
(POV Orang Ketiga)
Di waktu yang bersamaan dengan perbincangan antara Arch dan Tesla terjadi, di ruang tahta dari istana yang berada di Ibukota Aeternus Empire, terlihat kalau mayoritas seluruh keluarga kerajaan sedang berkumpul di sana.
Dimulai dengan sang Kaisar saat ini sendiri - Gerry Camudz Aeternus, di mana dia terlihat sedang duduk di kursi singgasana yang ada di ruang tahta tersebut, dan tepat di samping kiri dan kanannya, terlihat ada dua sosok wanita cantik yang adalah Lidia Vladimir Aeternus - Selir Kedua dari sang Kaisar, dan Lorei Amsphere Aeternus - Istri dari Kaisar itu sendiri.
Tidak jauh dari mereka, terlihat ada lima orang yang terdiri dari; tiga laki-laki dan dua perempuan, di mana mereka semua itu adalah Pangeran dan Putri dari sang Kaisar ini.
Yang dimulai dari seorang wanita muda anggun berambut aquamarine agak pucat dan terlihat memiliki mata yang berwarna Ruby, dengan perawakan dari seorang pedagang yang bercampur dengan kecantikan dingin dari seorang bangsawan, di mana wanita itu memiliki nama Francesca d'Arc Aeternus - Putri Pertama dari sang Kaisar dan Istrinya, plus anak ke 3 secara keseluruhan.
Di samping Francesca, ada seorang remaja laki-laki yang berpenampilan layaknya seorang penyihir, di mana rambutnya itu terlihat berwarna pirang kemerahan dan memiliki mata yang berwarna giok, dia ini adalah Kaeya Lorenzo Aeternus - Pangeran kedua dari sang Kaisar dan Selir Keduanya itu, plus anak ke 6 secara keseluruhan.
Di sebelahnya, ada seorang ksatria wanita yang tampak memiliki rambut Semerah darah, dengan mata safir indah yang memudar menjadi hitam di ujungnya, di mana ksatria wanita itu adalah Artoria Northime Aeternus - Putri Pertama dari sang Kaisar dan Selir Ketiganya, plus anak ke 2 secara keseluruhan.
Di samping ksatria wanita itu ada seorang remaja laki-laki yang tampak mengenakan pakaian paling mewah di antara kelima orang itu, di mana rambutnya itu terlihat berwarna pirang kusam dengan mata yang berwarna teal kemerahan, dan namanya itu adalah William Drake Aeternus - Pangeran Pertama dari sang Kaisar dan Selir Keduanya itu, plus anak ke 5 secara keseluruhan.
Dan, orang terakhir adalah seorang remaja laki-laki berwajah dingin, dengan rambut merah agak pucat dan terlihat memiliki mata yang berwarna safir, di mana dia ini adalah Jason Bulletin Aeternus - Pangeran Pertama dari sang Kaisar dan Selir Ketiganya, plus anak ke 7 secara keseluruhan.
Masing-masing dari mereka saat ini sedang memasang ekspresi yang beragam, tapi ada satu hal yang sama persis di wajah mereka, yaitu ada sedikit kebencian yang terpancar dari masing-masing mata mereka.
"Jadi, mau sampai kapan kita harus menunggu kabar dari orang suruhan mu itu, Kaeya?" Ekspresi wajah milik Kaisar terlihat mulai menjadi gelap, pada saat dia mengatakan hal tersebut, "Sudah lebih dari satu Minggu dan mereka masih belum kembali sama sekali. Apa mereka benar-benar bisa di percaya?"
Setelah mendengar hal itu, Kaeya pun terlihat segera tersentak dan langsung membalasnya secara spontan; "Ti-tidak mungkin mereka akan gagal, Ayahanda! Mereka semua ini adalah yang terbaik di antara yang terbaik. Mustahil mereka akan gagal!"
"Tapi pada akhirnya masih tetap gagal, bukan?" Jason segera membalasnya dengan penuh sindirian dan sarkasme, tepat setelah Kaeye menyelesaikan kata-katanya itu.
