
***
“(Bayi ini....)”
Tak lama, kemudian. Bayi itu mengeluarkan energi yang begitu banyak. Hingga membuat sebuah pilar energi yang perlahan-lahan menghilang.
“(Kekuataan ini...tak salah lagi, ini kekuataan Leluhur pertama. Apakah bayi ini reinkarnasinya leluhur pertama?)”
“(Tunggu dulu, tadi energinya keluarkan? dan semua orang melihat bahkan tuhanpun)”
“(Gawat!!! ini benar-benar gawat!!! padahal baru saja cucu baruku lahir. tapi tuhan sudah mengincarnya. karna, tuhan yang sekarang ini merupakan tuhan versi jahat yang terlalu banyak menyerap sifat-sifat manusia yang dipenuhi kejahatan)”
“(Karna tuhan versi jahat tidak mau dibersihkan oleh leluhur pertama. Maka terjadi pertarungan antar keduanya. yang dulunya mereka merupakan sahabat)”
Sementara Ken dan Lein menunggu. Tiba-tiba ada cahaya menyilaukan dari dalam.
“Cahaya, apa itu!? Aku pikir, cahaya itu berasal dari dalam”
“Aku juga, gak tau. Cahaya apa itu, Ken?”
“Ya, kita tunggu saja, nenek. keluar dari ruangan itu”
Tak lama, nenek keluar dari ruangan itu. dengan membawa bayi yang merupakan Anak Ken dan Silvie.
“Nek, kamu mau kemana. Sambil membawa bayiku, nek!?”
“Kamu gendong istrimu, segera!!! nenek akan beritau kepadamu suatu hal. CEPAT!!! KITA GAK PUNYA WAKTU, KEN. BAWA ISTRIMU BERSAMAMU KERUANGANKU”
“Ya, (Kira-kira, apa yang terjadi? Kenapa nenek tergesa-gesa, dan juga muka nenek, tampak mengkhawatirkan sesuatu)”
Ken masuk keruangan bersalinnya Silvie dan mengendong Silvie.
“Ken, kenapa kau mengendongku!?Lalu Ken, Dimana Bayi kita!?”
“Tenang dulu, Silvie. Bayi kita sekarang ada di tempat nenek”
“Tapi, kenapa harus ditempat nenek!?Aku mau melihat bayiku, Ken. Dia itu bayiku, Ken” Silvie perlahan-lahan mulai menangis.
“Silvie, Lihat aku!! percayalah, bayi kita tidak akan kenapa-napa. Kata nenek, aku harus segera membawamu ketempatnya, sesegera mungkin. Ada hal yang ingin dia katakan pada kita, Silvie”
“Kalau begitu... kita cepat-cepat ke tempat nenek segera. Aku ingin melihat bayiku”
“Ya, Aku akan menggunakan kekuataan penuh menuju tempat nenek. Jadi, pegangan yang erat ya, Silvie”
“Ya, Ken” menjawab dengan muka sedih.
Ayahku dan Ibuku pun pergi ketempat nenek dengan sangat cepat.
“Sil, kita sudah sampai” sambil membuka pintu
[krekk!!]
“Kalian sudah datang, cepat masuk ke ruangan rahasia ini!!!”
“Lein!!!Kenapa kamu disini juga!?”
“Aku gak tau. tapi, nenek menyuruhku untuk ikut dengannya”
__ADS_1
Silvie yang hatinya mulai sedih, makin bertambah sedih. karna, dia belum melihat atau mengendong bayinya sendiri. Semenjak bayinya lahir.
“Nek, dimana bayiku, nek?”
“Aku akan beritau kepadamu. Tapi, sebelum itu. Kita harus masuk keruangan rahasia dulu”
“Aku maunya bayiku. bukan, masuk keruangan rahasia”
“Baiklah, aku akan beritau kepadamu dimana bayimu. Bayimu ada diruangan rahasia. Jadi, kita pergi kesana dulu”
“Nenek, kau jahat. Kenapa kau memasukkan bayiku kedalam ruangan rahasia!?”
