam ini, dia seharusnya memiliki pengetahuan yang nihil, bukan?

__ADS_1


Akan tetapi, pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu lagi, karena setelah permasalahan ini selesai, dan 'ISTRI'-ku ini pergi menuju ke wilayah miliknya untuk mengangkut tanah yang ada di sana ke sini, pada saat itu aku memutuskan untuk memperbaiki hubunganku dengan Toshizou, yang dalam sudut pandang ku itu, perlu aku segera selesai, sebelum hal itu berubah menjadi sesuatu hal yang merepotkan.


__ADS_2