Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard

Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard
Chapter 17 : Penguntit & Paladin of Shine


__ADS_3

(POV Orang Ketiga)


Di suatu kota bernama Nermes, Kota terbesar yang ada di daerah Orisir, sisi barat daya dari Roma City, Ibukota dari Empire of Aeternus...


Dua sosok orang terlihat sedang berjalan dengan sangat santai di jalan utama dari kota itu; Salah satunya adalah seorang pria muda yang tampak memiliki penampilan dari seorang bangsawan yang bercampur dengan ilmuwan, sementara yang satunya lagi terlihat seperti seorang penyihir.


Tentu saja, mereka berdua ini adalah Il Dottore dan Scaramouche, yang masih dalam perjalanan menuju ke tempat di mana Master mereka berada.


Namun, sepertinya hal itu perlu mereka tunda, karena...


["Neh, Dottore, ini perasaanku saja, atau mereka ini memang orang-orang dari Ibukota?"] Scaramouche segera mengirimkan pesan telepati kepada rekannya ini, setelah dia merasakan perubahan posisi bintang yang kurang menyenangkan, dari Catalyst miliknya.


Dottore sendiri yang mendapatkan pertanyaan tersebut, dia tidak membalasnya dan lebih memilih untuk berhenti berjalan, saat matanya itu mulai menatap ke arah langit.


Scaramouche hanya bisa mengikuti Dottore saja dengan penuh kebingungan, karena dia tidak tahu hal apa yang sedang ada di dalam kepala dari rekannya ini, plus mengingat dia yang tidak bisa menentangnya, dikarenakan tingkat mereka yang sangat berbeda jauh, hal itu membuat Scaramouche hanya bisa mengikuti pria itu dengan pasrah saja.


Pria itu sendiri yang terlihat hanya memandangi langit saja dalam diam, akhirnya dia terlihat sudah memutuskan sesuatu hal, setelah bayangan dari seseorang muncul di dalam benaknya.


["Tidak, itu bukan perasaan mu saja, Scaramouche. Karena, orang-orang itu memang para anak buah dari Knight of Constellation yang sepertinya sih, setelah berita yang disebarkan oleh La Signora terdengar hingga ke Ibukota, babi itu pasti akan melakukan segala cara untuk mencegahnya."] Dottore segera memberikan balasan atas telepati dari Scaramouche yang sebelumnya itu, setelah dia memutuskan hal yang sebelumnya.


Scaramouche sendiri segera termenung setelah mendengar hal itu, sebelum dia berkata; ["Lalu, apa yang akan kita lakukan? Apa kita akan langsung memusnahkan mereka? Atau kamu memiliki rencana yang lain?"]


Dottore segera memiliki senyum yang agak terdistorsi di wajahnya, pada saat tawa kecil segera keluar dari mulutnya.


["Tentu saja, aku memiliki rencana untuk mengurus para anjing-anjing menjijikkan itu, tanpa harus mengganggu Master sama sekali."]


["Bagaimana caranya?"] Scaramouche segera bertanya balik dengan penuh antusias, karena meskipun mereka berdua memang bisa memusnahkan orang-orang itu dengan sangat mudah, tapi pasti hal setelahnya kurang mengenakan sama sekali, terutama mengingat fakta bahwa orang dari Ibukota itu entah bagaimana berhasil beraliansi dengan seseorang yang sangat merepotkan sekali.


Untuk semakin memperburuk hal itu, mereka juga bahkan entah bagaimana berhasil membuat Kaisar saat ini mewarisi seluruh kemampuan dari Kaisar Pertama dari Kekaisaran tersebut, di mana kekuatan dari orang itu tidak bisa di anggap remeh sama sekali, mengingat dia yang dapat setara dengan seorang Archon.


Namun, itu tidak membuktikan kalau pria itu lebih kuat dibandingkan dengan Master mereka, tapi masalahnya itu, posisi wilayah mereka sedang dalam kondisi yang sangat buruk, terutama setelah Master mereka yang menghilang entah kemana, di mana hal tersebut benar-benar membuat mereka berada di posisi paling buruk, mengingat wilayah mereka yang menjadi cukup hancur, akibat dari kemampuan Master mereka yang menghilang.

