
(POV MC)
Aeternus Empire.
Itu adalah sebuah kekaisaran yang telah berdiri selama hampir lima ribu tahun, dan merupakan salah satu dari tiga kekuatan terbesar yang ada di Benua Mesaio, bersama dengan Holy Kingdom of Agios dan Areti Federation.
Selain di kenal melalui kekuatan militernya yang besar, Aeternus Empire pun di kenal luas sebagai negara dengan wilayah terluas di Benua itu, dan nomor enam di Dunia, di mana mereka pun terkenal sebagai salah satu pelopor teknologi paling terkemuka di Dunia.
Banyak orang menganggap mereka sebagai perwujudan dari dominasi sebuah naga yang membawa kesejahteraan pada Dunia, tapi bagiku, hal itu terasa sebaliknya. Karena, tidak peduli apa yang mereka lakukan untuk menebus dosa mereka terhadapku, aku tidak akan pernah memaafkannya sama sekali.
Ngomong-ngomong, saat ini aku sedang mengikuti rapat yang 'ayah' ku adakan bersama dengan berbagai macam orang penting; Seperti Putra Mahkota sang Pangeran Kedua, seseorang yang di anggap sebagai Swordsaint masa ini sang Putri Keempat, dan masih banyak lagi orang penting yang ikut dalam pertemuan ini, tentunya ada juga 'ayah' dan 'ibu' ku di sini.
Yang kurang dalam pertemuan ini hanyalah Sister Olivia, di mana dia tidak mengikuti pertemuan ini karena, SEPERTINYA sedang ada masalah di salah satu wilayah yang ada di dalam Kekaisaran ini, tentunya wilayah itu sangat jauh dari Ibukota Kekaisaran, yang mana entah kenapa Sister Olivia sangat diperlukan untuk menangani masalah tersebut.
Namun, bagiku itu tidak lebih dari sekedar alasan saja, yang orang-orang menyebalkan ini gunakan untuk menyudutkanku, karena alasan utama dari mengapa aku masih ada di sini dalam keadaan sehat saat ini, itu karena berbagai pengorbanan yang Sister Olivia lakukan untuk ku.
Untungnya itu, aku memiliki Toshizou di sini, yang meskipun masih berada di level satu, tapi aku yakin kalau dia sudah bisa menyaingi beberapa Jendral terbaik dari Kekaisaran ini sekaligus.
Meskipun kepercayaanku itu terhadap orang ini hanya sepihak saja, tapi itu masih lebih baik, daripada tidak memiliki seseorang yang dapat dipercayai saat ini.
Oh ya, meskipun aku bilang mengikuti pertemuan ini, tapi karena isi dari pertemuan ini aneh dan sangat menyebalkan sekali, jadi aku berakhir memutuskan untuk bermain permainan SOS sendirian saja, hanya untuk mengisi waktu luangku.
Lagi pula, aku ini adalah orang yang menikahi gadis itu, tapi kenapa seperti malah si Putra Mahkota ini yang menikahi gadis Saint itu? Bukankah itu aneh sekali?
Untuk semakin memperburuk hal tersebut, aku di paksa untuk segera pergi ke wilayah yang menjadi tanggung jawabku, wilayah terburuk yang ada di Kekaisaran ini, sementara Istri Sahku itu harus tinggal di sini bersama dengan si Putra Mahkota ini.
Jujur saja, jika bukan karena aku yang tidak begitu peduli dengan pernikahan ini sejak awal, mungkin saja aku sudah meninju dan menusuk jantung dari si Putra Mahkota ini, yang dengan seenak jidatnya saja memutuskan hal tersebut, tanpa persetujuanku sama sekali.
"Arch-sama, apa Anda akan membiarkan mereka berbuat seenaknya? Bukankah Anda mengatakan, kalau Anda dan gadis itu sudah menikah secara resmi? Tapi, kenapa Anda tidak begitu keberatan sama sekali dengan keputusan yang badut itu buat?"
__ADS_1
Aku segera menghentikan tanganku dari bermain SOS, setelah Toshizou menanyakan hal itu secara tiba-tiba, tentunya secara diam-diam.
Jujur saja, aku sudah memberitahu wanita ini tentang siapa aku, apa posisiku, dan hal-hal yang menurutku perlu orang ini ketahui.
Tapi, yang tidak pernah aku sangka-sangka darinya itu, ketika sampai pada bagian di mana aku menjelaskan tentang diriku yang ditakdirkan untuk menjadi musuh dari seorang Hero, bukannya bersikap seperti orang normal pada umumnya, wanita ini malah tertawa terbahak-bahak, sebelum mengatakan kalau dia akan sangat senang, jika saja dapat di beri kesempatan untuk membunuh seorang Hero.
Pada saat mendengar hal itu, aku tidak tahu harus berkata apa lagi, karena ada apa dengan wanita ini? Ketika orang-orang menjauhiku akibat hal tersebut, dia malah bangga dengan hal itu dan terlihat sangat senang?
Tapi, yang pasti itu hanyalah, fakta bahwa aku benar-benar senang dengan jawaban tersebut, karena selain kakak perempuanku, wanita ini adalah orang pertama yang mengatakan hal tersebut kepadaku, dan tanpa aku sadari, tingkat Loyalitynya meningkat lima persen.
Kembali ke kenyataan.
