
★★★
Kantor kepala sekolah, kegaduhan mulai terjadi itu disebabkan oleh perwakilan dari jepang. ibu kepala sekolah yang mencoba menghubungi kepala sekolah Hoshigata. untuk membahas tentang kepindahan murid mereka secara mendadak.
“Ah, oh begitu. baiklah aku terima dia pindah kesekolah ini”
“Aku punya berita buruk untukmu, Ferdin. dia akan bersekolah disini dan satu kelas denganmu”
“Apaaa!!!!!”
“Tapi, kenapa harus disekolah ini?”
“Tentu saja, karna disekolah ini ada kamu,Fer-di-n”
“Apa gak ada cara lain lagi buat si cewek alay ini biar gak masuk kesini?”
“Gak ada cara lagi, selain menerimanya disekolah ini. karna surat itu telah ditandatangani oleh perdana menteri jepang. jadi aku gak bisa menolak untuk si hime-hime ini untuk masuk kesekolah ini”
“Hah 😩”
bunyi bell istirahat berbunyi.
“Ooh,istirahat pergi ke kantin dulu ah”.
“Mau pergi kemana kamu, Ferdin 😠?”
“Tentu saja kekantin, Bu Kepala Sekolah. saya lapar mau makan-makan dulu di kantin😑”
“Tunggu dulu, kamu belum boleh keluar sebelum melakukan tes mu lagi”
“Ahhh baiklah, aku tes lagi. sudah puas?”
“Aku ambil dulu bola kristalnya”
Coznas Verube pun mengambil bola kristal untuk mengetes Ferdin.
“Ini dia, silahkan letakkan tanganmu diatasnya”
Bola kristalpun tidak menunjukkan apapun. karna hasilnya yang cukup mengejutkan mereka semua terdiam.
[krik krik krik krik]
“Kenapa gak ada respon sama sekali?”
“Apa kamu salah ambil, pak tua?”
“Mana mungkin, karna hanya kristal ini satu-satunya yang bisa mendeteksi seluruh kekuataan maupun itu kekuatan dewa”
“Lebih baik kau coba tes dulu kekuataanmu untuk liat apa benar gak rusak”
“Ide bagus, aku akan mengetes dulu bola kristal apa ini berfungsi atau tidak”
__ADS_1
Coznas Verube meletakkan tangannya ke bola kristal. cahayapun muncul didalam kristal.
[Sring Sring Sring]
“Hoo😮, gak buruk juga kau, pak tua. ternyata kau punya kekuatan dari salah satu dewa es”
“Kau lihat itukan, Bu Kepala Sekolah Barbar. aku mempunyai kekuataan dari salah satu dewa es”.
“Pak tua, kau cari mati ya karna punya kekuataan dari salah satu dewa. ayo kita bertarung disini sekarang juga!!!😡😡😡”
“Siapa takut. Lagian kau hanya wanita barbar yang hanya punya jabatan tinggi 😡😡😡”
“Eitts.. tunggu dulu, kalian mau aku tes tapi, kalian malah bertarung disini. lebih baik aku pergi dari sini dan pergi kekantin makan dibandingkan liat pertarungan kalian yang gak ada faedahnya. terlebih lagi kayak bocah”
Coznas dan bu kepala sekolah dengan ekspresi kesal
“Apa?!!!!! Kau mengatakan kami seperti bocah 😠😠😠”
“Emang benarkan, kayak bocah kalian berdua”.
“Tunggu dulu, Ferdin. Kau harus diberi hukuman biar gak sombong”
“Aku setuju dengan kamu, pak tua”
“Eh..eh kalian mau apa jangan-jangan [glek] 😨”
“Arghhh!!! Tolong hentikan!!!! arghhh!!!”
“Iya, tapi kau masih saja memanggil ku pak tua, wanita Barbar”
“Uhmm, tapi pelampiasan kalian menuju ke aku 🤕🤕”
“Oke, kita lanjutkan lagi tesnya”
Ferdinpun meletakkan tangannya lagi di bola kristal tes lagi. tiba-tiba cahaya pun muncul lambang. tapi tersensor oleh kabut yang entah darimana datangnya yang tiba-tiba langsung muncul di bola kristal tersebut.