__ADS_1


Lagi pula, alasan kenapa Tanah Beku itu bisa kembali di tinggali, adalah karena keberadaan dari Masternya yang telah menciptakan sebuah kubah pelindung yang dapat membuat makhluk hidup apapun hidup di dalamnya, di mana mengingat kalau kubah pelindung itu ikut lenyap, pada saat Master mereka menghilang, hal itu membuat tempat tersebut kembali tidak layak untuk di huni.


Untungnya sih, berkat alat temuan yang di temukan oleh Dottore, tentunya di bantu oleh Scaramouche dan Sandrone, hal tersebut membuat tempat itu kembali layak untuk di huni, tapi mengingat hal itu perlu satu tahun lebih untuk dapat di realisasikan, tentu saja hal tersebut membuat populasi dari wilayah itu menurun dengan sangat drastis, plus berbagai macam hal, dari perdagangan dan alat temuan milik mereka, hancur begitu saja, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.


Jadi, bisa di bilang, kalau saat ini posisi mereka benar-benar sangat buruk di dalam Solis Empire, yang untungnya sih, berkat bantuan dari orang-orang yang ada di wilayah Heian dan Wilayah Yggdrasil, mereka berhasil mempertahankan martabat dari wilayah mereka, meskipun hal itu masih belum cukup untuk menghentikan kebodohan yang para Keluarga Sirius itu lakukan, hanya karena mereka adalah keturunan langsung dari Charles Sirius Du'luck, Kaisar pertama dari Solis Empire.


Dan, bisa di bilang, karena kebodohan dari orang-orang itu, hal tersebut membuat Solis Empire benar-benar terpecah, di mana kini kekaisaran itu terpecah menjadi delapan negara yang berbeda, dengan beberapa di antara mereka sedang mengalami perang dingin.


Jadi, bisa di bilang, jika saja berita mengenai Archon dari wilayah mereka yang kembali, Dottore sangat yakin, kalau kemungkinan besar mereka dapat menghentikan kesombongan dari para Keluarga Sirius itu, dan mungkin saja, menyatukan kembali kekaisaran yang sudah terpecah belah itu.


Meskipun, memang sih, kalau Dottore agak risih dengan kekaisaran itu, tapi mengingat kalau Masternya dulu sangat menyukai Kekaisaran tersebut, tentu saja bagi bawahannya seperti dirinya ini, dia pasti akan melindungi hal-hal yang sangat disukai Masternya itu dengan segala cara yang ada.


Kembali ke kenyataan.


Dottore kemudian mulai berjalan menuju ke arah yang cukup berlawanan, dari tujuan awal mereka, dengan Scaramouche yang hanya bisa mengikutinya di belakangnya saja.


Dimana, Scaramouche yang melihat hal tersebut, dia segera menyadari tentang rencana yang ingin Dottore lakukan.


Namun, jawaban yang di berikan oleh Dottore cukup mengejutkan Scaramouche, yang hanya terkekeh saja, sebelum dia berkata; ["Tentu saja, aku akan melakukan hal tersebut. Karena, mengganggu Master jauh lebih tidak bisa di maafkan, ketimbang menunda bertemu dengannya dalam situasi seperti ini."]


Mendengar hal itu, Scaramouche hanya bisa menyetujuinya saja dalam diam, saat dia mulai memperhatikan orang-orang yang mengikuti mereka ini, di mana orang-orang itu sepertinya masih terus mengikuti mereka, meskipun mereka mengubah arah jalan secara tiba-tiba.


Dimana, hal tersebut berhasil membuat Scaramouche sampai kepada sebuah kesimpulan, yang adalah... 'Mereka sepertinya tidak tahu sama sekali tentang tempat di mana Master berada.'


Itu benar sekali, melihat kalau orang-orang itu yang masih mengikuti mereka berdua, hal tersebut membuat Scaramouche hanya bisa tersenyum kecut saja, karena... 'Aku yakin Dottore sudah menebak hal ini sejak awal.'


Lagi pula, kejeniusan yang pria itu miliki benar-benar sangat mengerikan sekali, dan tentu saja, bagi orang jenius sepertinya, pasti tidak akan sulit untuk menebak motif dari orang-orang yang mengikuti mereka ini.


Dengan suasana yang cukup aneh di antara keduanya, di mana Dottore hanya tampak agak kesal dan dalam mood yang buruk, sementara Scaramouche sendiri masih begitu tidak peduli terhadap sekitarnya seperti biasanya, mereka berdua pun mulai berjalan menuju ke arah Tenggara dari Kekaisaran ini.


