God Of Dragon

God Of Dragon
Chap.11 The God of Dragons


__ADS_3

★★★


20 menit sebelum Ferdin dan Revis bangun.


[BOOMMM.....]


Semua murid dari kelas lain pun keluar secepat-cepatnya. setelah terjadi ledakan yang besar tadi.


“Hei, apa yang terjadi?kok ada bunyi ledakan”


“Aku gak tau, sepertinya terjadi sebuah ledakan. itu sepertinya berasal dari [Lapangan Arena]. katanya, mereka lagi melakukan summon dan kontrak kepada Binatang Spiritual [Spiritual Beast]”


“Jadi, itukah penyebab ledakannya?”


“Sepertinya bukan, ini mirip seperti serangan dibandingkan melakukan hal kontrak atau summon”


Sementara itu, Kantor Ibu Kepala Sekolah.


[BOOMMM...]


“Bunyi ledakan? Apa yang terjadi? Aku harus cek rekaman CCTV


Sambil mencari rekaman video dan berspekulasi


“(Ledakan itu sepertinya berasal dari lapangan arena. saat ini lapangan itu dipakai oleh kelasnya Ferdin)”


“Ini dia, Rekaman sebelum kejadian terjadi. Ayo, kita lihat apa yang terjadi sebenarnya?”


“I-itu bukannya Binatang Spiritual rank Dewa. Binatang ini bernama Naga 7 Elemen. Tidak hanya itu, Binatang ini hanya menerima orang yang mempunyai kekuataan dewa naga dari para dewa naga dan kekuataan itu juga diiringi dengan kekuataan 7 dewa naga kembar kuno [Seven Ancient Twin God Dragons] yang telah menghilang. Setelah melawan dewa tertinggi yang tak lain adalah [Tuhan]”


“Ketujuh Dewa Naga Kembar Kuno, setia melayani orang yang mempunyai kemampuan dewa naga dari para dewa naga disebut juga naga bencana atau bisa juga menjadi berkah. tergantung pemiliknya”


“Apa jangan-jangan Ferdin mempunyai kekuataan itu. Mungkin saja dia memang orang yang punya kekuataan Dewa naga dari para dewa naga yang disebut [The God of Dragons]”


“Kalau benar, berarti saat pemeriksaan lalu. hasilnya ditutupi oleh kabut. Pasti ada kekuataan lain yang tak membiarkan siapapun mengetahui kekuataan Ferdin”


“Dan juga ledakannya walau besar tapi masih agak lemah. kekuataan dari [Dragon Breath] yang dia keluarkan hanya sebatas stamina sehingga dampak serangannya berkurang. beserta ikatan dia dan binatang spiritual benar-benar bukan ikatan biasa yang bisa dipatahkan begitu mudah, menarik.....menarik... sekali”

__ADS_1


“Ya, yang lebih bagusnya itu hanya menghancurkan penghalang yang ada di sekolah ini, ha.... harus perbaiki lagi penghalang yang sudah dihancurkan”


20 menit setelahnya. Saat aku dan Revis dari alam bawah sadarku ke kedunia nyata.


Aku yang terbaring diruangan perawatan [UKS] ditemani oleh Revis yang tak sadarkan diri diatas tubuhku dan ketiga temanku yang menunggu aku sadar.


“Ughh....”


“Kalian, kenapa ada disini?”


“Tentu saja, kami menunggumu sadar, Fer”


“Hahaha!!! maaf ya, buat kalian repot-repot jagaiiin aku. sampai nungguin aku segala”


“Oh ya, dimana Revis? kok aku gak liat”


“itu, diatas badanmu sendiri”


“hehehe”


“Ayo bangun Revis!”


“?????”


semuapun terkejut. saat mendengarkan Revis berbicara.


“Eiii...!? Revis kamu bisa bicara?”


“Tentu tuan. ini karna bantuan, igvis”


“Ohh Igvis ya. nanti aku harus ucapiin terimakasih padanya”


“Siapa itu Igvis, Fer?”


“A-ahh.. Dia.. kenalanku, dia pernah tinggal dirumahku sebelumnya, Cia”


“Pernah tinggal berduaan sama kamu!?”

__ADS_1


“I-Iya”


“Tak lakuiin, apa-apakan!?”


“Gaklah,(mana mungkin, aku satu atap sama naga)”


“Oh gitu”


“Oh ya, kita ada pelajaran gak nanti atau sekarang sudah boleh pulang”


“Sekarang sih waktunya pulang. Tapi kita pulang ke”


Aku tanpa mendengar perkataan Angelicia sama sekali yang padahal belum selesai bicara. Kami berdua, aku dan Revis segera pulang kerumah pamanku.


“Ayo Revis, kita pulang kerumah pamanku”


“Ya, Tuan”


Alicia sebelum menyelesaikan kata-katanya Ferdin sudah pergi


“Cabuttt!!!!”


[Wuss......]


“Asrama”


Ferdin yang sudah jauh. tidak bisa mendengarkan kata-kata dari ucapan Alicia.


“Ha.... seperti biasa, dia lebih cepat. Saat tau kalo sudah waktunya pulang. Tapi dia gak tau sekolah ini menyediakan asrama untuk siswanya, Fer..Fer.. kamu masih saja ceroboh seperti dulu”


“Ya, mau gimana lagi. dia kan emang anak rumahan, Cia”


“Kita beritau dia nanti. kalau kita sekarang akan tinggal diasrama sekarang”


“Ok”


Aku dan Revispun telah sampai kerumah dan entah Kenapa pintu rumah sudah terbuka begitu saja.

__ADS_1


★★★


__ADS_2