Memasang sebuah penghalang kedap suara dan ilusi untuk menutupi seluruh sosok asli kami terlebih dahulu di sekitar kami berdua, hanya untuk mencegah orang-orang mendengar pembicaraan kami, dan beberapa masalah menyebalkah yang akan menimpaku, jika saja ada seseorang yang mendengar pembicaraan kami.
"Huhh... Aku akan jujur padamu, Toshizou. Aku memang agak kesal dengan hal itu. Tapi, karena pernikahan ini atas dasar politik dan tidak memiliki cinta apapun di dalamnya, jadi aku memutuskan untuk secepat mungkin untuk mengakhiri lelucon ini."
Mengalihkan pandanganku ke arah wanita yang sedang berdiri di belakangku ini, aku kemudian bisa melihat dia yang sedang memandangiku dengan seksama, sebelum aku melanjutkannya.
Kali ini, mataku kembali beralih, tapi bedanya itu, sekarang aku mulai memandangi Kaisar dengan penuh kebencian dan niat membunuh murni yang berusaha aku sembunyikan.
Untungnya, aku berhasil menekan kebencian dan amarahku itu dan kembali ke ekspresi wajah dinginku, yang selalu aku pasang sejak sampai di ruangan ini, sambil melanjutkan permainan SOS yang sedang aku mainkan ini.
"Jadi, dari pada aku harus peduli pada seorang gadis yang bahkan tidak memikirkanku sama sekali, bukankah lebih baik kalau aku fokus kepada hal yang sebelumnya saja?"
Setelah aku menyelesaikan pidatoku itu, aku bisa melihat dari sudut mataku, senyum iblis yang terpampang di wajah cantik dari wanita tersebut, di mana mata darahnya itu tampak menampilkan persetujuan murni di baliknya.
Jadi, dengan begitu, aku memutuskan untuk lanjut bermain SOS saja dan benar-benar mengabaikan pertemuan itu lagi sampai berakhir-Atau, itulah yang awalnya ingin aku lakukan, tapi sepertinya si Swordsaint ini benar-benar membuat segalanya menjadi semakin menyebalkan.
"Sebelum kita mengakhiri pertemuan ini, aku ingin mengusulkan proposal yang sangat menguntungkan untukmu, pria yang berdiri di belakang sampah itu. Bagamana jika Anda berkerja denganku saja dari pada bekerja di bawah sampah tanpa harapan itu?"
__ADS_1
Bagus. Bagus sekali. Dengan begini, aku harus berada di tempat menyebalkan ini lebih lama lagi.
¥©®®©¥
(POV Orang Ketiga)
Hijikata Toshizou baru kali ini melihat badut yang benar-benar sangat lucu, yang saking lucunya itu, kata-kata yang di ucapkan olehnya itu benar-benar membuatnya tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa.
Lagi pula, badut lemah ini menyebut Tuannya sampah? Seseorang yang bahkan langsung menyadari jenis kelamin aslinya dan berhasil menahan niat membunuhnya tanpa bergidik sedikit pun?
Sementara Toshizou tertawa, bisa di lihat kalau Arch hanya menatapnya saja sejenak, sebelum matanya itu beralih ke arah orang yang sebelumnya berbicara itu, dan dia berakhir mengabaikan hal tersebut, di mana pria itu terlihat masih lebih memilih untuk melanjutkan permainan yang sedang dirinya mainkan saja.
Pada saat kedua hal itu terjadi, orang yang bersangkutan, yang menjadi penyebab dari seluruh hal itu, dia hanya bisa menatap Toshizou dengan penuh kebingungan saja. Karena...
"Apa? Kenapa kamu tertawa?"
Toshizou segera menghentikan tawa miliknya, setelah pertanyaan itu terucap, sebelum dia mulai memandangi sang Swordsaint itu dengan mata merendahkan.
Di waktu yang bersamaan pula, Arch memutuskan untuk bangkit dan membawa kertas permainannya itu bersama dengannya, ketika dia benar-benar mengabaikan seluruh hal yang sedang terjadi dan malah berjalan pergi dari ruangan itu.
Lagi pula, dia tidak ingin berdebat dengan orang-orang yang tidak memiliki otak ini, dan menurutnya, dia lebih baik fokus pada wilayahnya saja.
Ketika melihat Arch yang berjalan pergi, Toshizou segera mengikutinya, yang ketika ingin dihentikan oleh seseorang dengan menyentuh bahunya, kepala dari orang itu segera melayang, saat wanita itu terus berjalan mengikuti Tuannya dari belakang.
Seluruh ruangan itu segera jatuh ke dalam suasana suram, yang selain akibat dari perilaku dari Arch, ada juga fakta kematian aneh yang di alami oleh salah satu dari pengawal terbaik yang ada di dalam Kekaisaran ini.
"Untuk sekarang, bagaimana jika kita lanjut membahas tentang bagaimana rencana kita untuk memindahkan hak pernikahan itu kepadaku, dan cara untuk membunuhnya lagi ketika sedang berada di dalam wilayah itu?"
Sang Putra Mahkota, Pangeran Kedua - William Drake Aeternus, mengatakan hal itu dengan senyum di wajahnya, dengan harapan dapat menghentikan suasana mencekam yang menyebar di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Untungnya itu, rencananya tersebut berhasil, yang membuat orang-orang itu mulai menyusun rencana baru untuk membunuh Pangeran Kesembilan dari Aeternus Empire.