God Of Dragon

God Of Dragon
Chap.20 Flame Punishment & Holy Flame Punishment (Bagian 2)


__ADS_3

★★★


Asrama laki-laki, Dikamarnya Ferdin dan Endo


“Aww... Sakitnya!!! Aku mau istirahat dulu, Fer”


“Ya, Do”


“Aku harus mulai mempelajari kedua teknik itu”


Aku mengeluarkan kedua buku teknik tersebut dari cincin penyimpanan. Kemudian aku mulai mempelajari teknik dasar dari teknik pertama yaitu [Flame Punishment].Sebelum mempelajari teknik kedua yang tak lain adalah [Holy Flame Punishment] yang merupakan kelanjutan dari teknik pertama.


Beberapa menit kemudian


“Ahhh malas bacanya dan berisik banget suara tidurnya Endo”


“(😴😪)Krook...blebleble... krook..blebleble krook..blebleble”


“Berisik banget, gak bisa konsen kalau gini caranya (😤). Walaupun nih orang tampan tetap aja tidurnya mirip binatang. Apa gue kerjaiin aja dia, ya. Biar tau rasa heheheheh(😁)"


“(Rasakan ini, Do. Zihihi(😀))”


“Aku gak sabar melihat reaksinya.zihihihi(😀)”


“Sekarang aku harus mulai mempelajari tekniknya lagi. Tapi, jangan diruangan ini. Karna kamar ini berisik. Sebaiknya, aku pakai ruangan dimensi yang diberikan sekolah. Pada tiap kamar terdapat dua ruangan dimensi untuk tiap siswa”


Akupun masuk keruangan dimensi itu dan mempelajari kedua teknik tersebut. Ruangan dimensi itu seperti yang kita tau memiliki pemandangan alam semesta. Tentu saja, tempat ini kegunaan utama ruang dimensi ini untuk merileksasikan diri dan berlatih.


Akupun terus berlatih selama dua jam semenjak aku masuk kedimensi ini dan akupun sudah benar-benar menguasai kedua teknik ini. Tapi ada satu masalah dalam menggunakan teknik kedua. Dimana teknik kedua meminta syarat. Syaratnya tak lain adalah harus mempunyai kekuatan bertipe cahaya. Agar bisa memakai skill ini tanpa memberikan bayaran.


Kedua Teknik ini memang kuat. Tapi ada batasan untuk pemakaiannya untuk saat ini. terkecuali teknik pertama yang bisa aku pakai sepuas-puasnya. Sedangkan, untuk teknik kedua. Aku hanya bisa menggunakan teknik itu 2 kali dan jika melewati batas itu. Aku juga gak tau apa resikonya. Tapi, aku hanya bisa berharap untuk tidak menggunakan teknik ini nanti.


Setelah itu, Aku keluar dari ruangan dimensi itu. Tak lama, setelah aku keluar dari ruang dimensi itu. Alicia datang dan meminta sesuatu. Tapi, entah kenapa aku merasakan seolah-olah saat aku berbicara dengan Alicia malam ini seperti berbicara dengan orang lain. Aku merasakan perasaan aneh yang tak pernah kurasakan selama ini. Saat aku berdekatan dengan Alicia.


“Fer, Kamu bau(😷). Lebih baik kamu mandi dulu”

__ADS_1


“Oh ya, Baru ingat. Kalau aku keringetan karena olahraga tadi. Maaf ya, Cia. Aku mandi dulu ya”


“Ya,mandilah. Bau keringatmu menyengat sekali, Fer(😷)”


“Ya~, aku mandi dulu, puas?”


“Ya”


Aku pun pergi kekamar mandi asrama pria. untuk membersihkan seluruh badanku dari bau keringat. Aku membuka pintu kamar mandi asrama pria dan mulai mandi disana.


[Slush... slush... slush]


Akupun selesai mandi dan ketika aku kembali ke kamarku. Saat aku telah kembali. Alicia gak ada dikamarku lagi. Aku berpikir dia sudah pulang ke asramanya, karena ada pengawas yang mengawasi asrama kami. Lalu, aku mencari dua teknik yang aku tinggal dikasur. Tapi aku gak menemukannya. Akupun juga mulai merasakan perasaan aneh itu lagi. Seolah-olah perasaan itu mengatakan kalau Alicia yang aku temui tadi itu bukan Alicia yang sesungguhnya. Karna aku tak ingin memikirkan hal itu akupun tidur.


Pagi hari yang damai dan tentram.


“Hoam... tidurku, nyenyak banget”


“Kekamar mandi ah..”


Endopun berjalan ke kamar mandi. Sekilas melihat ada sesuatu yang aneh dengan wajahnya.


Endo pun berlari dari kamar mandi ke kamarnya. Untungnya saat itu para murid masih tidur.


“(👋)Fer!!! Bangun,Fer!!!(Sambil menampar Ferdin)”


“Adwa apwa swih? Bwerwisik Bwanget kamwu, Dwo”


“Ini!!! mukaku!!! pasti ini ulah kamu kan, Fer”


“Iywa emwangnya kewnapwa? Itwu salwah Lwo sendwiri karwna kamwu berwisik swaat twidur. Udwah Kaywak Bwinatwang. Lagwian itwu bwisa dihwilangkan pwake aiwr”


“Iya sih”


Saat itu, Endo melihat Ferdin betapa terkejutnya dia melihat muka Ferdin.

__ADS_1


“Uwi, Dwo Twunggu dwulu. Uwi?”


Setelah itu Ferdin mengeluarkan kaca dari ruang penyimpanan dan melihat wajahnya. Yang dia lihat adalah wajahnya yang membengkak seperti kena sengatan lebah.


“Ahhh Apwa-apwaan wajwah kwu inwi?Akwu twau kwau ywang mwelakwukwan ini, dwo”


“Ya, Maafkan aku, yah?”


“ywah, kwepwalamu(🤕)”(Sambil menjitak kepala si Endo)


lalu sebagai permintaan maaf. Endopun menyembuhkan Ferdin. Setelah disembuhkan Ferdinpun pergi kekamar mandi segera. Setelah selesai merekapun pergi ke sekolah yang tak jauh dari asrama mereka.


Aku dan Endo berjalan menuju kelas. Tiba-tiba kami mendengar suara ribut beserta kami melihat keramaiaan dari kelas kami.


“Kenapa begitu ramai dikelas ya, Do”


“Aku gak tau, kenapa gak kita lihat dulu, Fer?”


“Ahh... tidak mungkin, dewi kami, akan keluar dari sekolah(😭). Aku tidak mau sekolah lagi kalau seperti ini”


Aku dan Endopun masuk kelas dan tanpa sengaja berpapasan dengan Vera. Vera adalah teman satu kamar Alicia dan satu kelas sama kami berempat.


“Oh Vera, kamu sudah datang. Dimana Hime sama Alicia?”


“Kalau si Hime masih tidur”


“Masih tidur aja tuh orang. Apa gak puas tidur semalaman. Kalau Alicia gimana?”


“K-Kalau Alicia. Dia keluar dari sekolah”


“Keluar? Gak mungkin, kan. Aku merasakan ada hal yang aneh. Aku harus pergi kerumahnya”


“Tunggu, Fer”


★★★

__ADS_1


kalian menikmati ceritanya gak. kalau iya komen dan likenya ya buat dukung Author. biar lebih semangat buatiin ceritanya


bye sampai jumpa lagi, Di next chapter berikutnya


__ADS_2