Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard

Glaceis Archon: Ruler Of Blizzard
Chapter 07 : Konsekuensi Dari Mencoba Untuk Memanfaatkanku


__ADS_3

(POV MC)


"Jadi, kamu ingin bilang kalau kamu akan mengurus segala keperluan yang ada di dalam wilayah ini, sementara aku hanya perlu berbaring dan tidak melakukan apapun?"


"Ya! Itulah yang saya maksud! Saya tidak ingin bertindak tidak sopan, tapi saya ragu kalau Anda akan dapat memerintah wilayah ini sendirian. Jadi, saya mengajukan diri untuk membantu Anda mengurus seluruh wilayah ini."


Aku hanya bisa menghela nafasku saja dengan penuh amarah, karena ba'bi sial'an yang ada di depanku ini benar-benar tidak tahu malu sama sekali.


Lagi pula, selain secara terang-terangan ingin menjadikanku sebagai dompet pribadinya, dia juga tanpa malu-malu membicarakan soal tirani yang sedang dirinya lakukan di kota ini, dan yang terburuk dari segalanya, dia benar-benar hanya memandangi Lilith dengan mata penuh nafsu saja dan benar-benar mengabaikan kehadiranku.


'Meskipun aku agak benci melakukan hal ini, tapi ini adalah satu-satunya cara yang dapat aku gunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini secepatnya.'


Setelah sampai pada kesimpulan tersebut, aku kemudian diam-diam melirik ke arah Lilith, yang hanya di balas oleh wanita itu dengan tatapan penuh kekesalan saja, di mana hal itu seakan mengatakan 'kalau apa dia boleh membunuh pria tersebut?'.


Aku hanya memberi Maid Demon itu anggukkan ringan saja, ketika aku bangkit dan mulai berjalan keluar dari ruangan ini, tanpa berbalik badan sedikit pun.


...


Sudah beberapa jam berlalu, sejak aku tiba di Kota ini.


Tidak ada hal yang khusus dalam beberapa jam terakhir itu, kecuali segala sesuatu yang ada di tempat ini benar-benar sangat memuakan sekali.


Dan, puncak dari seluruh hal ini adalah ba*bi yang sebelumnya itu, di mana dia itu merupakan penguasa Tanah ini sebelum aku, tapi dipindah tangankan dengan paksa oleb sang Putra Mahkota, hanya untuk menjauhkanku dari si Saint itu.


Meskipun awalnya aku memang tidak begitu peduli dengan ba'bi ini, tapi setelah mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya, aku memutuskan untuk mengubah rencana awalku, di mana aku memutuskan untuk menggunakan ba'bi ini dan para bawahannya untuk dijadikan sebagai contoh, tentang apa yang terjadi jika menentang ataupun mencoba untuk mengkhianatiku.

__ADS_1


'Lebih baik aku kembali melatih [Astrology] ku saja, sekalian aku menunggu sampai semua orang berkumpul di alun-alun.'


Setelah memutuskan hal itu, aku kemudian mulai mengaktifkan Ordinary Skill [Presence Concealment] ku dan mulai berjalan menuju ke alun-alun kota, sambil terus bereksperimen dengan Unique Skill ku itu.


¥©®®©¥


(POV Orang Ketiga)


Sementara itu, di ruang singgasana dari Aeternus Empire...


"Apa yang kalian maksud dengan Arch yang sudah pergi menuju ke Tristis City?" Seorang wanita muda terlihat mengatakan hal itu dengan nada yang terendam oleh amarah, ketika dia tampak mulai mencoba sebaik mungkin untuk tidak menyerang orang-orang yang ada di sana.


"Oh, ayolah, Rosalia. Jangan terlalu memikirkan sampah itu. Aku yakin kamu sangat tidak menginginkan pernikahan ini, bukan? Jadi, mulai sekarang aku akan menggantikannya sebagai suami mu."


Salah satu pria yang ada di sana, yang terlihat memiliki rambut pirang kusam dengan mata teal kemerahan dan tampak mengenakan pakaian yang sangat mewah, mengatakan hal itu dengan senyum lembut yang tumbuh di wajahnya, ketika dia mulai berjalan mendekati wanita yang sebelumnya berbicara.