“Maafkan, nenekmu ini.Aku melakukan itu juga demi cucuku yang baru lahir dan demi kalian juga” kata Nenek mulai muncul air mengalir
Akhirnya, mereka pun pergi keruangan rahasia dimana Bayi mereka berada.
“Oh Bayiku, Akhirnya ibu bisa melihatmu” saat Silvie sang ibu yang menangis terharu. ketika mau meraih bayinya. Tiba-tiba [Bzzst] sebuah penghalang segel muncul.
“Haa? Apa yang terjadi? Kenapa ada Dinding penyegelan disini?” kata silvie yang mulai bingung sambil menangis
“Nek, kenapa bayiku diberi Teknik penyegelan, nek” Kata Silvie sambil meraih baju neneknya dan menggoyangkan neneknya.
“Tapi, ini harus dilakukan” kata nenek dengan wajah sedih
“APA MAKSUDMU, NEK? KENAPA BAYIKU HARUS MELALUI INI SEMUA” kata Silvie sambil menangis dengan penuh kesedihan dan amarah yang tertuju pada neneknya.
Ken, Mulai mendekati Silvie dan mencoba menenangkan, Silvie yang terguncang melihat kondisi bayinya.
“Tenang...Sil, mungkin nenek punya alasan tersendiri. Untuk melakukan ini semua” Kata Ken, dengan wajah yang begitu sedih.
“KAU PIKIR, AKU TIDAK SAYANG SAMA BAYIKU, SIL!!! AKU INI SAYANG, SEKALI SAMA BAYIKU INI, SIL!!!. DEMI DIA, AKU AKAN MELAKUKAN APAPUN!!!. BAHKAN, SEKALIPUN ITU MEMPERTARUHKAN NYAWAKU!!! AKU AKAN MELINDUNGINYA SELAMA-LAMANYA!!!” Kata Ken, yang juga mulai menangis.
“Karna itu, aku mempercayai nenek. Nenek pasti punya alasan untuk melakukan ini semua. Katakan alasannya apa itu, nek?” Kata Ken, sambil menenangkan dirinya sendiri dan istrinya.
“Alasan aku melakukan itu semua. karna...Tuhan jahat, mengincar anak kalian”
“Tuhan jahat!? Apa maksud nenek!? Kenapa anak kita yang diincar olehnya”
“Karna Tuhan jahat tidak ingin kehilangan sifatnya. lebih tepatnya sifat jahat itu yang tidak mau lepas dari tuhan. karna sifat-sifat jahat itu berasal dari manusia”
“Maka, sifat jahat itu harus dibasmi dan hanya satu yang bisa membasmi sifat jahat tersebut. benar itu adalah bayi kalian. Itulah, kenapa Tuhan jahat mengincar anak kalian sekarang” kata nenek sambil menjelaskan apa yang terjadi kepada Ken, Silvie dan Lein.
[Syuut] Bunyi yang merupakan penyegelan telah selesai.
“Nenek, mau beritau kepada kalian sesuatu”
“Apa itu, nek? Tapi, sebelumnya. Aku mau minta maaf sama nenek. Karna, membentak nenek tadi, dan berprasangka buruk tentang nenek” Kata Silvie sambil menundukkan kepala untuk meminta maaf kepada neneknya.
“Ya, gak Apa-apa, Lagian, semua orang tua akan menjadi seperti itu. Setiap melihat anaknya dalam bahaya” Kata nenek sambil tersenyum ramah.
“Sekalian, aku akan beritau kalian masa depan kalian berdua. Kalian akan dihabisi oleh Tuhan jahat nanti saat umur anak kalian umur 13 tahun” kata Nenek sambil menunjukkan wajah serius.
“Kalian juga harus mendatangi. Bumi pararel sepuluh tahun dari masa lalu dari dunia ini” Karna, Anak kalian didunia itu. akan memiliki banyak penderitaan dibandingkan masa ini.
