
(POV MC)
'Hmm~ Suasana yang cukup menenangkan.' Aku memikirkan hal itu dengan sebuah senyum kecil yang tumbuh di wajahku, saat aku mulai menatap kota yang saat ini sedang berada di depanku.
Kini, aku sedang duduk di salah satu bangku taman yang ada di kota ini, lebih tepatnya lagi yang berada di dekat pintu keluar, bersama dengan Lilith, yang mana Demon Maidku itu terlihat sedang berdiri dengan mata yang tertutup, tepat di belakangku.
Melihatnya saat ini, entah kenapa Demon wanita itu memberiku getaran dari seorang pelayan tingkat atas, yang aku lupa pernah melihatnya di mana. Hanya saja, hal itu benar-benar terlihat sangat mirip sekali, sampai-sampai aku pikir Lilith ini mungkin adalah versi wanita dari orang tersebut, yang dari apa yang aku ingat sih, seharusnya dia ini adalah seorang laki-laki.
Akan tetapi, untuk saat ini, mari kita abaikan saja hal tersebut, karena tidak begitu penting juga untuk dipikirkan.
Ngomong-ngomong, sementara aku bersantai di sini bersama dengan Lilith, aku juga bisa melihat kalau pembangunan dari tower yang waktu itu, masih dikerjakan dengan penuh energik oleh orang-orang, dengan Tesla sendiri terlihat sedang sibuk dengan buku catatannya sendiri, bersama dengan asistennya yang berdiri tidak jauh darinya.
Selain hal itu, ada juga Toshizou yang tampaknya masih fokus pada melatih orang-orang yang ada di kota ini, dan sejak waktu itu, aku masih belum berbicara dengannya, karena setiap kali aku mendekatinya, wanita itu selalu saja mencoba untuk menjauh dariku, di mana yang lebih ekstrimnya lagi, dia selalu saja mengarahkan Katana miliknya ke leherku, yang mana hal tersebut selalu saja membuatku memutuskan untuk tidak bertindak lebih jauh lagi.
Jadi, demi agar tidak menambah rasa tidak sukanya kepadaku, mengingat hal itu akan menjadi sangat bermasalah, karena pasti akan berpengaruh terhadap rencana balas dendam ku ini, oleh karena itu aku memutuskan untuk mengabaikannya saja untuk saat ini, dan mungkin aku nanti baru akan menyelesaikan urusanku dengannya, setelah dia berhasil kembali tenang.
Meskipun aku berkata begitu, tapi aku masih tetap skeptis tentangnya, karena entah kenapa, semakin kemari, wanita itu malah terlihat semakin kesal saja denganku, setiap kali dia bertemu denganku, dan itu benar-benar sebuah pertanda yang sangat buruk sekali.
Lagi pula, meskipun rencana ku ini memang memiliki peluang tinggi untuk berhasil dilakukan, tapi itu bukan berarti akan seratus persen berhasil, yang artinya masih ada kemungkinan untuk gagal.
__ADS_1
Dan, melihat hal yang sebelumnya aku bicarakan itu, dari melihat hal itu saja, segalanya benar-benar terlihat condong ke arah kegagalan, yang mana hal tersebut benar-benar membuatku menjadi sangat gugup, karena aku yang masih berharap agar rencanaku yang itu berhasil, hanya karena aku yang tidak ingin membuat rencana baru, yang kemungkinan untuk berhasilnya itu tidak begitu dapat diandalkan.
Mengabaikan hal tersebut untuk saat ini, ketika aku sedang memikirkan hal-hal itu, aku juga bisa melihat kalau ada beberapa gerbong besar yang terlihat sedang memasuki kota ini, dengan jumlah totalnya sih adalah sebelas gerbong kereta, di mana gerbang yang paling depannya itu adalah satu-satunya gerbong yang memiliki penumpang di dalamnya.
Dimana, setelah aku melihat gerbong-gerbong kereta itu, aku tidak bisa menyembunyikan kegembiraan ku sama sekali, karena hanya dengan melihat gerbong-gerbong itu saja, aku bisa segera paham tentang apa yang berada di dalamnya, plus siapa pemilik dari gerbong-gerbong tersebut.