Mereka berdua ini adalah Kaisar saat ini dari Aeternus Empire - Gerry Camudz Aeternus, si pria paruh baya yang sedang duduk di singgasana, dan sang Pangeran Kedua sekaligus Putra Mahkota dari Aeternus Empire - William Drake Aeternus.


Melihat tingkah laku dari kedua orang itu, wanita tersebut - Rosaria Agioslight - dia hanya bisa tertunduk dengan wajah yang sangat muram saja. Karena...


'Bunuh... Berani-beraninya dia mencoba untuk memisahkan Arch-ku dari diriku? ... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh...'


Meskipun Rosaria memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mencabik-cabik kedua orang itu, beserta orang-orang yang sedang hadir saat ini...


Tapi, berkat seseorang yang selalu berada di dekatnya, akibat orang itu yang dengan paksa mengaktifkan salah satu skill miliknya, Rosaria berhasil mendinginkan pikirannya tepat waktu.

__ADS_1


'Terima kasih, Goddess of Love. Meskipun kamu memang agak menyebalkan, tapi kamu benar-benar menyelamatkanku kali ini.'


{Seorang Goddess of Love membusungkan dadanya dengan penuh kebanggaan dan berkata; "Puji aku lagi! Silakan puji aku sesukamu!"}


{Seorang Goddess of Time mendengus dengan penuh kekesalan karena Goddess of Love berhasil merebut kesempatannya}


{Goddess of Holy dan Goddess of Forest hanya bisa terkikik saja, ketika melihat perilaku dari kedua Dewi itu}


Melihat interaksi yang para Dewa yang melekat pada dirinya, Rosaria berhasil menenangkan amarah yang dimiliki olehnya lebih jauh lagi, sebelum dia memutuskan untuk mengabaikan para Dewa itu dan lebih memilih untuk fokus kepada hal yang saat ini sedang ada di depannya.


Menatap ke arah sang Putra Mahkota dengan mata yang sangat dingin, Rosaria kemudian dengan lihai menjauh dari pria itu dan berakhir di dekat pintu keluar.


"Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Kaisar Gerry, Pangeran William. Tapi, aku sudah memutuskan untuk tidak melakukan hal tercela semacam itu. Karena, pernikahan yang kami lakukan itu bukanlah sebuah permainan, dan itu juga bahkan direstui oleh Goddess of Marriage, serta di tonton oleh ribuan Dewa. Apa kamu tidak malu untuk mengatakan hal semacam itu?"


Nada yang digunakan oleh Rosaria, meskipun awalnya terdengar ramah, tapi lama kelamaan, rasa jijik di dalamnya tidak bisa di tahan lagi, hingga keluar di dalam nada suaranys itu, yang bercampur dengan nada dingin miliknya.


Bukan hanya Gerry dan William saja yang membeku, tapi semua orang yang ada di sana pun ikut membeku juga, karena masing-masing dari mereka benar-benar melupakan fakta tersebut.


Melihat kalau masih belum ada orang yang bereaksi, Rosaria memutuskan untuk mengambil kesempatan itu untuk segera pergi dari sana. Karena, alasan dari kenapa dirinya ada di sini itu, cuma karena dia yang ingin mengajak suaminya itu untuk tinggal di Holy Kingdom of Agios.


Tapi, mengingat suaminya itu tidak ada di sana, jadi tidak ada alasan bagi Rosaria untuk berlama-lama di tempat itu, plus itu pun tidak baik untuk kesehatannya, karena orang-orang yang ada di sini benar-benar sangat menyebalkan sekali.


"Kalau tidak ada lagi hal serius yang ingin kalian sampaikan. Maka, saya izin untuk undur diri."


Kemudian, bahkan tanpa menunggu satu orang pun bereaksi atas perkataannya itu, Rosaria sudah menyelinap keluar dan berjalan dengan tergesa-gesa untuk pergi menuju ke tempat di mana suaminya berada.

__ADS_1


The Cursed Land Not Blessed By The Gods, Erimos.


__ADS_2