
Ferdin yang berjalan menuju sekolah barunya terlintas dalam pikirannya tentang kekuatan sihir dan penasaran ingin mencobanya.
"Aku ingat, kata-kata Kakak tadi bukankah semua orang yang ada dibumi telah memperoleh kekuatan dan wujud asli mereka. berarti aku juga punya dong". kata Ferdin dalam hati.
"Apa aku harus mencobanya ?" kata Ferdin dalam hati."
"Baik, aku akan coba mengeluarkan sihir ?" kata Ferdin."
"FLAME!! FLAME!! FLAME!!" Ferdian Berteriak kuat mengucapkan nama sihir.
"Mama mama liat orang itu lagi ngapaiin ya ma ?" kata anak yang lewat disana.
"Jangan liat, dia orang gila lo. kau tak takut ya nanti dikarungin sama orang itu. kalo ibu sih takut amat. ayo kita pulang nak". kata ibu dari anak tersebut sambil membohongi anaknya.
"Iya, ma" kata anak yang bersama ibunya.
"Aku merasa malu lebih baik aku hentikan aja lagian gak keluar". kata Ferdin dengan oenuh rasa malu.
"Hei Ferdin, apa yang sedang kamu lakukan ditaman?"
"Oh aku lagi apa ya, aku lupa hahahaha".
"Pakaianmu, jangan-jangan kamu juga satu sekolah denganku juga Alicia".
"Iya Ferdin, Aku satu sekolah lagi denganmu".
Alicia pun tersenyum lebar kearah Ferdin dan mengucapkan.
"Mohon bantuannya ya Ferdin, semoga kita satu kelas seperti dahulu".
"Ya, Alicia".
"Oh ya, si Endo satu sekolah gak dengan kita".
"Gak tau juga, aku berharap kita semua bisa satu sekolah".
"Ayo kita berangkat kesekolah sama-sama".
"Ayo berangkat Alicia".
Ferdin dan Alicia pun berjalan menuju sekolah sambil berbincang-bincang ditengah jalan.akhirnya sampai tujuan mereka yaitu sekolah baru mereka.
__ADS_1
Sekolah itu bernama Sekolah Pengembangan Sihir Modern Kirikaku disebut juga Sekolah Kirikaku.
"Yo Ferdin, apa kabar kamu ?"
"Kamu siapa ya ?"
"Ini aku Endo, masa kamu gak kenal aku Ferdin ?"
"Gak"
Ferdin memberikan isyarat kepada Alicia untuk menipu Endo.
"Cia, Ferdin gak ingat lagi sama aku. jangan bilang kamu juga gak ingat aku lagi Cia".
"Kakak, kamu ini siapa ya? aku gak kenal kamu ?" Bertanya sambil pura-pura bingung.
"Kalian berdua, ayolah bilang ini bohong. masa kalian gak kenal aku yang ganteng dan cool ini ".
"Kami hanya kenal Endo yang berkacamata, gak ganteng, maupun gak cool. iyakan Alicia".
"Benar, kata Ferdin kami gak kenal Endo selain yang disebutkan oleh Ferdin tadi ?"
"Kalian ini!!! mau buatku kesal. kalian benar-benar jahat banget sama temen".
"Maaf, kami hanya bercanda, iyakan cia?".
"Inikan idemu Fer, kau harus tanggung jawab. aku hanya dipaksa oleh Ferdin untuk ngejahili kamu, do".
"ehhhhhh kok ane yang harus menanggung semuanya. kamu juga harus tanggung jawab juga dong, cia ".
"Tanggung saja sendiri. ya Ferdin".
"Ferdin, kamu tau apa salahmu kan ?".
"Fer, ini pukulan yang biasa kau terima. terimalah ?".
Ferdin pun pake jurus andalan pura-pura lupa
"salahku apa, dimana aku, kau siapa ?".
"jangan pura - pura lupa ingatan kau, Fer".
__ADS_1
Ferdin pun mencoba mengalihkan pembicaraan
"Tunggu dulu do, siswanya udah pada pergi ke ruang pertemuan yuk pergi".
"Iya, bener do. semua siswanya sudah pada pergi keruangan nih".
"Yuk, pergi kesana dulu".
Ruangan pertemuan dipenuhi murid yang sedang duduk menunggu tes masuk dimulai.
Diatas panggung terlihat kepala sekolah menuju ketengah panggung dan mulai berbicara.
"Selamat datang semuanya ke Sekolah Pengembangan Sihir Modern Kirikaku".
"kalian calon-calon siswa pengguna sihir dan pasti kalian sudah mengetahui wujud asli kalian yang disebut Pure Race".
"biasanya kita juga menyebut wujud Ras Murni. tapi kalian masih akan dites".
"kalian akan melakukan beberapa tes".
"pertama-tama kalian akan melakukan tes bakat kalian".
"bakat yang dimaksud ini adalah mengetahui wujud ras murni beserta titik cakra kalian yang dipergunakan untuk sihir".
"lalu tes keduanya adalah simulasi pertarungan seberapa kuatnya kekuatan kalian".
"sekarang kita mulai tesnya".
Tes dimulai.
semua murid lain pun maju satu per satu untuk melakukan tes pertama.
"silahkan peserta Alicia, Endo, dan Ferdin untuk melakukan tes ras murni dan titik cakra kalian".
"semoga kita bisa lulus di tes pertama ini".
"kamu juga Ferdin".
"semangat ya, Ferdin, Endo".
tiba-tiba semua murid cepat-cepat melihat ke tempat tes dimana Alicia dan Endo meninggalkan Ferdin seorang diri saat tes.
__ADS_1