"Kamu... Bajingan..." Meskipun Kaeya sangat ingin membantahnya, tapi fakta tersebut memanglah sebuah kebenaran, di mana hal tersebut berhasil membuatnya tidak bisa merangkai kata-kata untuk membantahnya.
Melihat putranya kesulitan, Lidia segera menepuk-nepuk bahu suaminya itu dan berkata; "Oh, ayolah, sayang. Mungkin saja mereka memang sudah melakukan hal itu dan tidak kembali kemari, karena terbunuh akibat monster-monster yang ada di sana. Sebab, tempat itu benar-benar sangat terkutuk, bukan?" Nada suara yang wanita itu gunakan terdengar sangat sensual sekali, di mana hal itu berhasil membuat mayoritas laki-laki yang ada di sana memerah, dan tentu saja Garry pun termasuk di dalamnya.
__ADS_1
"A-ahem! I-itu memang sebuah kemungkinan yang cukup logis. Jadi, untuk kali ini saja, aku akan memaafkanmu, Kaeya." Nada suara yang Garry miliki seketika itu juga berubah menjadi sangat bermartabat, ketika aura intimidasi terlihat keluar dari tubuhnya, meskipun hal itu hanya berlangsung sebentar saja, karena setelah Lidia menepuk bahu suaminya itu, aura tersebut seketika itu juga lenyap, seakan-akan memang tidak pernah ada sejak awal.
Melihat kalau kondisi suasana sudah kembali ke keadaan yang normal, Francesca yang dari tadi hanya diam saja pun memutuskan untuk angkat suara.
"Kalau begitu, aku meminta izin untuk memastikan langsung hal tersebut. Karena, entah kenapa sejak perubahan yang terjadi kepada sampah itu, aku selalu memiliki firasat yang sangat buruk darinya."
"Apa itu dari matamu itu?" Lorei segera menanyakan hal itu dengan penuh keseriusan, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya ini, di mana hal itu hanya di balas dengan anggukan ringan saja.
Dan, setelah melihat hal itu, keheningan yang cukup mencekam segera menyebar kembali di sana.
Lagi pula, Francesca ini bisa di bilang terlahir dengan sebuah Unique Skill yang bisa membuatnya merasakan bahaya besar yang kemungkinan besar, akan menimpa Kekaisaran ini, dan hal itu pun sudah berhasil di buktikan kenyataannya, karena berkat kemampuannya itu, mereka berhasil mencegah tindakan pemberontakan yang ada di wilayah Frigidi, yang ada di dekat wilayah Beast Kingdom of Willdore.
"Tapi, apa kamu berniat pergi sendirian?" Kali ini, yang bertanya dengan penuh kekhawatiran adalah Artoria, karena bisa di bilang mereka ini memiliki hubungan yang cukup kuat, hingga membuat mereka selalu terlihat seperti saudara kandung, meskipun memiliki ibu yang berbeda.
Francesca pun hanya membalasnya dengan senyum lembut saja, sebelum wanita itu mulai menganggukkan kepalanya dengan ringan, pertanda kalau dia memang akan pergi sendirian ke sana.
"Kalau begitu, aku juga akan pergi, Ayahanda! Karena, aku tidak bisa membiarkan Little Francis pergi sendirian." Artoria segera mengatakan hal itu dengan penuh tekad, setelah melihat jawaban yang Francesca berikan kepadanya.
Lagi pula, sudah bukan rahasia lagi, kalau hubungan mereka berdua itu lebih dari saudara, malah terkadang terlihat seperti sepasang kekasih, di mana meskipun mereka berdua sudah sering ditegur atas hal tersebut, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang menghiraukannya, dan hal itu membuat mereka semua memutuskan untuk membiarkannya saja.
Karena, dari sudut pandang Kaisar sendiri, membiarkan mereka bersama tidak akan membawa kerugian apapun baginya, selain keuntungan, karena dengan begitu, posisinya sebagai Kaisar akan menjadi lebih kokoh lagi, dan dengan hal itu juga, Garry akhirnya bisa mendorong mundur si Kapten Ksatria itu, yang selalu saja tidak setuju kalau dirinya menjadi seorang Kaisar.
