
***
Setelah mereka mendengar kata-kata dari pelayan pribadi nenek, yang menyebut orang dikarung itu sebagai Tetua. mereka pun keringat dingin untuk pertama kalinya.
“(Gawat... itu beneran nenek. Tak kusangka, wujud nenek yang sebenarnya adalah cewek muda. Kami harus mengendap-gendap kabur dari sini)” Mereka bertiga berjalan mengendap-gendap, agar bisa kabur dari nenek mereka.
“HOO....,KALIAN MAU KABUR DARIKU HAH!? CUCU-CUCUKU YANG KURANG AJAR, BERANI JUGA KALIAN, MELAKUKAN HAL ITU PADA NENEK KALIAN SENDIRI. KALIAN BENAR-BENAR MENCARI KUBURAN KALIAN SENDIRI” Sambil berkata dengan muka dan suara yang penuh amarah.
“SEMUANYA... LARI..., ADA NENEK-NENEK GODZILLA[Swuss]” Ken berkata seperti itu sambil berlari.
Ayahku, Ibuku dan pamanku lari terbirit-birit. Karna takut dihajar sama nenek mereka.
“KALIAN MAU KEMANA, HAH!? BUKANNYA KALIAN MAU DIRAMAL OLEHKU!? JADI, KALIAN KESINILAH. BIAR, NENEK MERAMAL MASA DEPAN KALIAN!!![Swuss]” kata Nenek sambil berlari mengejar Lein.
Nenek berlari kencang, dan mencoba mengejar Lein duluan untuk diberi hukuman.
“GYAAH.... ADA KUNTILANAK DISINI” Kata Lein yang dikejar duluan oleh nenek.
“BERANINYA KAMU MENGATAIKU SEBAGAI KUNTILANAK, KALAU AKU KUNTILANAK BERARTI KAMU TAK LAIN ADALAH TUYULNYA[PLAK]” Sambil menampar Lein.
[Boom!!!]
Lein yang terkena tamparan terlempar, dan kepalanya menembus dinding yang ada dirumah Klan Dewa Naga.
Setelah selesai mengejar Lein, nenekpun mengejar Ayahku. Ayahku yang bersembunyi di toilet cowok. Akhirnya, ditemukan oleh nenek.
“KETEMU KAU, KEN!!!” nenek sambil tersenyum jahat.
“Eee....Gyah!!!”
[Bak!!! Buk!!! Bak!!! Buk!!!]
__ADS_1
Nenek memukul ayahku sampai benjol dimana-mana, hingga tak sadarkan diri. Tinggal ibuku yang belum ditemukan oleh nenek. Nenek mencari ibu disetiap tempat, dan tersisa satu ruangan yang belum dia periksa yaitu ruangan ibuku dulu.
Nenek datang keruangan itu, dan memeriksa satu-satu tempat yang berada didalam ruangan tersebut. Setelah diperiksa, gak ada jejak Silvie didalam ruangan itu. Tapi, nenek gak menyerah dan akhirnya, dia mencoba mengejutkan, Silvie. jika dia bersembunyi dibawah tempat tidur.
“HAA!!!”
Saat nenek mengejutkan Silvie. Silvie yang terkejut, secara spontan Silvie mendaratkan pukulannya ke sang nenek.
“Kyaa!!!” berteriak sambil menutup mata dan mengarahkan pukulan ke muka sang nenek.
[Jgar!!!] Bunyi hantaman pukulan Silvie ke neneknya.
[Wiinngg....]Suara terlempar nenek, saat terkena pukulan dari Silvie.
Nenek terkena serangan pukulan dari Silvie, dan serangan itu membuat nenek terlempar ke dinding rumah. sehingga, menimbulkan cap berbentuk orang pada dinding tersebut.
[Boom!!!]
“Se-Seperti yang diharapkan dari cucuku yang mempunyai darah leluhur pertama, Kekuataannya benar-benar kuat. TAPI, AKU TAK AKAN KALAH, DENGAN CUCUKU. YANG BAHKAN, BELUM BISA MENGUASAI KEKUATAANNYA”
Silvie yang melihat itu, langsung cepat-cepat keluar dari bawah tempat tidur lalu berlari. Karna takut ditangkap nenek yang sedang lagi marah. tapi, karna Silvie sedang mengandung. energinya pun lebih cepat habis, dibandingkan sebelumnya.
Nenek yang melihat Silvie ngos-ngosan. langsung, dengan secepatnya pergi ketempat Silvie yang sedang memegang perutnya.
“Argghh!!! Sakit!!!” Silvie berteriak sambil memegang perutnya.
Neneknya, tiba-tiba muncul dihadapan Silvie.
“Silvie..., jangan bilang, kalau kamu hamil!?”
“Iya, Nek. Aku hamil. Arghh!!! Sakit!!!”
__ADS_1
Nenek melihat itu semua. Akhirnya, menyadari kalau sebentar lagi. Silvie akan melahirkan, dan nenek pun memanggil para pelayan untuk mengurus ruang kehamilannya dan memanggil Ken dan Lein untuk datang ketempatnya.
Salah satu pelayan yang disuruh oleh nenek datang memberitahukan kepada Ken dan Lein. Bahwa Silvie sedang melahirkan.
“Apa!!! Silvie sedang melahirkan!? Dimana ruangannya!? aku harus menemaninya, Sekarang”
“Biar, aku antar tuan kesana”
“Baik, cepat!!! antar aku kesana!!
“Ya, tuan”
“Selamat ya, kak!! Sebentar lagi, kalian mempunyai anak”
“Ya, sama-sama”
“Kak...walaupun gitu, aku masih jomblo. Kapan aku bisa melepaskan takdir jomblo ku ini”
“Mana ku tau, kalau gak dapat-dapat jodohnya. lebih baik, kamu pacaran aja ama nenek kita. Lagian, dia kan cantik banget”
“Ahh...Bener juga, kata kakak. Tapi, Kalau diingat dari umurnya. Memang, gak enak buat dibayangkan. kalau, aku akan pacaran dengan seorang nenek-nenek”
“Ya, mau gimana lagi, kan”
Tiba-tiba pelayan itu berhenti dan menunjukkan. Kalau ruangan yang ditunjuknya itu adalah ruangan tempat istrinya Ken melahirkan.
Sementara itu.
“Uekk Uekk” Tangisan bayi baru lahir terdengar.
Nenek tiba-tiba kaget, Setelah melihat bayi itu.
__ADS_1
“Bayi ini.....!!!” Nenek sambil berkata dan kaget melihat bayi dari Ken dan Silvie
***