.....

__ADS_1


....


...


Sementara itu, di tempat lain...


Terlihat kalau Rosaria yang sedang duduk di dalam sebuah gerbong kereta, saat dia menunggu orang-orang suruhannya memasukkan tanah di gerbong terakhir yang dirinya ingin bawa menuju ke Tristis City, dalam suasana hati yang kurang baik.


Itu karena, selain dirinya yang kini harus berada jauh dari suami tercintanya itu, Saint tersebut sekarang bahkan harus berurusan, dengan seseorang yang paling tidak dirinya sukai, terutama mengingat orang tersebut selalu mencaci suaminya dengan begitu santainya di depan matanya, di mana hal itu sungguh membuatnya menjadi sangat kesal.


Mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela dari kereta tersebut, Rosaria bisa melihat ada seorang pria muda yang tampak mengenakan armor porselen yang memenuhi seluruh tubuhnya, dengan rambut pendek hazelnya yang dipadukan oleh mata safir miliknya, di mana orang itu pun terlihat tersenyum dan melambai ke arah Rosaria, setelah pria itu menyadari tatapan darinya.


Namun, yang Rosaria berikan hanyalah tatapan dingin saja, sebelum dia mengalihkan pandangannya ke arah depan, dengan moodnya yang menjadi semakin buruk.


'Meskipun aku memang sedang membutuhkan bantuan darinya untuk membawa tanah ini menuju ke kota itu, tapi aku benar-benar benci kepribadian miliknya, terutama kesombongannya yang benar-benar terlalu besar, hanya karena menjadi Paladin termuda, di antara Paladin yang ada hingga saat ini.'


Yup, seperti yang dikatakan oleh Rosaria, pria itu adalah salah satu Paladin yang ada di Holy Kingdom of Agios ini, di mana dia adalah Jake Punishead, salah satu dari tiga Paladin Terkuat yang ada di Holy Kingdom of Agios, dengan julukan Paladin of Shine, dan teman masa kecil Rosaria, yang tidak begitu dirinya sukai.


Lagi pula, sejak menjadi seorang Paladin, pria itu selalu saja mengatur segala hal yang dirinya ingin lakukan, bahkan karena kepolosan dan keadilan menyebalkannya itu, hal tersebut dulu selalu saja membuat Rosaria berada di situasi yang sangat menyebalkan sekali.


Untungnya sih, setelah dia berhasil benar-benar mendapatkan gelar Saint of Forest, Rosaria bisa memilih pengawalnya sendiri, yang tentu saja begitu berharga bagi dirinya, mengingat hal tersebut membuatnya dapat terlepas dari pria tersebut.


Namun, untuk alasan yang di sebut sebagai kebetulan, atau orang itu sebut takdir, yang membuat Rosaria jadi agak membenci takdir, mereka bertemu di dalam wilayah miliknya ini, di mana hal tersebut benar-benar membuatnya segera memiliki mood yang sangat buruk.


'Aku harap, hal ini segera berakhir, agar aku bisa meminta Darling untuk memanjakan ku.' Sambil memikirkan hal-hal apa yang perlu dirinya minta kepada Suaminya itu sebagai hadiah, Rosaria mulai berjalan pergi dari wilayahnya itu menuju ke Tristis City, tentunya di kawal oleh Paladin of Shine, Jake Punishead, yang terus memberinya sebuah senyum yang sangat menyebalkan sekali.


Sementara Rosaria hanya fokus pada delusinya sendiri saja, hanya untuk mengalihkan perhatiannya dari seseorang yang sangat tidak dirinya sukai...


Di sisi lain, Jake yang melihat senyum Rosaria sepertinya telah salah menafsirkan hal tersebut, saat dia secara aneh malah sampai pada kesimpulan yang, jika saja Rosaria mendengarnya, dia akan segera memandanginya dengan sangat datar, karena...


'Aku pasti akan menyelamatkan Lady Rosaria dari cengkraman tangan pangeran busuk itu.'

__ADS_1


Dengan pemikiran yang saling berlawanan satu sama lain, mereka akhirnya bergerak pergi keluar dari kota itu, untuk memulai perjalanan mereka menuju ke Tristis City.


__ADS_2