
(POV Orang Ketiga)
Di bawah sinar rembulan yang menyinari gurun tandus itu...
Sesosok Samurai wanita terlihat sedang berlari melintasi gurun tandus yang dipenuhi oleh monster berbentuk menyerupai seekor kalajengking, sambil terus mengayunkan katana yang ada di tangannya.
Samurai wanita itu terlihat melakukan hal tersebut dengan senyum lebar yang muncul di wajahnya, sambil sesekali juga dia menembakkan senapan yang ada di pinggangnya.
"Mati! Mati! Mati!"
Teriakan dari wanita itu dapat di dengar dengan sangat jelas di tempat itu, dengan tawa gila yang berasal darinya, segera muncul tidak lama setelahnya.
Setelah seluruh monster yang ada di tempat itu sepertinya mati, Samurai wanita itu terlihat segera berhenti tertawa dan menatap langit dengan ekspresi dingin yang tumbuh di wajahnya.
'Master... Aku benar-benar ingin memilikinya untuk diriku sendiri, tapi...'
Samurai wanita itu kemudian mulai teringat dengan perbincangannya dengan orang yang mirip seperti dirinya, sama-sama dipanggil ke Dunia ini oleh Masternya itu, yang mana hal itu berhasil membuat senyum bengkok tumbuh di wajahnya.
"Ahh~ Tidak apa-apa bukan untuk melakukan hal itu setelah Master melakukan balas dendamnya? Ya! Pasti tidak apa-apa. Lagi pula, aku yakin dia pasti akan mengerti, saat hal itu terjadi."
Setelah mengatakan hal tersebut dengan senyum bengkok miliknya yang menjadi semakin dalam, samurai wanita itu kemudian mulai terkikik, sebelum dia akhirnya lanjut untuk melakukan pembantaian di tempat itu.
Tentu saja, pada saat hal itu terjadi, samurai wanita itu tidak sadar sama sekali, kalau ada seseorang yang sedang mengawasinya, dari salah satu bagian atas dari tembok besar yang ada cukup jauh darinya.
.....
....
...
Keesokan harinya...
__ADS_1
¥©®®©¥
(POV MC)
"Pembangunan menara ini sepertinya berjalan dengan lancar." Aku menggumamkan hal itu dengan penuh kegembiraan, setelah melihat kalau pembangunan menara yang berada di bawah pengawasan Tesla berjalan dengan lancar.
Hanya saja...'Bukankah ini baru dua hari berlalu sejak pembangunan ini dimulai? Tapi kenapa sudah berada di tingkat penyelesaian di atas lima puluh persen saja?'
Meskipun aku tahu, kalau aku seharusnya senang dengan hal tersebut. Hanya saja, aku merasa kalau perkembangan tersebut sudah terlalu berlebih.
Akan tetapi, setelah mengingat rentan waktu dari pembangunan tembok yang ada di kota ini...
Aku segera memutuskan untuk berhenti memikirkan topik tersebut, hanya karena aku merasa, kalau hal itu hanya akan membawa sakit kepala saja bagiku.
Kemudian, aku mulai berjalan menuju bangku taman yang ada di dekat sana, di mana aku segera duduk dan menatap pembangunan menara yang sedang terjadi di depanku ini.
Meskipun mataku terlihat begitu fokus memandangi pembangunan tersebut, tapi pikiranku tidak mengarah ke sana, melainkan aku malah sedang memikirkan tentang perihal rencana balas dendam ku ini.
Namun, setelah tinggal selama beberapa Minggu di kota ini, akhirnya hal tersebut mulai menggangguku, karena aku yang benar-benar tidak tahu harus melakukan apa, setelah aku selesai dengan balas dendam ku ini.
Aku mungkin bisa terus melanjutkan kehidupanku sebagai pemimpin dari kota ini, tapi itu akan sedikit bermasalah, mengingat aku yang sebenarnya benci untuk melakukan hal tersebut, di mana jika bukan karena balas dendam ku itu, aku benar-benar tidak akan pernah ingin menjadi pemimpin dari sebuah kota seperti saat ini.
Terus, aku juga mungkin bisa membuang tanggung jawabku untuk mengurus kota ini kepada orang lain, lagi pula ada Rougine yang pasti bisa melakukan hal tersebut, atau aku bisa juga menciptakan sebuah cyborg untuk menggantikan ku untuk melakukan hal tersebut.
Hanya saja, pilihan itu pun memiliki kekurangannya sendiri, di mana aku yang pastinya tidak akan bisa hidup damai setelahnya, mengingat prestasiku setelah menyelesaikan balas dendamku ini, dan kemungkinan para rakyat dari Empire of Aeternus yang akan memburuku, akibat menghancurkan negara mereka.
Dan, selain kedua pilihan tersebut, aku masih belum memikirkan pilihan yang lainnya.
