God Of Dragon

God Of Dragon
Chap.31 Tangkap!!!


__ADS_3

***


Setelah Silvie melihat isinya dan kaget, Tampak dari mukanya Silvie, Dia sangat marah.


“Jadi, Ken.... kau membagi fotoku ke Lein, ya!?”


“......”


“JAWAB, PERTANYAANKU!!!!!”


“I-Iya”


Silvie menghentakan kakinya [BOOM!!!] dengan wajah yang cukup marah, hentakan kakinya membuat lubang cukup besar pada lantai rumah tersebut.


“Ada apa!? kenapa, ada bunyi yang amat besar!? apa ada penyusup!?”


“Bukan penyusup. tapi, ini pasti ulah mereka bertiga. dari dulu.. sampe sekarang, sifat mereka masih sama aja”


“Emangnya,siapa mereka?”


“Kau gak perlu tau tentang itu. Sekarang, kita harus menyelesaikan latihan kita”


“Ya!!Guru!!”


Silvie yang masih marah, Akhirnya menanyakan suatu hal pada Lein.


“Lein, apa kau masih menyukaiku sampai saat ini!?”


”!!!” tampak muka, Lein gelisah. Setelah Silvie menanyakkan hal itu.


“Jadi benar... ternyata, kamu masih menyimpan perasaanmu padaku dan belum bisa move on sama sekali”


“Ya, gak apa-apa. Semoga kamu bisa dapat jodoh nanti, Lein”


“Y-Ya” Muka Lein memerah.


“Oh ya, Kalian, kesini mau ketemu sama nenek,kan!? Kalian ingin diramal tentang kalian dan anak kalian. Biar aku yang mengantar kalian ke tempat nenek”

__ADS_1


“Ya makasih, Lein”


“Gak apa-apa kok. Lagian, kamu ini sudah aku anggap saudaraku, Silvie”


“Kalau aku!? kamu anggap apa, Lein!?”


“Kalau kamu sih... aku anggap tong sampah, Kak”


“Anjir, Tong sampah”


Ayah, ibuku, beserta pamanku yaitu Lein, yang sebagai pemandu jalan menunjukkan jalan ketempat nenek sambil berbincang-bincang.


Akhirnya, mereka sampai keruangan nenek mereka berada. Ketika Lein, mau mengetuk pintu.


“Kalian, masuk saja, langsung!!Gak perlu ketuk pintu lagi”


Ayah, Ibu dan Lein masuk ke ruangan nenek mereka. Akhirnya bertemu dengan nenek mereka. Mereka terkejut apa yang dilihat dengan mata mereka.


“Heee...!!!”


mereka bertiga kaget melihat ruangannya dipenuhi poster-poster anime jepang.


“(Eeh...Bahkan main Playstatiun1) semuanya sambil berkata dalam hati.


“(Berbisik-Bisik)Ei. Lein beneran, ini kamarnya nenek. Kok ada, cewek muda cantik berambut putih disini. Bahkan gak mirip nenek-nenek sama sekali”


“Aku mana tau. seharusnya, ini memang ruangannya nenek”


“Kalau gitu kita tangkap pakai karung saja, Lalu, intrograsi dia agar ngaku. Dimana dia sembuyiin nenek kita? Setuju gak, Ken dan Lein”


“Kami setuju, Sil. Ayo kita karungin, lalu ikat dia”


“Baik, jalankan misi!!!”


“Ya, Komandan!!!”


mereka bertiga pun mengikat dan mengkarungi neneknya, yang dipikir itu orang lain.

__ADS_1


”HEI!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN, DASAR CUCU KURANG AJAR!? KENAPA KALIAN MENGIKATKU DAN MENGKARUNGI AKU!? KALIAN PIKIR, AKU INI ORANG LAIN, HAH!?”


“Ya, mana mungkin. kami percaya, kalau... kamu itu nenek kami, Iyakan Ken, Silvie”


“Ya, mana mungkin. Nenek bisa semuda itu” Ken dan Silvie berbicara sambil membenarkan kata dari Lein


Tiba-tiba datang pelayan yang mengantar makanan untuk nenek.


“Eeh... Ketua Klan?!! Kenapa Ketua Klan ada disini!? Apa anda mencari Tetua, Ketua klan!? Lalu, karung itu buat apa Ketua Klan!?, dan kenapa aku gak melihat Tetua disini!?”


“Kamu ini robotkah!? banyak, amat tanyanya”


“Maaf... tapi, aku bukan robot. Tapi, aku pelayan pribadi tetua”


“Pelayan pribadi tetua!?”


“Kenapa aku gak tau, ya? Kapan nenek menyewa pelayan?”


“Tetua, tidak menyewaku. Tetapi, aku sendiri yang bersedia untuk menjadi pelayannya”


“Kenapa kamu bersedia menjadi pelayan pribad tetua?”


“Karna, Tetua sudah menyelamatkanku saat aku hampir meninggal, sebelumnya. Karna itu, aku bersedia menjadi pelayan pribadi Tetua.”


“Namamu siapa, pelayan?”


“Namaku Stella, Ketua Klan”


“Oh ya, tetua ada dimana, ya? Ketua klan, apakah anda tau dimana Tetua Klan berada!?”


“Kalau maksudmu tetua palsu. Dia ada dikarung ini”


“Tetua palsu!? Biar, aku lihat isinya, Ketua Klan”


Ketika Pelayan pribadi nenek melihat, pelayan itu terkejut, bahwa tetua klan dikarungin sama tiga orang itu.


“TETUA KLAN!!! KENAPA TETUA KLAN BISA SEPERTI INI!?”

__ADS_1


“(Ehhh... Apa!!! pelayan itu, Apa tadi menyebutnya orang itu Tetua Klan)” Ken, Silvie dan Lein berkata dalam hati.


***


__ADS_2