Jadi, bisa di bilang, kalau hal itu berhasil mengobati sedikit rasa sakit yang ada di dalam benak ku, karena masih belum juga bisa memperbaiki hubunganku dengan Toshizou.
Akan tetapi, setelah mataku melirik ke arah sesosok ksatria yang sedang mengawal gerbong-gerbong tersebut, wajahku seketika itu juga segera menjadi sangat dingin, yang untungnya sih berhasil aku sembunyikan, di balik ekspresi malas yang terpampang di wajahku.
Lagi pula, sosok dari ksatria itu benar-benar sangat terkenal sekali, sampai-sampai, mungkin saja, hampir tidak ada orang yang tinggal di Benua ini, yang tidak mengetahui siapa ksatria tersebut.
Seorang pria yang berhasil mendapatkan berkah dari sang God of Sun, dan restu dari God of Holy, serta di cintai oleh para Fire Spirit...
Aku memang tidak begitu memiliki permasalahan dengan orang ini sih, mengingat aku yang tidak pernah bertemu dengannya, kecuali mendengarnya saja dari orang-orang.
Hanya saja, entah kenapa, sejak dia datang ke kota ini, sebuah firasat buruk yang kurang menyenangkan sama sekali, malah mungkin sangat tidak menyenangkan sekali, muncul secara tiba-tiba di dalam diriku.
Untuk semakin memperburuk hal tersebut, perasaan itu menjadi semakin kuat, ketika Paladin ini mulai memperhatikanku, sebelum dia mulai memacu kudanya untuk bergerak menuju ke arahku.
__ADS_1
Tentu saja, aku yang melihat hal itu hanya bisa menatapnya saja dalam diam, dengan ekspresi wajahku yang masih sama seperti sebelumnya, dan malah terlihat jauh lebih malas ketimbang biasanya, saat mataku tampak mulai menatapnya, tapi tidak di waktu yang bersamaan.
Mengabaikan hal itu, setelah jarak di antara kami berdua tidak begitu jauh, Paladin tersebut segera turun dari kuda miliknya dan berjalan menuju ke arahku, tentunya dengan penuh keangkuhan.
Ketika hal itu terjadi, aku bisa melihat kalau seluruh warga kota yang ada di dekat sini segera menghentikan apa yang sedang mereka lakukan, dan mereka semua ini benar-benar segera menatap kami berdua secara bergantian, dengan penuh keseriusan.
Tidak hanya itu saja, bahkan Lilith pun mulai memandangi Paladin tersebut dengan mata yang agak menyipit, seakan-akan dia tidak menyukai kehadirannya.
Namun, mengingat ras apa yang dimiliki oleh wanita tersebut, aku bisa memakluminya, karena para Paladin dan Demon itu selalu berselisih, seperti Hero dan Demon Lord, tidak pernah akur sama sekali.
'Aku harap segalanya tidak akan berjalan dengan buruk.'
Akan tetapi, seolah-olah ingin menertawakan keinginanku itu, setelah Paladin ini sampai di depanku, dia kemudian segera mengatakan suatu kalimat yang, jika ingin di ibaratkan itu, sangat-sangat tidak ingin aku dengarkan sama sekali.
Dimana, kalimat itu adalah hal ini;
"Arch Nixice Aeternus! Aku, Jake Punishead! Paladin of Shine, memintamu untuk berduel denganku!"
Yup, hanya dengan mendengar kalimat itu saja, seluruh mood ku segera hancur berkeping-keping, seperti baru saja tertabrak oleh dua buah kereta sekaligus, yang di akhiri oleh tertimpa oleh sebuah nuklir...
__ADS_1
Meskipun aku tahu, kalau hal tersebut terlalu berlebihan untuk dijadikan sebagai sebuah perumpamaan, tapi itulah yang saat ini sedang aku rasakan.
Jadi... 'Apa yang sekarang harus aku lakukan?'