“Kenapa ada kabut didalamnya?seolah-olah tak membiarkan satu orangpun melihatnya. apa kamu yang melakukan itu semua Ferdin?”
“Aku gak tau, kenapa bisa begitu?!”
“Sepertinya lambang yang muncul itu adalah naga. tapi gak tau itu naga biasa atau dewa naga. jadi kita anggap aja naga dulu”
“Lebih baik gitu. dibandingkan gak ada sama sekali”
“Naga, ya?!”
“Oke, setelah tes. kita akan lanjutkan pelajaran yang telah kau lewatkan”
“Apa!!!!”
“Gak perlu lama-lama lagi. sekarang kita akan mempelajari tentang titik cakra dan gerbang cakra”
__ADS_1
“Kebanyakan dari kita sudah tau kalo kita memiliki 7 cakra. kebanyakan cakra ini memiliki elemen tersendiri dan setiap orang memiliki elemen dominasi mereka sendiri”
“Untuk menjelaskan jenis elemen apa pada tiap cakra. aku akan menyebut cakra pertama ini disebut cakra dasar ini bertipekan elemen api”
“lalu cakra kedua ditempati Cakra diantara pusar dan alat kelamin dan berelemenkan tipe air”
“lalu cakra ketiga disebut cakra root berelemenkan tanah”
“Kemudian ada cakra keempat disebut cakra jantung berelemenkan petir”
“Setelah itu cakra kelima disebut cakra tenggorokan berelemenkan angin. diikuti cakra keenam disebut cakra ajna berelemenkan kegelapan. dan cakra ketujuh disebut cakra mahkota berelemenkan cahaya”
“Kau harus tau setiap orang memiliki 1-3 elemen yang bisa kuasai tapi hanya 1 saja elemen yang bisa sepenuhnya dikuasai. sebagai contoh mereka yang punya kekuatan api. tidak bisa memiliki kekuataan air atau sebaliknya. Tapi ini tidak berlaku pada orang yang memiliki kekuataan dewa sepenuhnya”
“Maksud Bu Kepala Sekolah seperti apa?”
“Misalkan ada orang di tiap cakra mereka ada 3 elemen mendominasi contohnya Api, Angin, dan tanah. presentase paling mendominasi yang paling dikuasai dia ada di elemen bertipe api jadi api ada 65% lalu angin 35% dan tanah 5% dan yang lainnya nol. maka dia akan lebih kesulitan menggunakan tanah. dan tak bisa mempelajari elemen apapun selain tiga elemen yang ku katakan tadi”
“Itulah titik Cakra yang merupakan tahap awal sebelum menuju ke gerbang cakra yang merupakan tahap lanjutannya”
“Berbeda dengan titik cakra. gerbang cakra memiliki kekuatan dan tampungan cakra yang lebih banyak beserta semua kemampuan belajar elemen terkecuali cahaya dan kegelapan akan ditambah sebesar 10%”
“Sampai itu saja. ada yang mau ditanyakan Ferdin?”
“Ada, apa gak ada orang yang menguasai 7 cakra mereka sepenuhnya 100% dan belajar semua elemen selain dewa?”
“Ibu juga gak tau. kalo ada pasti dia seorang dewa karna gak mungkin manusia bisa manusia mencapai kondisi seperti itu”
“Untuk Elemen cahaya dan kegelapan dari mana belajarnya?”
“Tentu saja, kau harus menjadi Light Assistant (LA) Atau Dark Assistant (DA)”
“Ada yang ingin kau tanya lagi, Ferdin?”
“Gak, Aku mau makan dulu di kantin. Lapar sangat cuy”
“Aku mohon undur diri dulu semuanya dan terimakasih”
Semuanya terkecuali si hime
“Ya, Pergi sana”
“Ferdin, tunggu aku dong😄”
“Cepatlah!!!nanti makanannya habis!!”
“Umm😆”
Ferdin bersama hime pergi ke kantin.
sementara itu kepala sekolah mengantar mereka yang datang melihat Ferdin. keluar sekolah untuk pulang
__ADS_1
★★★