Jadi, aku segera menghela nafasku dengan penuh keletihan, karena aku yang bingung harus melakukan apa, mengingat masa depanku menjadi cukup suram, setelah aku selesai melakukan balas dendamku itu.
"Ini menyebalkan sekali." Aku hanya bisa mengatakan hal itu dengan penuh rasa frustasi saja, yang untungnya sih tidak ada yang mendengarnya, karena jika tidak, pasti masalah yang tidak menyenangkan segera terjadi, mengingat seberapa fanatiknya orang-orang yang ada di kota ini.
__ADS_1
Kemudian, aku kembali jatuh ke dalam dilema yang baru-baru ini muncul di dalam benak ku, di mana hal tersebut mengenai; tentang apakah aku yang perlu melanjutkan balas dendamku itu, atau memutuskan untuk berhenti saja.
Karena, sementara bagian logis dari diriku tahu kalau hal itu tidak akan berguna sama sekali, mengingat balas dendam itu biasanya akan membawa kebencian tak berujung saja kepada diriku, tapi bagian dari diriku ingin melakukan hal tersebut, hanya untuk membayar seluruh perilaku dari orang-orang tersebut kepadaku, yang mana hal tersebut berhasil membuat kepalaku menjadi sangat sakit.
Akan tetapi, hal tersebut segera menghilang dari dalam benak ku, setelah aku melihat Tesla yang sedang berjalan menuju ke arahku, dengan senyum cerah yang tumbuh di wajahnya.
"Aku akhirnya menemukan mu juga, Master." Dia terlihat mengatakan hal itu dengan penuh kegembiraan, yang menandakan kalau suasana hati miliknya sekarang ini sedang baik.
"Kenapa kamu mencariku?" Aku hanya bisa menanyakan hal itu saja dengan penuh keseriusan, karena aku benar-benar tidak tahu alasan dari kenapa ilmuan tersebut ingin menemui ku.
Dimana, setelah mendengar perkataan ku itu, akhirnya ilmuwan ini mulai mengoceh perihal berbagai macam hal, yang intinya sih tidak begitu aku pahami.
Hanya saja, ada beberapa bagian yang dapat aku pahami sih, mengingat dulu aku yang pernah menciptakan beberapa teknologi sci-fi, seperti AI, Cyborg, dan lain sebagainya, yang membuatku bisa di anggap cukup pandai dalam beberapa bidang ilmiah, mengingat aku yang membuat hal tersebut seorang diri, hanya dengan bantuan dari istriku saja di beberapa keadaan.
Setelah melihat kalau Tesla sudah pusa dengan ocehannya itu, kini giliranku yang mengoceh kepadanya, di mana hal yang aku ocehkan itu adalah, mengenai salah satu Unique Skill miliknya itu.
Lagi pula, dengan hal tersebut, asalkan Tesla memiliki Mana yang cukup di dalam dirinya, plus cetak biru untuk menciptakan sesuatu hal di dalam kepalanya, dia bisa menciptakan benda apapun sesuka hatinya, yang dalam sudut pandangku, benar-benar sangat rusak, terutama mengingat pria ini yang adalah seorang ilmuwan jenius, yang pastinya bagian cetak biru itu sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
Jadi, satu-satunya masalah di sini hanyalah perihal Mana miliknya saja, yang tidak cukup untuk melakukan rencana yang aku baru saja ajukan ini.
Karena, awalnya aku berniat untuk menggunakan kemampuan dari Tesla ini untuk menutupi kekurangan dari bahan-bahan pembuatan kita yang sangat tidak mencukupi, dengan cara meminta ilmuwan ini untuk melakukan leveling, hanya untuk meningkatkan kapasitas dan regenerasi Mananya saja.
Akan tetapi, rencana itu segera di tolak oleh Tesla itu sendiri, dengan alasan kalau dia ini adalah seorang ilmuwan, bukan seorang ksatria, jadi tidak mungkin baginya untuk melakukan hal semacam itu.
Kemudian, hal itu membawa kita ke pilihan terakhir yang baru tadi malam aku pikirkan, di mana aku berniat untuk membiarkan Tesla menyerap Mana yang sudah terkumpul di dalam kedua menara tersebut, tentunya setelah penuh, untuk digunakan sebagai bahan untuk membangun menara beserta panel suryanya.
Meskipun aku tahu sih, kalau hal itu pasti akan memerlukan waktu yang cukup lama, mengingat daya sedot sinar mataharinya yang masih agak lamban, tapi mengingat kota ini yang berada di tempat paling panas yang ada di Benua ini, aku percaya kalau hal itu pasti dapat cepat penuh.
Dimana, setelah mendengar hal itu, Tesla segera termenung sejenak, sebelum dia berkata; "Mari kita lakukan hal itu. Karena, sepertinya menarik juga."
Setelah memutuskan hal tersebut, kami berdua kemudian mulai berbincang perihal proyek kita yang lainnya.
__ADS_1