“Kenapa, nek?”
“Kalian akan mengetahuinya, saat sudah sampai dan melihatnya, dan ini buku yang telah kutulis kalian harus melakukan semua ini dan jangan lupa salin satu lagi untuk anak kalian”
__ADS_1
“Ya, baiklah nek
“Lalu kamu, Lein. Jaga keluarga dan keponakkanmu ini”
“Baik, Nek. Aku akan melakukannya”
“Oke, Kalian bertiga. berdiri dilingkaran sihir itu. Aku akan men-teleportasikan kalian kerumah kalian. [Teleport Gate] terbukalah [Swussh]” Kata nenek, sambil men-teleportasikan keluarganya ketempat yang aman.
“Nek, Ayo kesini, nek!!!. Ikut bersama-sama kerumah!!!” Kata Ken sambil mengulurkan tangannya.
“Maafkan, nenek. Nenek, tak bisa ikut bersama kalian” kata nenek sambil menunjukkan wajah sedih.
“Jangan bilang nenek, Mau...” Kata Ken, tanpa menyelesaikan kata-katanya.
“Pergi [Swussh]” Kata terakhir dari sang nenek, yang mengucapkan kata pergi. pada mantra sihirnya. membuat semua anggota keluarganya diteleportasikan ke tempat tujuan.
Mereka sampai kerumah mereka yang merupakan tujuan teleportasi. Sedangkan dilain pihak, nenek bertemu dengan tuhan.
“Apa yang kau lakukan disini, Tuhan?”
“Tentu saja, aku mencari bayi itu. Aku tau salah satu anggota keluarga kalian yang ada disini hamil dan cahaya muncul tadi juga bukan cahaya biasa. Itu pasti, dia”
“Bagaimana kamu bisa tau tentang hal itu?”
dari belakang tuhan muncul sosok yang dikenal oleh nenek. Sosok itu adalah Pelayan Pribadi nenek.
“Ling-Ling, Apa yang kamu lakukan disitu?”
“Ling-ling!? Kyahahaha, kamu menyebutmu nama dari tubuhku ini”
“Jangan bilang kamu, mengambil alih tubuh Ling-ling, Tuhan. kapan kau melakukannya!?”
“Benar sekali, aku mengambil alih tubuhnya dari awal. Saat kau menemukan tubuh ini, di daerah peperangan yang aku buat. Aku sudah menjadi dirinya dari awal”
“Takkan ku maafkan kau, Tuhan!!!”
Nenekpun maju mulai menyerang Tuhan yang memakai tubuh Ling-ling. Tapi, terhenti karna tidak tega melukai Ling-ling. Ingatan bersama Ling-ling saat itu. walaupun itu Tuhan yang sudah menjadi dirinya. Itu merupakan kenangan paling indah untuk nenek.
Akhirnya Nenek kalah ditangan tuhan, tak hanya itu, tak ada satupun tersisa dari anggota Klan Dewa naga yang hidup disana terkecuali nenek. Sampai akhir nenek terus berjuang dan meraih kakinya Ling-ling(Tuhan).
“Apa yang mau kau lakukan dengan kakiku, Nenek tua!?”
“Apa yang mau aku lakukan!? hehehehe mungkin kamu pikir, kali ini kamu yang menang. tapi kali ini, akulah yang menang bukan dirimu tuhan!!
“[Segel Es Abadi] Segel”
“Hei!!! apa yang kamu lakukan, Nenek tua!? beraninya menyegelku dengan es murahan ini!!! Kau akan kuhabisi sekarang!!!
tiba-tiba pisau yang dipegang tuhan terjatuh karna tangan nya membeku
[krakk krakk krakk] Bunyi es yang mulai menyebar.
“Tidak!!!”
Akhirnya, keduanya pun berubah menjadi patung es yang tak pernah mencair.
***
__ADS_1