God Of Dragon

God Of Dragon
Chapter.39 : Tragedi Part3 dan Akhir Cerita


__ADS_3

***


Setelah [Dark Vessel] Ferdin disegel. Ferdin langsung pingsan, kedua orang tuanya yang berasal dari bumi yang lain, menelpon ambulan untuk menyelamatkan Ferdin.


Kedua orang tuanya yang berasal dari dunia yang lain. Mereka mendekati Ferdin.


“Ferdin... Mama dan Papa, mau pulang dulu, ya! Maafkan kami. karna, kami tak bisa membawamu kebumi kami yang lain. Mama dan Papa, minta maaf. Karna tidak bisa mencegah bencana yang menimpamu ini”Kata Silvie, sambil termenung melihat, wajah anaknya yang berasal dari bumi yang lain.


“Nak... maafkan ayah, yang tak bisa melakukan apapun untukmu. Padahal kamu juga anakku. Walaupun kita dari bumi yang berbeda. Tapi, kuharap kau bisa menjadi kuat dan tegar, untuk menghadapi masalah yang akan datang menghampirimu” Kata Ken, Dengan suara dan mata yang seakan-akan ingin menangis.


Ken dan Silvie, mendekat pada Ferdin. Kemudian, mereka memberi salam perpisahan terakhir yaitu ciuman dikeningnya. untuk Ferdin, anaknya yang dari bumi yang berbeda.


“Chuu...Chuu”


“Selamat tinggal, Ferdin” Kata Silvie, sambil menangis sedih dan dibawa pulang oleh Ken yang sedang membuka portal dimensinya untuk pulang.


“Ayo...”Kata Ken, Dengan wajah tidak senang. karna, harus meninggalkan anak mereka, yang berasal dari bumi yang berbeda, tergeletak pingsan begitu saja di jurang.


Merekapun masuk ke dalam portal dimensi. dimana tujuan portal dimensi itu adalah rumah mereka yang ada dibumi yang mereka tinggali.


Tak lama, Ken dan Silvie sampai kerumah. Dirumah tidak ada satupun orang selain mereka. Karna, anak mereka Ferdin dari dunia ini lagi sekolah dan sebentar lagi pulang.


Bel rumah berbunyi


[Truut...truut...]


Ken, ada tamu yang datang! Coba kamu bukakan pintu! dan lihat siapa itu?” Kata Silvie, yang menyuruh Ken untuk membukakan pintu.


“Ya....ya...Aku akan buka!”Kata Ken, sambil berjalan menuju ke pintu depan.


Tak lama, Ken telah sampai dipintu depan dan Ken membuka pintu tersebut. Betapa kagetnya, Ken. setelah melihat siapa yang datang kerumah mereka.


“K-Kau.....” Kata Ken, dengan ekspresi yang sangat kaget.


Silvie yang menunggu, Ken yang begitu lama tidak kembali. Akhirnya, memutuskan untuk pergi ke pintu depan untuk melihat Ken. Beserta, siapa yang datang kerumah mereka?


Setelah sampai. Silvie terkejut, melihat suaminya yang ditusuk menembus jantung oleh seseorang yang dikenal oleh mereka. Orang itu tak lain adalah.


“Yi Ling-ling!!!!!” Kata Silvie, yang dipenuhi amarah.

__ADS_1


mengeluarkan tangannya dari jantung dari tubuh ken yang ditusuk.


“Ken!!!!” Kata Silvie, sambil meneriaki nama suaminya yang bahkan, dia tak tau, apa suaminya masih hidup atau tidak?


Silvie berlari dengan sangat cepat dan menangkap tubuhnya Ken. setelah mendapatkan tubuh Ken, Silvie menjaga jarak dari Yi Ling-ling, untuk memeriksa kondisi Ken. Apa dia masih hidup atau tidak?


“Percuma saja, nona. dia sudah meninggal sebelum anda datang”Kata Yi Ling-ling, memberitahu kepada Silvie.


“Hai...Nona dari Klan Dewa Naga. Saatnya, kamu menyusul suamimu dan seluruh keluarga Klan Dewa Nagamu ke neraka” Kata Yi Ling-ling, memulai serangannya pada Silvie.


“Ken, Maafkan aku...Karna, tak bisa membantumu tadi. Tapi, aku berjanji Ken. Kalau aku akan membalaskan kematianmu ini” Kata Silvie, sambil menaruh tubuh Ken dengan hati-hati.


Silvie, memulai pertarungannya dan menahan serangan pertama dari Yi Ling-ling pertarungan terus berlanjut.


Sementara itu, Aku yang baru selesai pulang dari sekolah harus melakukan banyak kegiatan disekolah. Salah satunya adalah membantu teman-temanku dalam mempelajari sihir-sihir mereka.


Aku melihat jam, ternyata, sudah menunjukkan jam empat sore. Aku meminta pamit kepada teman-temanku untuk pulang kerumah. Aku menyadang tasku untuk bersiap-siap pulang.