Bahkan, ahli waris yang dirinya tunjuk pun di bantah langsung oleh orang itu, di mana orang itu lebih setuju kalau Jason yang mendapatkan hak tersebut.
Dan, meskipun dia memang sangat kesal terhadap orang itu, tapi mengingat dia yang berasal dari Keluarga Nostradamus, di mana keluarga itu adalah salah satu dari dua Keluarga Archduke yang ada di Kekaisaran ini, yang mana mereka memiliki posisi yang hampir menyaingi otoritas dari Keluarga Kerajaan, dan hanya berada di bawah Kaisar saja.
Kembali ke topik.
Jason yang mendengar usulan dari kakak perempuannya itu hanya bisa mendecak lidahnya saja dengan kesal, karena jika hal ini terus berlanjut, kemungkinan besar posisinya untuk menjadi ahli waris akan menjadi semakin mengecil, mengingat hal itu akan membuat Kaisar dan saudara laki-lakinya ini dapat lebih leluasa lagi di dalam istana ini, dan itu adalah hal terakhir yang dirinya inginkan.
__ADS_1
Tapi masalahnya itu, Jason tidak bisa melakukan hal apapun untuk menghentikannya, terutama setelah melihat senyum yang Selir Kedua Kaisar itu miliki.
'Sialan... Bi*tch ini masih mengganggu saja.' Jason hanya bisa menggerutu saja di dalam benaknya, sambil melihat hal yang terjadi di depannya ini.
Kemudian, setelah Kaisar menyetujui hal tersebut, Francesca segera di bawa pergi oleh Artoria keluar dari ruang singgasana itu, di mana tidak berselang lama, Jason segera berbalik dan memutuskan pergi dari sana.
Dimana, hal itu di susul oleh Kaeya dan Lorei, hingga membuat hanya tiga orang saja yang tersisa di sana.
Ketiga orang itu kemudian mulai merencanakan sesuatu hal, yang tidak akan pernah mereka sadari, kalau rencana yang mereka buat itu malah akan menjadi kehancuran mereka sendiri.
.....
....
...
Sementara itu, di waktu yang hampir bersamaan...
Dottore dan Scaramouche kini terlihat sudah berada di dekat pintu masuk dari Roma City, Ibukota dari Aeternus Empire.
Mereka terlihat sedang berbincang mengenai sesuatu hal dengan senyum cerah di wajah mereka masing-masing, di mana baru saja mereka memasuki kota itu, sosok mereka segera lenyap dari sana, dan hal itu berhasil membuat orang-orang yang dari tadi mengikuti mereka pun, orang-orang hanya bisa tertegun saja dengan penuh kebingungan.
Tidak perlu waktu lama bagi suara-suara teriakan yang dipenuhi oleh teror dan ketakutan bergema di berbagai bagian dari kota itu, di mana hal tersebut nantinya akan menjadi salah satu awal mula lain dari hancurnya kedamaian sementara yang ada di Benua tersebut.
"Kefufufufu... Ahh~ Kalian benar-benar sangat menyebalkan sekali, serangga. Jika bukan karena Master, aku mungkin akan langsung menghancurkan seluruh Kekaisaran ini."
"Akan tetapi, tenang saja. Aku memiliki hadiah indah sebagai perpisahan kita ini."
Suara dari Dottore itu bergema di jalan-jalan gelap dari kota itu, sebelum ribuan makhluk aneh yang tidak wajar, yang mana tubuhnya itu terlihat seperti kumpulan gumpalan aneh yang terdiri dari berbagai mayat makhluk hidup yang dipadu menjadi satu, di mana makhluk itu terlihat muncul dari tanah yang ada di jalan-jalan gelap yang ada di kota itu.
__ADS_1
Dan, dengan begitu, sementara Dottore dan Scaramouche terus melanjutkan perjalanan mereka, mereka tidak sadar kalau hal itu malah akan membuat Master yang mereka cari-cari itu menderita.