“Hai, Teman-Teman!!! aku pulang dulu, ya” Kata Ferdin, sambil memberi salam kepada teman-temannya, untuk pulang kerumahnya.


“Ya, Terima kasih, ya! atas pelajarannya” Kata semua teman-temannya, yang diajari sihir oleh Ferdin.


Sesaat aku berjalan, aku kepikiran sesuatu yaitu ada satu siswi yang absen selama beberapa hari. siswi itu adalah Yi Ling-ling. Saat aku menemui dia dihari itu. sebelum dia absen, aku menemukan dia sakit kepala dan akhirnya pingsan.


Aku mengantar Yi Ling-ling ke UKS. Ketika sampai, Aku menaruh dia ke kasur yang ada di UKS. Karna, saat itu bel istirahat berakhir akupun terpaksa harus meninggalkan dia di UKS. Tapi, saat aku memcoba melihat dia di UKS lagi. Dia menghilang.


Setelah, dia menghilang hari itu. Besoknya, dia tidak datang kesekolah lagi. Bahkan sampai hari ini.


Aku sampai kerumah, setibanya aku dirumah, ada hal yang aneh. Aku merasakan firasat buruk yang menghantui perasaanku ini. Seolah-olah ada kejadian buruk yang terjadi pada orang tuaku. tapi, yang kutau. orang tuaku masih didunia pararel.


“Aku pulang...” Kata Ferdin, membuka pintu depan rumahnya.


Saat masuk, Aku mulai merasakan firasat buruk, yang lebih terasa dibandingkan sebelum, aku masuk kerumahku.


Ketika aku masuk, Aku dihadapkan dengan banyak cairan merah, yang menggenang didalam rumah didepan pintu depan.


Aku melihat ayah dan ibuku terbaring di lantai tak bergerak dan rumah dipenuhi bekas dari pertarungan.


Tak lama, jari ibuku bergerak dan ibuku memanggil diriku. Walaupun dalam keadaan kritis.

__ADS_1


“Fe....Fe....Fer...din... Ke...si....ni...lah”Kata Silvie, yang dipenuhi luka beserta kondisinya kritis.


“Y-Ya... Ma....” Kata Ferdin, sambil berlari menuju ibunya yang lagi sekarat.


“I...ibu.. ingin... Ka...mu... ti...dak mem...benci sia...papun.... Sel...ain..i...tu[Uhuk uarghhh] I...bu... in..gin.. ka...mu... mela...njutkan.. mi...si... i...bu.. d..an.. a..yah. Ka...u bis..a Meli..hat.. mi.sinya.. dibu..ku.. Catatan... milik...kami... diruangan rahasia” Kata Silvie, yang memberitahukan anaknya, tentang buku misi yang harus diselesaikan oleh mereka.


Akhirnya, Ibuku menghembuskan nafas terakhirnya setelah menyampaikan pesan tersebut kepadaku.


Setelah, beberapa hari. setelah kejadian itu, Ayah dan Ibuku dikuburkan dipemakaman. Aku dan pamanku, Lein. dengan muka sedih aku tak mampu lagi untuk menahan rasa ingin menangis hari itu.


Hari itu merupakan hari saat, aku menangis secara memilukan. kemudian, pamanku menenangkanku dengan sabar.


Setelah, aku selesai menangis. aku dan pamanku pulang kerumah. Aku menuju keruangan rahasia. Dimana ibuku menyuruhku mencari catatan itu dan melanjutkan misi mereka.


Aku menemukan buku itu dan aku menyimpannya sebagai panduanku.


Setelah, beberapa tahun. Aku bertemu teman-teman ku yang sekarang ini merupakan partner. memperoleh banyak prestasi melebihi siapapun. ini juga, merupakan salah satu jalan yang kupilih. tapi, tujuan utamaku saat itu mempelajari mekanik sihir. Untuk membantu diriku yang lain dibumi yang pernah dijelajahi oleh orang tuaku.


*


“Itulah ceritaku dulu, kenapa aku mau membuat benda ini? Tentu saja, untuk mengaktifkan sihir dibumi itu dan mengisi salinan ingatan kalian didalamnya. agar, mereka bisa memilih jalan mereka dengan benar”Kata Ferdin, sambil memberi jawabannya.


“Begitu rupanya” kata semua teman Ferdin, yang berada ditempatnya Ferdin.


“Pantas saja, kau ingin menjadi mekanik sihir dan membuat alat itu. Bahkan, kamu menaruh sihir mustahil itu, kedalam benda itu. Sehingga, jika itu jatuh, tidak akan memakan korban jiwa dibumi itu” Kata Alicia


“Ya, Kamu selalu tau. apa yang aku pikirkan, Cia” Kata Ferdin kepada Alicia.


“Semoga kamu berhasil, Diriku yang lain” kata Ferdin, sambil mengucapkan doa. Agar Dirinya yang lain berhasil melalui semuanya.


***


*Bagi para pembaca jangan lupa untuk Like, Komen, favorit, vote dan rate, ya.


Jangan Lupa Ya.


Terimakasih.*


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2